Korban Predator Seksual Terparah dalam Sejarah Inggris Reynhard Sinaga Akhirnya Buka Suara

Selasa, 05 Oktober 2021, 23:35 WIB
21

Reynhard merupakan seorang predator seksual asal Indonesia yang diperkirakan telah setubuhi sedikitnya 48 pria di apartemennya di Machester, Inggris. Bahkan disebut-sebut korbannya mencapai 200 orang.

Media Inggris BBC memberitakan bahwa belum lama ini aparat berwajib Manchester Raya baru-baru ini merilis foto Reynhard Sinaga saat dia ditangkap dalam kondisi babak belur pada 2017 lalu.

Kejahatan Reynhard terungkap ketika salah satu korbannya, yang mana adalah seorang atlet, siuman dari obat bius dan melakukan perlawanan.

Dalam foto itu, Reynhard terlihat memiliki luka lebam di kedua matanya. Tak hanya itu, selotip medis juga tampak di bagian alis mata predator seks ini.

Pada 2 Juni 2017 pria yang akrab disapa Rey ini dilaporkan memperkosa seorang pria di kediamannya. Rey membawa pria itu ke apartemen lalu membiusnya dengan minuman. Setelah korban kehilangan kesadaran, Rey langsung melakukan pemerkosaan.

Namun, tidak seperti yang lain, korban satu ini sadar lebih cepat. Korban kaget begitu melihat Rey dalam keadaan tanpa busana, dan berusaha melawan.

Perkelahian pun terjadi, Rey terluka dan dibawa ke rumah sakit. Korban diinterogasi oleh polisi dan ditangkap karena dicurigai melakukan penyerangan.

Namun, status si korban berubah ketika penyidik memeriksa ponsel Rey dan menemukan beberapa video pemerkosaan. Polisi kemudian menelusuri para korban yang diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang.

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2021/10/05/615b817d709b4-korban-reynhard-sinaga-dalam-kasus-pemerkosaan-terbesar-di-inggris-angkat-bicara-untuk-bisa-bicara-bahwa-saya-telah-diperkosa-adalah-hal-sulit_375_211.jpg

Daniel, salah satu korban yang akhirnya memutuskan berani buka suara. Daniel mengatakan bahwa dia tidak ingat sama sekali saat peristiwa memalukan itu terjadi.

Dia baru tahu bahwa dirinya merupakan korban pemerkosaan ketika detektif Manchester menunjukkan foto-foto ketika dia diperkosa, dua tahun kemudian.

“Sungguh mengerikan melihat diri Anda begitu tak berdaya dalam foto-foto yang diambil orang lain,” kata dia mengawali pembicaraan.

“Anda bisa lihat aku (seakan) koma. Aku terlihat mati,” katanya

Reynhard menjalani hukuman minimal 40 tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas 159 pelanggaran seksual pada Januari 2020.

Reynhard, yang berusia 38 tahun, menguntit korbannya pada malam hari. Dia mencari pria yang terpisah dari teman-temannya, kemudian membawa mereka ke apartemennya di Princess Street, Manchester.

Daniel menceritakan, pada tahun 2015 dia keluar pada malam hari untuk merayakan ulang tahun temannya. Setelah itu, mereka tengah mencari taksi untuk pulang.

“Saya perlu ke toilet jadi saya pergi ke gang. Saya tidak ingat apa-apa setelah itu,” katanya. Keesokan paginya, dia terbangun di sofa dengan berpakaian lengkap. Dia merasa grogi dan tidak dapat mengingat apapun.

“Lalu saya melihat kaki seseorang berjalan dan saya hanya membeku. Dan kemudian mereka meninggalkan ruangan. Saya baru saja bangun dan berlari keluar pintu,” jelas dia.

Daniel mengatakan dia tidak pernah berpikir untuk melapor pada polisi karena dia meragukan apa yang telah terjadi.

Kemudian pada Juni 2017, seorang detektif yang menginvestigasi kasus Reynhard datang menemuinya. Detektif itu memberitahunya apa yang terjadi pada jam-jam yang hilang dari ingatannya itu.

“Saya bisa melihat cara dia melihat saya [bahwa] dia mengenali saya,” katanya.

Daniel mengatakan, detektif itu menunjukkan foto-foto serangan yang terjadi pada malam itu. “Tidak dapat disangkal itu adalah saya. Anda bisa melihat tato saya,” tutupnya.