Kim Jong-un, Si Pemalu yang Jadi Diktator Korea Utara

Sabtu, 24 Juli 2021, 15:12 WIB
54

Presiden Korea Utara saat ini Kim Jong-Un merupakan putra bungsu dari Kim Jong-Il, lahir di Korea Utara pada tanggal 08 Januari 1983, sebagian besar kehidupan awal dari Kim Jong-un tidak diketahui kepastiannya.

Kim Jong-Un merupakan Putra bungsu dari Ko Young Hee, merupakan seorang penyanyi opera dan Kim Jong-Il merupakan seorang pemimpin militer yang berorientasi di Negara selama lebih dari satu dekade sampai kematiannya.

Gates Of Olympus

Kakek Kim Jong-Un adalah Kim Il-Sung yang dianggap sebagai bapak pendiri Korea Utara.

Dilansir Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber, Kim Jong-Un diyakini telah mengenyam pendidikan bahasa inggris di salah satu sekolahan internasional di Gumligen di dekat Bern Swiss, bermula pada tahun 1993-1998 dengan menggunakan nama ”Chol-Pak atau Pak-chol”.

Saat mengenyam pendidikan di Swiss, sosok Kim Jong-Un digambarkan sebagai siswa yang pemalu, sosok yang baik, mudah bergaul dengan teman-temannya dan menggemari bola basket.

Selama menjalankan pendidikannya di Swiss, Kim Jong-Un selalu dikawal dengan siswa yang lebih tua yang di duga adalah pengawalnya. Setelah itu Kim Jong-Un melanjutkan studinya ke sekolahan Liebefeld Steinholzli di Koniz pada tahun 1998-2000.

Di sekolah barunya ia dikenal dengan nama “Pak- Un atau Un-Pak” dan dikenal sebagai anak dari seorang pegawai kedutaan di Swiss.

Rise of Olympus

Pihak Koniz membenarkan dengan adanya seorang siswa asal Korea Utara anak pegawai kedutaan yang bersekolah di sana pada tahun 1998- 2000. Namun, pihak Koniz tidak bersedia memberikan rincian identitas Kim Jong-Un atau Park-Un.

Awal mula pendidikanya di sekolahan Liebefeld Steinholzli, Kim Jong-Un hanya mengikuti kelas pendidikan bahasa, kemudian mulai bergabung dikelas reguler sejak kelas 6, 7 dan 8 hingga tamat menyelesaikan kelas 9 nya pada musim gugur di tahun 2000.

Di sekolahannya Kim Jong-Un dikenal sebagai sosok siswa yang ambisius, mudah bergaul dan memiliki kegemaran bermain basket. Akan tetapi nilai akademik dan tingkat kehadiran yang diperolehnya sangat buruk.

Teman-teman Kim Jong-Un mengenal dirinya sebagai anak yang pemalu dan canggung jika dihadapkan dengan gadis-gadis dan bersikap acuh tak acuh dengan isu-isu politik, namun kelebihannya dalam bidang olahraga, terutama basket menjadikan Kim Jong-Un mengidolakan beberapa pemain basket.

Setelah menyelesaikan studinya di Swiss, Kim Jong-Un dikabarkan melanjutkan studinya di Universitas Kim Il-Sung merupakan salah satu Universitas di Korea Utara yang diberi nama kakeknya, yaitu perguruan tinggi perwira-pelatihan di Pyongyang pada tahun 2002-2007.

Masa Remaja Kim Jong-Un

Kim Jong Un Childhood Story Plus Untold Biography Facts

Sebagai seorang remaja yang mulai beranjak dewasa, Kim Jong-Un mulai menemani ayahnya di inspeksi militer. Dan menginginkan untuk memulai karirnya di Korean Worke’s Party (Partai yang berkuasa di Negara itu) atau di Biro Politik Umum Angkatan Darat yaitu dua organisasi yang terlibat dalam pengawasan dari pemerintah.

Pada tahun 2009 desas desus mulai beredar bahwa Kim Jong-Un sedang dipersiapkan sebagai pengganti ayahnya nanti.

