Kejamnya Bela Kiss Si Pembunuh Berantai dari Rumania

Jumat, 31 Desember 2021, 21:51 WIB
52

Edisi Bonanza88, Jakarta – Bela Kiss adalah nama dari seorang pembunuh berantai asal Hongaria yang aktif melakukan pembunuhan sepanjang permulaan abad ke-19. Selama beraksi, Kiss sudah melakukan pembunuhan kepada setidaknya 24 orang di mana hampir semua korbannya berjenis kelamin perempuan. Namun cerita seram mengenai Kiss masih belum berhenti sampai di sana. Ia juga dirumorkan sebagai vampir penghisap darah karena pemeriksaan pada sejumlah mayat korban menunjukkan adanya bekas tusukan kecil berjumlah sepasang layaknya bekas gigitan memakai gigi taring.

Lahir pada tahun 1877 di kota Izsak, tidak banyak yang diketahui soal masa kecil Bela Kiss. Namun ia diketahui mulai tinggal di kota Cinkota yang berlokasi tidak jauh dari kota Budapest, Hongaria, saat dirinya berusia 23 tahun. Oleh orang-orang sekitarnya, Kiss yang berprofesi sebagai pengrajin timah & peramal nasib dikenal sebagai sosok yang amat berkecukupan & berkepribadian hangat. Kiss juga banyak digandrungi oleh kaum hawa karena ia dideskripsikan memiliki fisik tinggi, rambut pirang, & wajah yang tampan.

Namun di balik semua aura positif yang ditunjukkannya di hadapan publik, Kiss juga memiliki sisi kelamnya sendiri. Ia diketahui menunjukkan ketertarikan akan okultisme (hal-hal berbau sihir & ilmu hitam). Bukan hanya itu, Kiss juga memiliki hobi mengumpulkan buku-buku mengenai racun & teknik pembunuhan dengan cara mencekik. Bak laba-laba yang menebarkan jaringnya, Kiss lalu memanfaatkan pengetahuan yang ia miliki untuk mulai mencari korban. Sasaran utamanya adalah kaum perempuan yang hidup sendirian & sedang mencari pasangan.

Untuk bisa memikat korbannya, sejak tahun 1903 Kiss memasang iklan cari jodoh di koran dengan nama samaran Hoffman sambil mengklaim kalau dirinya adalah seorang duda yang sedang mencari pasangan baru. Hasilnya, banyak wanita yang menunjukkan ketertarikannya & mulai mengiriminya surat. Kiss kemudian mencoba membujuk wanita yang tertarik akan iklannya & memintanya untuk datang ke Cinkota.

Begitu korbannya sudah tiba, Kiss akan membunuh mereka & kemudian merampas harta benda yang mereka bawa. Satu dari sekian banyak wanita yang menjadi korban kesadisan Kiss adalah seorang wanita asal Budapest yang bernama Julianne Paschak. Setelah menjual toko pakaiannya supaya dirinya memiliki cukup uang untuk pergi ke Cinkota, Paschak kemudian menuntut Kiss ke pengadilan karena dianggap sudah menipunya. Namun sebelum pengadilan bisa memproses kasusnya, Paschak keburu dibunuh duluan oleh Kiss sehingga ia tidak bisa bersaksi di pengadilan.

Korban lain dari Kiss yang sudah diketahui adalah seorang wanita bernama Marie yang usianya 15 tahun lebih muda dibandingkan Kiss. Pada tahun 1912, keduanya setuju untuk menikah. Namun secara diam-diam, Marie ternyata juga memiliki hubungan rahasia dengan seorang seniman yang bernama Bikari. Begitu Kiss mengetahui hal tersebut, ia kemudian membunuh Marie & Bikari dengan cara mencekik keduanya. Untuk menutupi pembunuhan yang dilakukannya, Kiss kemudian mengklaim kalau mereka berdua sudah pergi ke Amerika Serikat.

Kisah Keji yang Terkuak

Béla Kiss (b. 1877) was a Hungarian serial killer... - Crimes & Curiosities  | crimesandcuriosities

Selama menjalankan aksinya, Kiss diketahui sudah menerima 174 lamaran pernikahan & menyetujui 74 di antaranya. Namun tidak diketahui seberapa banyak di antara mereka yang pada akhirnya menjadi korban pembunuhan Kiss & berapa banyak yang selamat. Untuk menyembunyikan mayat dari orang-orang yang sudah dibunuhnya, Kiss menyimpan mayat-mayat tersebut dalam tong yang sudah diisi alkohol.

