Kisah Jesse Owens, Atlet AS yang Sukses Permalukan Nazi dan Hitler di Olimpiade 1936

Rabu, 28 Juli 2021, 10:58 WIB
80

Eksistensi Jesse Owens sebagai atlet lari pada masa lalu tak hanya sekedar menghadirkan prestasi olahraga. Kiprah Jesse Owens melebihi pencapaian-pencapaian rekan sejawatnya. Bagaimana tidak, berkat kecakapannya dalam berlari, ia sukses mempermalukan partai fasis besar Jerman, Nazi, sekaligus sang pemimpin, Adolf Hitler.

Awal tahun 1933, Adolf Hitler, pemimpin Partai Pekerja Sosialis Nasional Jerman; alias partai Nazi, naik pangkat menduduki jabatan kanselir Jerman.

Gates Of Olympus

Tak lama berselang pasca pelantikannya, Hitler membuat menyusun rencana untuk membuat gebrakan berskala internasional. Hitler ingin status Jerman yang menjadi tuan rumah Olimpiade 1936, baik musim panas maupun musim dingin, sukses besar dan mengagumkan dunia.

Kekuasaan Hitler pun memerintahkan anak buahnya untuk mematangkan masa persiapan semaksimal mungkin. Dana dikucurkan membangun stadion-stadion olahraga baru.

Bahkan pemerintahan Hitler mengagendakan pembangunan bandara internasional yang nantinya menyambut para atlet negara-negara lain.

Konsep rancangan Hitler tidak sekedar menciptakan infrastruktur kelas wahid. Olimpiade Musim Panas 1936 ingin dijadikan Hitler sebagai ajang olahraga pertama yang dapat ditonton oleh seluruh masyarakat dunia lewat siaran televisi. Hitler benar-benar serius meningkatkan citra Jerman di hadapan publik.

Walau terkesan baik, Hitler sejatinya merusak prinsip dasar penyelenggaraan Olimpiade. Sedari edisi pertama pada 1896, Olimpiade selalu mengedepankan semangat persatuan. Olimpiade merupakan wadah yang menampilkan beragam ras dan budaya melalui balutan kompetisi olahraga.

Rise of Olympus

Adapun praktek yang dijalankan Hitler selaku Fuhrer; dalam bahasa Jerman artinya pemimpin; tidak sepenuhnya mengutamakan prinsipi persatuan dan kesatuan. Seperti yang kita ketahui bersama, Hitler membenci orang-orang dengan ras Yahudi. Hitler pun menyingkirkan atlet-atlet keturunan Yahuhi dari jajaran kontingen Jerman.

Salah satu atlet Jerman keturunan Yahudi yang disingkirkan ialah Gretel Bergmann. Gretel sejatinya piawai sebagai atlet lompat tinggi. Sebelum Olimpiade 1936 bergulir, Gretel melakukan persiapan bersama Jerman dengan catatan mengesankan.

Saat 14 hari sebelum acara pembukaan Olimpiade 1936 dilangsungkan di Berlin, Gretel tiba-tiba dicoret dari skuat lompat tinggi Jerman. Alasan yang didapat Gretel lantaran kinerjanya kurang apik.

Padahal kenyataannya tidak demikian, Gretel dilarang ikut Olimpiade 1936 oleh negaranya sendiri karena punya latar belakang ras Yahudi.

Hitler Mengawasi Jesse Owens

Jesse Owens: American Experience | WXXI

Sebelum Olimpiade 1936, Jesse Owens telah menciptakan sensasi di cabang olahraga lari Amerika Serikat. Pria keturunan Afrika-Amerika ini menciptakan sejumlah catatan mengesankan.

Salah satunya dalam ajang olahraga level perguruan tinggi, Big Ten Championship 1935. Jesse Owens yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas, mampu memecahkan rekor dunia jarak 100 yard kala itu.

Sebenarnya bukan Jesse Owens saja yang punya latar belakang keturunan Afrika-Amerika serta punya pencapaian mengesankan di cabang olahraga lari Amerika Serikat. Pada Olimpiade 1932, atlet Afrika-Amerika bernama Ralph Metcalfe, berhasil meraih medali perak. Ralph juga sukses memecahkan rekor dunia lari jarak 100 meter.