Dan pada tahun 2009 Kim Jong-Un terdaftar sebagai calon Majelis Rakyat Agung. Pada bulan April Kim Jong-Un diberi jabatan di National Defense Commission (NDC) atau komisi kuat pertahana nasional sebagai pemimpin NDC, merupakan kantor tertinggi di Negara itu.

Pada bulan Juni Kim Jong-Un dilaporkan telah diberikan jabatan sebagai Kepala Departemen Kemanan Negara.

Hingga pada bulan September 2010 Kim Jong-Un telah diberikan jabatan tinggi Jendral bintang empat, meskipun belum diketahui kejelasan tentang pengalamannya di bidang militer sebelumnya.

Waktu pengangkatanya dianggap signifikan, karena tak lama datang sebelum dimulainya rapat umum pertama KWP (Korean Worke’s Party) sejak tahun 1980 ketika ayahnya ditunjuk untuk menggantikan kakeknya Kim Il-Sung.

Semakin jelas posisi Kim Jong-Un yang dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya. Tak lama setelah pengangkatanya, Kim Jong-Un dan ayahnya Kim Jong-Il bermain basket bersama, ketika itu Kim Jong-Un diperkirakan memiliki tinggi 180 cm dan beratnya 190 dan Kim Jong-Il memerintahkan putranya agar meningkatkan berat badannya supaya terlihat lebih mengesankan.

Diperkirakan ketika berumur 15 tahun Kim Jong-Un mulai meminum- minuman beralkohol (seperti wiski) dan merokok hingga dirinya ketika di Swiss

terkenal sebagai remaja yang kuat akan minum-minuman dan tidak pernah ingin dikalahkan.

Ketika itu, Kim Jong-Un juga digambarkan sebagai sosok yang beradab dan cerdas, memiliki kepribadian yang berwatak dingin, memiliki naluri politik yang kuat serta kepribadian yang mirip dengan ayahnya Kim Jong-Il dan selalu mengambil peran kepemimpinan.

Pada Desember 2011 ayahnya Kim Jong- Il wafat dan sejak saat itu Kim Jong-Un dinyatakan sebagai pemimpin tertinggi Negara itu, gelar tidak resmi yang tetap mengisyaratkan posisinya sebagai kepala pemerintah dan pasukan militer Korea Utara.

Pada bulan April 2012 statusnya telah divalidasi oleh akuisisi dengan beberapa gelar resmi yaitu sebagai sekretaris pertama Partai Pekerja Korea, ketua Komisi Militer Pusat, dan Ketua Komisi Pertahanan Nasional.(Leadership, 2012) Korea Utara memang memiliki kebijakan sendiri dalam mengatur warga negaranya.

Negara dengan satu partai ini mempunyai aturan-aturan aneh dan tak masuk akal jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

Sistem pemerintahan di Korea Utara bersifat republik dan sosialis, dengan ideologi juche, yang berarti percaya dan bergantung kepada kekuatan sendiri.  Pemujaan terhadap pribadi Kim Il-sung dan Kim Jong-il, penguasanya dilakukan secara terorganisir.

Presiden Korea Utara Kim Il-sung meski telah meninggal ia memperoleh gelar Presiden Seumur hidup karena pemimpin tersebut dianggap sebagai orang yang telah bekerja keras untuk mensejahterakan negaranya.

Selain itu, kepemimpinan Kim Jong-il bersifat mandiri, dalam artian Korea Utara tidak mau menerima bantuan dari negara lain walaupun bisa dibilang negaranya dalam keadaan kritis.  Tidak hanya itu, Kim Jong-il juga terlalu fokus pada militer, terutama pengembangan program nuklir.

Hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan masyarakatnya hidup serba kekurangan di bawah kepemimpinan yang bergaya otoriter dan diktator. Masyarakat Korea Utara mau tidak mau harus puas terhadap tingkat ekonomi yang rendah, padahal di sisi lain keluarga pemimpin Korea Utara juga memiliki hidup yang mewah.

Dalam hal ini, Kim Jong-il berhasil menerapkan jucheyang membuat masyarakatnya tetap percaya bahwa dia adalah pemimpin terbaik yang dapat menyatukan Korea Utara.