Para tetangga Kiss sendiri sudah lama merasa curiga karena meskipun hidup seorang diri, Kiss memiliki banyak tong / drum di rumahnya. Kiss mengklaim kalau tong-tong tersebut ia gunakan untuk menyimpan bahan bakar minyak sebagai antisipasi kalau-kalau perang meletus & bahan bakar jadi sulit didapat. Tidak semua tetangga Kiss menerima penjelasan tersebut. Namun mereka yang curiga hanya sebatas menduga kalau tong-tong tersebut mungkin digunakan oleh Kiss untuk menyimpan minuman keras & bermabuk-mabukan.

Tahun 1914, putra mahkota Austria-Hongaria tewas dibunuh oleh ekstrimis Serbia sehingga pecahlah Perang Dunia I. Kiss kemudian ikut serta dalam perang dengan cara bergabung dalam militer Austria-Hongaria. Sebelum pergi, ia menitipkan penjagaan rumahnya kepada seorang wanita yang bernama Jakubec. Dua tahun kemudian, beredar kabar burung yang menyatakan kalau Kiss mungkin sudah dibunuh / ditangkap musuh sehingga rumah yang dulu ia tinggali kini secara teknis kini tidak lagi berpenghuni.

Rumah yang ditempati oleh Kiss sendiri aslinya adalah rumah yang ia sewa dari tuan tanah setempat. Maka, begitu kabar mengenai tewasnya Kiss beredar, sang tuan tanah kemudian pergi menuju rumah yang dulu ditempati oleh Kiss untuk merapikannya supaya rumah tersebut bisa ia sewakan kembali. Sesampainya di rumah tersebut, sang tuan tanah menemukan 7 buah tong di luar rumah Kiss.

Pada awalnya sang tuan tanah tidak merasa curiga dengan keberadaan tong-tong tersebut. Namun begitu ia membuka salah satu tong tadi, bau busuk yang amat menyengat langsung menyebar keluar dari dalam tong. Tetangga Kiss yang kebetulan berprofesi sebagai ahli kimia menduga kalau bau tersebut disebabkan oleh mayat. Merasa bingung & ketakutan, sang tuan tanah kemudian memanggil polisi untuk melaporkan apa yang baru saja ia temukan.

Ketika polisi tiba di rumah Kiss & membuka tong-tong yang ada di sana, pemandangan tak terduga pun langsung tersaji di hadapan mereka. Di dalam tong-tong tersebut, mereka menemukan mayat-mayat perempuan dengan tali di lehernya sedang terbujur kaku sambil terendam dalam larutan alkohol jenis metanol. Pencarian pun kemudian dilakukan di rumah Kiss & berhasil mengungkap kalau 7 tong tadi hanyalah sebagian kecil dari tong yang digunakan oleh Kiss untuk menyimpan mayat.

Pemburuan yang Tak Membuahkan Hasil

Bela Kiss - Home

Total, ada setidaknya 24 tong berisi mayat yang ditemukan oleh polisi di rumah Kiss. Dengan pengecualian untuk Bikari yang tewas dibunuh pada tahun 1912, semua korban pembunuhan Kiss berjenis kelamin wanita. Dengan melihat tali di lehernya, mereka semua diketahui tewas dibunuh dengan cara dicekik / dijerat.

Sejumlah mayat diketahui memiliki luka menyerupai bekas gigitan di lehernya. Kendati tidak ada yang benar-benar yakin kenapa luka macam itu bisa ada di leher mereka, publik menduga kalau luka tersebut muncul karena Kiss menghisap darah korbannya. Sejak itulah, orang-orang pun kemudian menjuluki Kiss dengan nama “vampir dari Cinkota”.

Jakubec yang diberikan amanat oleh Kiss untuk menjaga rumahnya menjadi sasaran kecurigaan pertama oleh polisi. Namun Jakubec mencoba membela diri dengan menyatakan kalau ia tidak tahu apa-apa mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh Kiss. Jakubec lantas berkata kepada polisi kalau dari sekian banyak ruangan yang ada di dalam rumahnya, ada satu ruangan yang terkunci rapat & hanya boleh dimasuki oleh Kiss sendiri. Merasa penasaran, polisi pun kemudian melakukan penyelidikan ke dalam ruangan tersebut.

Sesampainya di dalam, teka-teki mengenai modus & alasan Kiss melakukan pembunuhan berantai mulai sedikit tersibak. Di dalam ruangan yang bersangkutan, polisi menemukan surat-surat yang berasal dari para wanita korban Kiss & buku-buku mengenai teknik pembunuhan. Polisi lantas menghubungi militer Austria-Hongaria supaya Kiss segera ditangkap jika ternyata Kiss masih hidup. Namun masalah baru timbul karena ada banyak personil militer Hongaria yang menggunakan nama “Bella” serta “Kiss”.

