Kini Viral, Ini 3 Fakta Video Seorang Pria Menendang dan Buang Sajen Gunung Semeru

Selasa, 11 Januari 2022, 17:25 WIB
35

Sebuah video viral perihal Gunung Semeru, baru-baru ini menghebohkan jagat media sosial Indonesia. Ada rekaman video yang beredar menampilan aksi seorang pemuda dengan nekatnya menendang sesajen di Gunung Semeru.

Video tersebut menimbulkan respon geram dari para netizen. Banyak warganet yang merasa kesal lantaran si pria selaku pelaku penendangan, tidak menghargai apa makna sesajen.

Padahal, sesajen merupakan hal yang masih dianggap sakral, serta menjadi budaya bagi masyarakat sekitar Gunung Semeru. Tak heran jika khalayak amat kesal, hingga hendak meminta aparat berwajib mengambil tindakan tegas.

Edisi Bonanza88 kali ini ingin mengulik persoalan tadi lewat artikel trivia. Penasaran? Ayo simak bersama ulasan kami di bawah ini.

1. Isi Video

Aksi pria menendang sesajen tersebut terjadi di kawasan Gunung Semeru, tepatnya di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.

Rekaman video memperlihatkan daerah terdampak letusan Gunung Semeru. Lalu pria perekam video itu menyorot kaki seorang laki-laki yang menendang sebuah baskom berwarna biru.

Baskom yang berisikan sajen dari warga setempat itu lalu ditendang dan dibuang ke tepi jurang. Pria itu diduga menendang sambil melafalkan takbir.

Setelah itu, kamera pun menyorot lingkungan sekitar dan seorang laki-laki menggunakan baju abu-abu berompi hitam yang diduga sebagai orang yang menendang sesajen tadi.

Lalu, sang perekam pergi ke tempat lain. Kali ini, di atas sebuah batu yang diduga sebuah prasasti terlihat sebuah sajen lain beralaskan anyaman dari dedaunan.

Lagi-lagi sajen itu dibuang dari atas batu dan dijatuhkan ke tanah berserakan begitu saja. Pelaku pembuangan kali ini, diduga dilakukan oleh sang perekam video itu sendiri.

2. Diduga Bukan Warga Asli Setempat

Video viral ternyata telah mendapat perhatian dari pihak Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Berdasarkan analisis sementara, Thoqriqul yakin kalau pria yang menjadi pelaku penendangan sesajen bukanlah warga asli setempat.

“Saya pastikan (pelaku) bukan orang Lumajang. Ini orang yang datang dari luar,” ujar Thoriqul.

“Saya minta segera dicari, pelaku harus mengklarifikasi supaya tidak mengganggu kami yang ada di Lumajang disaat damai ini,” ungkapnya.

3. Kalangan Pendakwah Ikut Berkomentar

Pendakwah Gus Miftah juga ikut mengecam aksi pria yang menendang sesajen. Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji itu mengingatkan agar siapapun tidak merasa paling benar.

“Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka,” ungkapnya.