Ketika Tasikmalaya Jadi Surga Kecil Perjudian di Indonesia

Kamis, 30 September 2021, 17:52 WIB
20

Tasikmalaya, sebuah kota di Provinsi Jawa Barat ternyata menyimpan keunikan yang menimbulkan kontroversi. Kehidupan sehari-hari warga Tasik belakangan tampak cukup akrab dengan praktik main judi. Saking akrabnya, permainan judi ala masyarakat Tasikmalaya terbilang lumayan beragam.

Sebenarnya kalau dibedah secara umum, Tasikmalaya sama sekali tidak beken akan perjudian. Kota Tasikmalaya justru terkenal lewat pergerakkan industri kreatif mereka. Sektor pariwisata kota Tasikmalaya juga lumayan kerap menjadi primadona publik.

Gates Of Olympus

Turis lokal banyak yang terbius akan keindahan kota Tasikmalaya. Para pelancong yang datang tentu menikmati berbagai destinasi wisata khas Tasik. Beberapa lokasi wisata jempolan Tasikmalaya adalah Tonjong Canyon, Pantai Karang Tawulan, Karaha Bodas, Gunung Galunggung, dan lain sebagainya.

Menjelajahi Tasik biasanya turut disertai kegiatan belanja. Masyarakat yang berstatus penduduk Tasikmalaya memang rajin memproduksi kerajinan-kerajinan tangan menawan. Hasil kreasi warga Tasik dijajakan kemudian dibeli oleh para turis.

Namun pemandangan demikian sejatinya ibarat fenomena gunung es. Hal yang terlihat di permukaan menggambarkan Tasikmalaya sebagai salah satu surganya wisata dan belanja di Indonesia. Padahal bila ditelusuri lebih dalam lagi, Tasikmalaya pantas pula disebut surga kecilnya perjudian Tanah Air.

 

Ibu-ibu Main Judi di Pasar

Rise of Olympus

Terlepas dari norma agama, permainan judi sejatinya boleh saja dinikmati berbagai kalangan. Mungkin syarat paling dasarnya adalah mereka yang sudah berumur 18+ dan memiliki kemampuan uang yang memadahi. Soal gender tak pernah jadi permasalahan, baik laki-laki maupun perempuan dipadang sederajat dalam pentas perjudian.

Warga Tasikmalaya pun sepertinya mendukung konsep serupa ketika turun ke permainan judi. Sekelompok wanita yang usianya sudah layak dipanggil ibu-ibu, kedapatan sedang asyik bermain judi. Aksi judi ibu-ibu ini berhasil diungkap sekaligus digerebek aparat berwajib sekitar bulan Agustus 2021 kemarin. Bagaimana kisahnya?

Sebelum melangkah lebih jauh, kita berkenalan dulu dengan sebuah organisasi bernama Maung Galunggung. Organisasi ini merupakan tim khusus yang dimiliki oleh Polres Tasikmalaya Kota untuk memberantas segala macam tindak kriminal atau kegiatan yang melanggar hukum. Kinerja Maung Galunggung ini jugalah yang akhirnya menggelar penggerebakan terhadap aksi ibu-ibu main judi di Tasikmalaya.

Tepat tanggal 20 Agustus 2021, Maung Galunggung bergerak menuju daerah Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Kala itu hari Jumat, aparat Maung Galunggung mendatangi sebuah lokasi yang santer diduga kerap dijadikan arena judi. Maung Galunggung pergi ke tempat tersebut berdasarkan informasi yang telah mereka kumpulkan dari masyarakat sekitar dan beberapa intel.

Sampai ke lokasi, dugaan yang selama ini berhembus kencang ternyata memang benar adanya. Satuan Maung Galunggung menemukan empat orang yang tengah duduk menghadap sebuah meja sembari berjudi. Keempat orang yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) diisi komposisi dua pria dewasa dan wanita dewasa alias ibu-ibu.

Ketika tim Maung Galunggung datang, meja yang dipakai medium berjudi dihiasi sejumlah uang dan kartu domino sebanyak dua dus. Uang yang ditemukan diyakini merupakan uang taruhan dari keempat orang tadi. Jumlah uangnya kira-kira sekitar nominal ratusan ribu rupiah. Sementara kartu domino mengindikasikan kalau dua bapak-bapak dan dua ibu-ibu yang kena ciduk sebelumnya memainkan judi lewat game domino.

Keempat tersangka perjudian tidak bisa berbuat banyak melihat aparat Maung Galunggung menggerebek mereka. Sikap para tersangka hanya mengangkat tangan sambil menunjukkan gesture pasrah. Polisi Maung Galunggung pun mudah saja menciduk para tersangka serta membawanya ke kantor polisi untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

Pimpinan satuan Maung Galunggung, Ipda Yudi, membeberkan sederet fakta yang menghiasi operasi penggerebekan praktik judi di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Ipda Yudi membenarkan kalau keberhasilan operasi tim Maung Galunggung tak lepas dari pengaruh bantuan masyarakat. Pihak warga sekitar jadi aktor yang pertama kali melapor karena resah hampir setiap hari melihat beberapa orang terus saja menggelar perjudian domino.

Lebih lanjut, Ipda Yudi menambahkan tanggapan pribadinya. Ipda Yudi sungguh menyayangkan ada oknum warga Tasikmalaya malah memanfaatkan uang hanya untuk berjudi. Padahal situasi terkini kehidupan masyarakat sosial Tasik maupun daerah-daerah lainnya, banyak yang mengalami kesulitan finansial akibat diterjang wabah pandemic Covid-19.

Ipda Yudi menyoroti adanya dua ibu-ibu yang jadi tersangka. Kedua ibu-ibu tersebut kabarnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga saja, tidak berpenghasilan, hanya mengandalkan uang suaminya. Fakta ini sangat di luar dugaan satuan Maung Galunggung yang awalnya mengira judi umumnya cuma dimainkan oleh kalangan laki-laki saja.