Bulan Oktober 1916, polisi mendapat kabar kalau seorang tentara Hongaria yang ciri-cirinya serupa dengan Kiss tengah dirawat di rumah sakit Serbia. Namun saat polisi bergegas menuju rumah sakit tersebut, orang yang sedang mereka cari keburu berhasil melarikan diri terlebih dahulu. Ia bisa melarikan diri tanpa diketahui staf rumah sakit dengan cara menaruh mayat di ranjang tempatnya dirawat.

Kasus penampakan di rumah sakit tersebut hanyalah satu dari sekian banyak kasus klaim penampakan Kiss. Tahun 1919, seorang saksi mata mengaku melihat Kiss di Budapest. Kemudian pada tahun 1920, seseorang dengan nama Hoffmann dilaporkan menjadi personil legiun asing Perancis. Tahun 1932, Kiss bahkan dilaporkan terlihat di kota New York, AS. Namun bak mengejar hantu, setiap kali polisi bergegas menuju lokasi di mana “Kiss” terlihat, setiap kali itu pula buruan mereka menghilang. Nasib Kiss pada akhirnya tidak pernah diketahui & polisi tidak pernah berhasil menangkapnya.

Kisah Keji Lain dari Rumania

Villa Bela Kiss - Urbex | Guillaume | Flickr

Nama ”Rumania” berasal dari kata Latin ”Romanus” yang berarti” warga Kekaisaran Romawi.” Drakula sebenarnya (Vlad Draculea) bernama Vlad Tepes (Vlad the Impaler). Ia adalah seorang pangeran Romania dan pemimpin militer. Count Dracula sendiri – Vampir – diciptakan oleh penulis Irlandia, Bram Stoker pada tahun 1897.

Tiga puluh tahun sesudah revolusi di Rumania sejarah kelam tentang “anak-anak Ceausescu” dan tragedi mereka mengungkap satu pelajaran dalam sains tentang dampak kekejaman terhadap anak-anak.

Diperkirakan, terdapat lebih dari 20.000 orang anak meninggal dunia akibat kebijakan diktator Rumania di era 1980-an, Nicolae Ceausescu, yang ditembak mati pada 25 Desember 1989.

Di dalam panti asuhan, anak-anak ini dibariskan di dalam boks bayi. Sekitar 20 tahun lalu, seorang ilmuwan Amerika Nathan Fox berkunjung ke sana.

Ia terkejut karena suasana sangat sepi. Ini tidak seperti biasanya terjadi di ruangan penuh bayi. Bayi-bayi itu tidak menangis. Belakangan Fox menemukan sebabnya: mereka diabaikan dan tidak diberi stimuli apapun.

“Tak terdengar tangis bayi sebagaimana di tempat perawatan bayi,” kata profesor di Departmen Human Development di University of Maryland, Amerika Serikat kepada wartawan BBC Brasil Paula Adamo Idoeta.

“Kami menyimpulkan, ini terjadi karena tak ada yang menanggapi tangisan mereka. Tak ada interaksi yang biasanya terjadi antara ibu dan anak, atau antara perawat dan anak. Tak ada yang menanggapi ketika mereka menangis,” kenangnya.

Gambaran 20 tahun lalu itu terjadi di panti asuhan di Bukares, ibu kota Rumania. Tragedi ini kemudian mengarah pada kajian tentang pengabaian terhadap bayi, dan dampaknya terhadap otak, serta gejala yang terbawa hingga mereka dewasa.

Namun bagi anak-anak yang berhasil bertahan hidup, mereka termasuk yang beruntung. Ketika tahun 1989 diktator Nicolae Ceausescu ditembak, sekitar 20.000 orang anak-anak meninggal di panti asuhan di Rumania.

Sekitar 30 tahun sesudah kejatuhan Ceausescu, tak ada yang diadili untuk perbuatan jahat dan kematian yang mengerikan dalam institusi buatan rezim Komunis Rumania ini. Namun keadaan bisa berubah pada 2020.

Setelah kajian panjang, Institute for the Investigation of Communist Crimes, lembaga negara yang menyelidiki kejahatan di masa komunisme di Rumania, mulai menyelidiki puluhan orang yang langsung maupun tidak, bertanggung jawab terhadap kasus “anak yatim Ceausescu”. Kasus ini akan masuk ke pengadilan di tahun 2020. Namun apa sesungguhnya yang terjadi?

Natal 30 tahun lalu, Rumania menggulingkan seorang diktator. Ceausescu yang memerintah nyaris seperempat abad mulai mendapat protes yang berpuncak pada 22 Desember 1989 ketika militer tak lagi patuh padanya. Diktator dan istrinya ini ditangkap, dan pada 25 Desember mereka diadili di pengadilan khusus militer lalu ditembak mati.

 

Tags:

BERITA TERKAIT