North Korea Admits Kim Jong Un Lost Weight | Voice of America - English

Nama resmi dari Korea Utara adalah Republik Demokratik Rakyat Korea. Negara ini dikenal sebagai negara kediktatoran totaliner stalinis atau negara yang pemimpinnya bersikap otoriter, pemikiran politik yang melihat bahwa eksistensi manusia secara perorangan tidaklah penting dan kebijakan tentang bagaimana membangun sosialisme dan membangun masyarakat komunis.

Dalam perkembangannya Korea Utara menjadi sangat tertutup dan terisolasi di tengah globalisasi yang menuntut keterbukaan ini. Ketertutupan Korea Utara inilah yang akhirnya menyebabkan Korea Utara menjadi negara yang tertinggal dalam modernisasi yang ada.

Sebagai seorang pemimpin yang terkenal diktator, Kim Jong Un juga dikenal sebagai seorang yang glamour. Dengan status orang nomor satu di Korea Utara, ia memiliki gaya hidup yang sangat mewah, semua barang yang ingin ia miliki dengan mudah  ia beli. Namun gaya hidupnya  tersebut tidak dibarengi dengan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Ketika banyak rakyat negerinya kelaparan dan hidup dalam kemiskinan, Kim Jong-Un tidak ragu-ragu membelanjakan uang dalam jumlah besar untuk kepentingan pribadinya. Bahkan, laporan bulan lalu menunjukkan bahwa Korea Utara tengah dilanda kekeringan terburuk selama satu abad terakhir yang berpotensi mengakibatkan kekurangan pangan di negeri itu.

Kelaparan yang terjadi akibat kesalahan kebijakan seperti layaknya merampas hak warga Korea Utara untuk bisa menikmati makanan. Kelaparan yang diciptakan pemimpin Korea Utara terhadap rakyatnya menyebabkan sedikitnya 1 sampai 1,5 juta rakyat Korea Utara meninggal.

Ketidakpedulian Kim jong-Un terhadap rakyatnya di tunjukan kembali dengan pembelian barang-barang mewah seperti piano, mobil, dan teater pribadi berkapasitas 1000 orang, dan hal ini telah di dokumentasikan dalam penyelidikan Komisi Perserikatan Bangsa-bangsa atau PBB terhadap hak asasi Pyongyang.

Laporan komisi PBB setebal 374 halaman menemukan pengeluaran Kim jong-Un terhadap barang-barang mewah mencapai Rp 8,4 triliun hanya dalam setahun. Ini dua kali lipat lebih banyak dari pengeluaran terakhir dilakukan ayahnya, yakni Rp 3,9 triliun dalam satu tahun.

Gila Basket

Kim Jong Un: Penggemar Basket yang Bersahabat dengan Dennis Rodman |  kumparan.com

Terpilihnya Kim Jong-Un sebagai Presiden Korea Utara setelah kematian ayahnya Kim Jong-Il pada Desember 2011 menimbulkan kecemasan atas situasi Semenanjung Korea dan nasib Korea Utara saat ini. Kemunculan Kim Jong-Un sebagai tanda tanya besar dipanggung dunia ketika ia mewarisi kediktatoran Korea Utara setelah kematian ayahnya Kim Jong-Il.

Sebelum Kim Jong-Un memegang kekuasaan kepemerintahan Korea Utara, hanya beberapa orang yang mendapatkan konfirmasi bahwa Kim Jong Un merupakan sosok nyata.

Debut resminya terjadi pada tahun 2010 ketika Kim Jong-Un diperkenalkan saat parade militer sebagai jenderal bintang empat dan wakil ketua Komisi Militer Pusat negara Korea Utara.

Tidak ada yang tahu berapa usianya, meskipun Korea Utara merayakan ulangtahunnya pada tanggal 8 Januari. Sumber informasi tidak dapat memastikan apakah dia lahir pada tahun 1982, 1983 atau 1984.