Terakhir, Ipda Yudi menekankan ajakan kepada seluruh warga Tasikmalaya agar mau membantu aparat dalam misi memberangus praktik perjudian. Dia meminta agar semua lapisan masyarakat berani melapor ke polisi jika menemukan adanya indikasi arena perjudian di seantero Tasikmalaya. Begitu ada laporan, Ipda Yudi berjanji bahwa tim Maung Galunggung bakal segera turun tangan datang ke TKP dan membongkar kasus,

“Silahkan lapor ke polisi jika mengetahui ada praktik perjudian apa pun di lingkungan terdekat.”

“Supaya kami bisa bergerak cepat untuk melakukan penindakan di lapangan, agar tidak berulang,” tegasnya.

 

Perjudian di Area Perumahan

Perjudian ala kota Tasikmalaya dapat digelar di mana saja. Beberapa kalangan warganya seakan begitu keranjingan judi sehingga membawa praktik ini ke lingkungan rumah. Bulan Juni 2021 lalu, perjudian yang diselenggarakan di area perumahan warga berhasil diungkap oleh aparat Maung Galunggung.

Penggerebekan digelar Maung Galunggung sekitar malam hari, kira-kira di atas pukul enam sore. Lokasi yang jadi tujuan operasi Maung Galunggung adalah sebuah area pemukiman padat penduduk Kecamatan Kawalu. Satuan Maung Galunggung datang ke lokasi tersebut dengan membawa senjata laras panjang lengkap.

Sampai di lokasi tujuan, aparat Maung Galunggung menemukan sekelompok warga yang sedang asyik berjudi. Sekelompok warga yang dimaksud memainkan judi ke dua jenis permainan berbeda. Ada kelompok yang main game kartu domino, ada pula yang memainkan kerambol.

Gemuruh suara datangnya aparat Maung Galunggung membuat para penjudi di TKP panik. Mereka berlari berhamburan menyelamatkan diri supaya terhindar dari penangkapan satuan Maung Galunggung. Respon satuan Maung Galunggung pun tak kalah cepat mengejar para penjudi yang kabur.

Salah seorang pelaku perjudian diketahui ada yang berlari kemudian bersembunyi di gedung pabrik dekat TKP. Dia masuk ke dalam ruangan toilet dan dikunci dari dalam. Aparat Maung Galunggung kebetulan ada yang melihat orang itu. Alhasil, aparat Maung Galunggung mendobrak pintu toilet serta mengamankan sang penjudi.

Catatan menarik lainnya dalam operasi pemberantasan judi di Kecamatan Kawalu adalah uang yang ditransaksikan para penjudi. Ketika satuan Maung Galunggung datang, tumpukan uang berusaha diselamatkan para penjudi dengan menyembunyikannya ke gorong-gorong got. Jumlah uang yang disembunyikan sekitar ratusan ribu rupiah.

Tim Maung Galunggung melaksanakan olah TKP guna menemukan barang bukti uang hasil judi para penjudi. Olah TKP berjalan sukses, uang yang dimaksud bisa ditemukan Maung Galunggung. Uang hasil judi lantas diamankan polisi bersama barang bukti lainnya seperti meja kerambol dan kartu domino.

Ipda Yudi menyebut bahwa penggerebekan di Kecamatan Kawalu merupakan bentuk tindak lanjut aparat Maung Galunggung atas laporan warga sekitar. Banyak warga yang dibuat begitu resah atas praktek judi domino dan kerambol yang tidak mengenal hari. Arena perjudian di situ bisa melangsungkan kegiatannya setiap hari tanpa sekalipun libur.

Perjudian bahkan kerap pula diselingi aksi meresahkan lainnya, yaitu mabuk-mabukkan. Ketika ada yang kalah berjudi dan dalam kondisi mabuk, keributan  tak jarang terjadi. Situasi yang tak kondusif demikianlah yang akhirnya membulatkan tekad warga sekitar untuk melapor ke polisi satuan Maung Galunggung.

 

Permainan Judi Khas Tasikmalaya

Berlabel surga kecilnya perjudian di Indonesia, tentu warga Tasikmalaya punya permainan judi khas daerah mereka sendiri. Permainan judi yang dimaksud ialah judi adu kemiri. Aparat kepolisian setempat berulang kali menciduk warga yang kedapatan sedang berjudi sambil memainkan permainan satu ini.

Kalau ditelusuri berdasarkan sejarahnya, adu kemiri sejatinya merupakan permainan daerah khas warga lokal Tasikmalaya. Alat bermainnya tentu menggunakan buah kemiri. Cara memainkan adu kemiri cukup dengan memecahkan buah kemiri yang bentuknya masih diselimuti cangkang.

Mengingat cangkang buah kemiri lapisannya begitu keras, para pemain adu kemiri biasa memakai alat tambahan berupa bambu. Dua bilah bamboo dibentuk menyerupai pagar, kemudian dipukul ke atas biji kemiri. Pemain yang bisa memecahkan lebih dulu biji kemirinya, dia yang akan dinyatakan sebagai pemenang permainan.

Sekitar bulan April 2020, tepatnya kala awal-awal virus corona menyerang Indonesia, polisi sempat menggerebek sekelompok warga yang asyik bermain judi adu kemiri. Lokasi penggerebekan tepatnya terjadi di sekitar Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Dari hasil penggerebekan, satuan kepolisian berhasil mengamankan 19 orang yang ada di TKP. Sembilan di antaranya hanya menjadi penonton, sementara 10 orang sisanya benar-benar terlibat dalam permainan judi adu kemiri.

 

BERITA TERKAIT