Sementara Hitler yang mempersiapkan kematangan Jerman sebagai tuan rumah Olimpiade 1936, turut mengawasi kiprah Owens dan Ralph. Hitler ingin segalanya sempurna untuk Jerman.

Medali emas semua cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 1936, diharapkan Hitler dimenangkan seluruhnya oleh atlet kontingen Jerman. Artinya, Hitler merasa kecakapan Owens serta Ralph dapat menganggu impian kesempuraan tadi. Jerman bukan mustahil tak mendapat apa-apa di cabang olahraga lari.

Problematika dari Amerika

Hitler's Influence in the US Was Greater Than You May Think | Time

Amerika dan Jerman memang bermusuhan dalam Perang Dunia II. Namun perperangan baru dimulai pada 1939, tiga tahun sebelum Olimpiade Berlin 1936. Menariknya, konflik antara Amerika dan Jerman sudah terjadi ketika ajang Olimpiade Berlin 1936 masih dalam tahap persiapan.

Pemerintah Amerika mencium gelagat Hitler yang mencederai semangat persatuan Olimpiade. Pejabat Negeri Paman Sam tahu praktek Hitler yang menyingkirkan orang-orang Yahudi. Mengingat Amerika Serikat cukup erat berkaitan dengan Yahudi, mereka pun hendak memprotes sikap Hitler.

Protes awalnya dijalankan secara serius. Amerika Serikat mengancam mengundurkan diri dari keikutsertaan dalam ajang Olimpiade Berlin 1936. Pemerintah Amerika merasa keselamatan atlet-atletnya bakal terancam apabila nanti jadi pergi ke Jerman.

Ketegangan kian memanas setelah Presiden Persatuan Atletik Amatir Amerika, Jeremiah Mahoney, melontarkan pendapatnya. Jeremiah menduga kalau penyelenggaraan Olimpiade Berlin 1936 bakal jadi unjuk gigi Partai Nazi pimpinan Hitler. Menurut Jeremiah, iklim olahraga terancam dirusak oleh agenda politik Hitler bersama jajaran Nazi.

Kepala Komite Olimpiade Amerika, Avry Brundage, coba meredakan ketegangan. Avry yakin Olimpiade akan bersih dari unsur politik. Bagi Avry, Olimpiade merupakan tempat unjuk gigi para atlet, bukan politisi seperti Hitler.

Jesse Owens mendengar niat negaranya yang ingin undur diri dari Olimpiade 1936. Pandangan Jesse Owens lantas bertentangan dengan apa yang digembor-gemborkan pemerintah US.

Selaku orang kulit hitam yang tumbuh besar di Amerika, Jesse Owens terbiasa mendapat ketidaksetaraan dan perlakuan rasis. Jesse Owens berpendapat bahwa Amerika sangatlah munafik apabila mau mengundurkan diri hanya karena melihat Jerman yang rasis terhadap bangsa Yahudi.

Tanpa ragu, Jesse Owens turut menyuarakan keinginannya untuk terjun berlaga di Olimpiade 1936. Jesse Owens mendesak agar pemerintah Amerika tidak bersikap pengecut serta mengurungkan niat mengundurkan diri.

Jesse Owens Beraksi

Today in History: Ohio State's Jesse Owens won first of his 4 gold medals

Mungkin protes Jesse Owens didengar oleh otoritas berwenang Amerika. Jesse Owens bersama seluruh kontingen Amerika akhirnya jadi ikut serta dalam perhelatan Olimpiade 1936.

Walau tetap ada kekhawatiran kalau Jerman bakal berulah terhadap kontingen Amerika, Jesse Owens tetap fokus pada tujuannya, yakni meraih prestasi.

Jesse Owens pun memanfaatkan kesempatan berlomba di Olimpiade 1936 dengan sebaik mungkin. Ikut dalam pertandingan lari jarak 100 meter, Jesse Owens berhasil menjadi yang terbaik alias finis pertama. Medali emas perdana disumbangkan Jesse Owens untuk Amerika.

Berlanjut ke pertandingan lompat jauh, Jesse Owens kembali menunjukkan tajinya sebagai atlet hebat Negeri Paman Sam. Laga ini sejatinya berjalan cukup sulit, sebab Jerman punya jagoan lompat jauh lewat diri atlet bernama Luz Long. Tapi Jesse Owens tak gentar menghadapi ketangguha Luz Long yang bermain di depan publik sendiri.