Banyak dari beberapa peneliti dan pengamat yang ingin menggali banyak informasi tentang dinasti Kim dengan harapan mampu belajar lebih banyak tentang sosok Kim Jong-Un yang dianggap kritikus dan tidak memungkinkan untuk dapat memerintah negara itu diantara saudara-saudaranya.

Akan tetapi hampir empat tahun menjalani kedikatorannya, dunia tampaknya masih belum bisa menjawab pertanyaan tentang siapa sebenarnya Kim Jong-Un. Menurut Lankov, seorang penulis buku “The Real North Korea: Life and Politics in the Failed Stalinist Utopia.

Seorang Kim Jong-Un tidak dapat diprediksi dan akan tetap tak terduga. Kim Jong-Un merupakan pemimpin yang masih sangat muda, emosional, dan tidak sabaran dalam membuat keputusan sehingga akan terlihat aneh.

Namun, hal itu tidak akan menghentikan peneliti dan pengamat atau pun kantor berita untuk menganalisis tindakan terbaru Kim dalam upaya untuk menilai pola pikirnya saat ini dan memprediksi langkah berikutnya.

Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa Kim Jong-Un juga dianggap sebagai bagian dari generasi cyberyang dipandang memiliki pendekatan yang lebih terbuka terhadap media dibandingkan dengan ayahnya.

Hal tersebut ditunjukan pada awal pemerintahannya, Kim Jong-Un menyiarkan tayangan tahun baru dan menyelenggarakan pertunjukan musik dengan istrinya.

Dipercayai Kim Jong-Un juga terbuka dengan budaya asing dan memiliki ketertarikannya dengan bangsa barat, hal tersebut dibuktikan pada tahun 2013 seorang mantan pemain basket profesional Dennis Rodman dibayar oleh pemerintah Korea Utara untuk kunjungan dua hari ke negara tersebut.

Sejak meninggalnya Kim Jong-Il pada Desember 2011 di usianya yang ke 69, media Korea Utara penuh berita mengenai pemerintahan putra ketiga Kim, Kim Jong-Un dikenal sebagai generasi penerus tercinta. Hanya setelah tiga tahun kematian ayahnya, Kim Jong-Un segera akuisisi kekuasaan negara itu.

Beberapa analisa mengatakan hal tersebut dilakukan hanya untuk menunjukan ketegasannya dalam memimpin dan untuk menghilangkan kekhawatiran tentang kemampuannya dalam memerintah.

Pada tanggal 11 April 2012, Kim Jong-un secara resmi ditunjuk sebagai “pemimpin tertinggi” dandianugerahi dengan gelar “sekretaris pertama” selama konferensi partai-4, pertemuan pertama negara besar politik sejak 2010.

Lalu Kim Jong-un juga dianugerahi gelar ‘Ketua Pertama’ dari NDC, sehinggamemungkinkan pemimpin baru untuk mengasumsikan kekuatan partai Korea Utara, militer dan negara leadership.

Hingga pada akhirnya, di tanggal 17 Juli 2012, Kim Jong-unjuga diberi gelar bernamaMarshal, pangkat militer tertinggi di Korea Utara, yang hanya sebelumnyadipegang oleh ayahnya dan kakeknya.

Pada tanggal 15 April 2012, Presiden baru Korea Utara ini berjanji untuk membiarkan orang-orang terbaik di dunia ini untuk dapat menikmati kekayaan dan kemakmuran sosialisme sebanyak yang mereka suka. Namun, konsep yang Kim Jong-Un lakukan tidak menimbulakan sesuatu yang serius untuk mengatasi kegagalan ekonomi Negaranya.

Sebaliknya ia lebih suka menuduh Amerika Serikat danembargo internasional atau menyalahkan pada kurangnya tanggung jawabantara pekerja, yang tidak mengerahkan diri mereka sendiri.

Percobaan nuklir dan rudal ditahun 2013 merupakan bentuk emosional agresif tradisional terhadap Korea Selatan dan sekutunya, mungkin sebuah peringatan bahwa pemimpin baru tidak akan mengubah kebijakan yang telah berlaku terhadap pemimpin sebelumnya dan tidak berniat meninggalkan ekonomi, politik dan asumsi militer yang merupakan dasar rezim dari Korea Utara.