Kobaran Api Raksasa Muncul di Tengah Laut, Apa yang Terjadi?

Selasa, 13 Juli 2021, 09:02 WIB
40

Api raksasa berkobar dan membubung tinggi hingga ratusan meter berkobar di laut Kaspia, dekat negara Azerbaijan, pada awal Juli lalu setelah Matahari terbenam.

Kobaran api itu dapat terlihat di kejauhan dan menyajikan pemandangan yang cukup menakutkan. Penyebab pastinya belum diketahui. Akan tetapi perusahaan minyak Azerbaijan, Socar, menyebut bahwa indikasi awal kemungkinan biang keladinya adalah gunung api lumpur.

Laut Kaspia memang punya konsentrasi tinggi gunung berapi lumpur yang sesuai namanya, memuntahkan lumpur serta juga gas yang mudah terbakar. Di area itu juga banyak ladang minyak dan gas, namun menurut Socar tidak ada kerusakan akibat ledakan tersebut dan juga tidak ada korban luka maupun jiwa.

Juru bicara Socar, Ibrahim Ahmadov, menyatakan ledakan lokasinya sekitar 10 kilometer dari ladang gas Umid. Di pihak lain, pakar gunung berapi Mark Tingay dari University of Adelaide setuju bahwa kemungkinan kobaran api berasal dari gunung berapi lumpur.

“Ada sekitar 1.100 gunung api lumpur yang telah teridentifikasi di seluruh dunia dan hampir 400 di antaranya bisa ditemukan di sekitar Azerbaijan,” kata ahli cuaca dari AccuWeather, Tyler Roys.

“Erupsi gunung berapi lumpur dipicu oleh cadangan lumpur dalam yang terhubung dengan permukaan,” paparnya lagi yang dikutip Bonanza88 dari dari United Press International.

Sedangkan mayoritas gas yang dilepaskan dalam erupsi adalah metana. Dalam konsentrasi yang tepat, gas metana ini sangat mudah terbakar dan seperti meledak sehingga terjadilah kobaran api.

Ledakan semacam ini sebenarnya fenomena langka, namun sudah pernah terjadi sebelumnya. Pada tahun 1920 dan 1945, juga pernah terjadi erupsi besar di sekitar wilayah itu berdasarkan catatan ilmuwan.

Meski demikian, The Guardian melaporkan bahwa para ahli masih belum mengetahui pasti penyebab ledakan itu memicu kobaran api. Namun menurut para ahli, teori paling memungkinkan adalah batu-batu dari ledakan itu bergesekan di udara sehingga menyebabkan percik api.

Secara keseluruhan, Azerbaijan memang dikenal dengan sebutan “Tanah Api” karena memiliki begitu banyak sumber daya minyak dan gas alami. Penjelajah Marco Polo juga pernah menulis mengenai kebakaran akibat gas di kawasan tersebut pada Abad ke-13.

Tags:

BERITA TERKAIT