Jesse Owens mencatatkan lompatan berjarak 8,06 meter. Sementara Luz Long hanya menorehkan lompatan 7,87 meter.

Tidak ada peserta lomba lainnya yang mampu menyamai jarak lompatan Jesse Owens dan Luz Long. Alhasil, Jesse Owens lagi-lagi keluar sebagai yang terbaik sekaligus meraih medali emas kedua.

Seakan belum puas, Jesse Owens berusaha meneruskan kegemilangannya di pertandingan lari jarak 200 meter. Saingan terberat Jesse Owens dalam nomor lari 200 meter hanyalah rekan senegaranya sendiri, Mack Robinson.

Jesse Owens tentu telah hafal bagaimana kekuatan Mack Robinson. Alhasil, Jesse Owens kembali menjadi juara, finis dengan catatan waktu 20,7 detik dan berhak membawa medali emas ketiga.

Tiga medali emas harusnya sudah membuat Jesse Owens berbangga. Namun sepertinya pencapaian itu belum cukup untuk memuaskan dahaganya dalam berprestasi. Jesse Owens coba menambah koleksi medali emasnya lewat perlombaan lari nomor 4 x 100.

Setim dengan Ralph Metcalfe, Foy Draper, dan Frank Wykoff, aksi Jesse Owens untuk keempat kalinya meraih medali emas. Jesse Owens dan kolega finis terbaik dengan catatan waktu 39,8 detik. Adapun tim Jerman menempati urutan ketiga alias medali perunggu dengan torehan waktu 41,2 detik.

Mengoleksi empat medali emas lantas membuat Jesse Owens memecahkan sebuah rekor tersendiri. Jesse Owens menjadi atlet Amerika pertama yang bisa meraih empat medali emas di lintasan lomba Olimpiade.

Data yang dihimpun Edisi Bonanza88, rekor Jesse Owens pada kemudian hari baru bisa disamai 48 tahun kemudian oleh Carl Lewis yang menorehkan prestasi serupa di Olimpiade 1984.

Di sisi lain, ada kabar yang menyebut bahwa Adolf Hitler amat murka melihat atlet Amerika seperti Jesse Owens mampu berjaya di tanah Jerman. Hitler tak terima atlet-atlet Jerman kebanggaannya dipermalukan oleh Jesse Owens. Saking gusarnya, Hitler enggan memberikan ucapan selamat kepada siapapun peraih medali emas yang non-Jerman.

Tapi ada laporan versi lain yang mengatakan sempat melihat Hitler bertepuk tangan ketika menyaksikan pertandingan lari di mana Jesse Owens meraih medali emas. Hitler diduga rela mengeluarkan tenaga untuk bertepuk tangan lantaran terbawa suasana pengunjung venue lomba yang hampir semuanya riuh memberikan apresiasi kepada Jesse Owens.

Jerman Tetap Berbangga di Balik Kesuksesan Jesse Owens

Jesse OWENS

Wajar kalau Hitler sampai dibuat begitu resah atas kesuksesan Jesse Owens yang mampu menggondol empat medali emas di Olimpiade Berlin 1936. Sedari awal Hitler menargetkan kalau Jerman haruslah sempurna membawa pulang semua medali emas. Tapi di balik kemuraman tersebut, Hitler, Nazi, dan Jerman tetaplah bisa berbangga.

Tabel klasemen perolehan medali memperlihatkan Jerman di posisi puncak alias juara umum Olimpiade 1936. Jerman mendulang total 89 medali yang 33 di antaranya berupa medali emas. Posisi Jerman ditempel ketat oleh Amerika yang menempati urutan kedua lewat koleksi total 56 medali (24 medali emas).

Bahkan ketika Olimpiade 1936 berakhir, Hitler menemui kenyataan kalau propagandanya mencapai keberhasilan. Hitler memperlihatkan kepada dunia tentang keramahan orang-orang Jerman dan partai Nazi. Meskipun tak lama setelah Olimpiade 1936, Jerman melancarkan aksi keji membasmi kaum Yahudi dan memulai Perang Dunia II.