Kutukan Timnas Indonesia di Gelaran Piala AFF: Selalu Kalah di Final

Kamis, 02 Desember 2021, 01:10 WIB
95

Timnas Indonesia sebenarnya dulu dianggap sebagai salah satu macan Asia Tenggara, tapi itu cerita lama. Pada dasarnya Timnas Indonesia tidak pernah jadi juara Piala AFF yang merupakan turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara.

Faktanya juga sebenarnya sejak dimulai Piala AFF, sudah ada banyak tim pernah jadi juara. Mulai dari Thailand, Malaysia, Vietnam hingga Singapura sudah pernah juara Piala AFF semuanya.

Sedangkan Timnas Indonesia malah menjadi raja runner up alias selalu hanya bisa bertahan hingga menjadi runner up saja. Tercatat, Timnas Indonesia sudah menjadi runner up sebanyak 5 kali dan itu menjadi salah satu catatan terbanyak.

Padahal dari masa ke masa, Timnas Indonesia selalu punya tim yang sangat kuat dari sisi kiper, bek, gelandang hingga striker, semuanya sangat kuat. Dulu Timnas Indonesia punya banyak kiper hebat seperti Hendro Kartiko hingga Kurnia Meiga.

Sedangkan untuk posisi bek, Timnas Indonesia ada banyak pilihan seperti Aji Santoso hingga sekarang ada Asnawi Mangkualam. Dari gelandang, ada dari Bima Sakti hingga sekarang Evan Dimas Darmono.

Sedangkan striker dari Kurniawan Dwi Yulianto hingga sekarang ada Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo. Intinya Timnas Indonesia selalu punya tim yang hebat dan seharusnya bisa jadi juara.

Namun yang namanya nasib di mana Timnas Indonesia adalah negara paling di gelaran Piala AFF. Timnas Indonesia selalu sial karena prestasi terbaiknya hanya bisa lima kali jadi finalis alias runner up saja.

Padahal dengan kualitas yang dimiliki oleh Timnas Indonesia seharusnya bisa untuk menjadi juara Piala AFF.Timnas Indonesia tercatat sudah gagal di final Piala AFF 2000, final Piala AFF 2002, final Piala AFF 2004, final Piala AFF 2010, dan final Piala AFF 2016.

Berikut ini akan kami hadirkan kisah sedih bagaimana Timnas Indonesia selalu gagal di final Piala AFF sampai 5 kali. Kita tentu harus mulai dari final Piala AFF pertama pada edisi tahun 2000.

 

Piala AFF 2000

Pada ajang Piala AFF 2000, Timnas Indonesia bertemu dengan Thailand, Myanmar dan Filipina pada grup A. Praktis hanya Thailand yang menjadi lawan terberat Timnas Indonesia dan ternyata benar saja dengan prediksi itu.

Soalnya Timnas Indonesia hanya kalah dari Thailand, sedangkan Myanmar dan Filipina berhasil dibantai balik. Timnas Indonesia saat itu harus menyerah dengan skor sangat telak, 1-4 dari Thailand.

Satu-satunya gol Timnas Indonesia hanya bisa dicetak oleh Gendut Doni sedangkan Thailand membalasnya dengan 4 gol. Timnas Indonesia kemudian berhasil lolos ke semifinal mendampingi Thailand yang tampil sempurna.

Di babak semifinal, Timnas Indonesia harus bertemu dengan lawan yang sangat kuat saat itu yaitu Vietnam. Vietnam saat itu cukup ditakuti karena dikenal memiliki semangat daya juang tinggi sehingga sulit dikalahkan.

Timnas Indonesia terbukti selalu skornya disamakan oleh Vietnam hingga membuat skor menjadi imbang 2-2. di babak perpanjangan waktu, Timnas Indonesia akhirnya berhasil lolos hingga babak final.

Hal itu terjadi karena Gendut Doni berhasil mencetak gol emas di menit 120 membuat Timnas Indonesia menang 3-2 atas Vietnam. Pada babak final sendiri, Timnas Indonesia bertemu kembali dengan Thailand, tim yang sudah membantai kita sebelumnya.

Di babak final ternyata Timnas Indonesia kembali harus dibantai kembali oleh Thailand dengan skor sama lagi yaitu 1-4. Uston Nawawi menjadi satu-satunya pencetak gol hiburan dari Timnas Indonesia ke gawang Thailand.

Sedangkan di Thailand ada Worrawoot Srimaka dan Tanongsak Prajakkata yang masing-masing mencetak 2 gol atau brace. Kalah 1-4 membuat Timnas Indonesia harus menjadi runner up saja di Piala AFF dan menjadi awal kisah sedih Timnas Indonesia di Piala AFF.

 

Piala AFF 2002

Setelah gagal di Piala AFF 2000, Timnas Indonesia mencoba peruntungannya pada ajang Piala AFF 2002 atau edisi selanjutnya. Timnas Indonesia kebetulan menjadi tuan rumah sehingga memiliki peluang besar untuk menjadi juara pada ajang edisi ini.

Timnas Indonesia sendiri bisa dikatakan tergabung dalam grup yang cukup mudah seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Vietnam memang sulit tapi sisanya adalah lawan yang relatif lebih mudah dari pada lainnya.

Akan tetapi anggapan itu ternyata salah karena di laga awal melawan Myanmar saja, Timnas Indonesia ternyata harus tertahan imbang tanpa gol. Untungnya di laga kedua melawan Kamboja, Timnas Indonesia berhasil bangkit dengan mengalahkan Kamboja dengan skor telak 4-2.

Bambang Pamungkas jadi bintang pada pertandingan itu dengan mencetak hattrick dalam laga tersebut. Kemenangan atas Kamboja itu ternyata tak membuat Timnas Indonesia bangkit karena di laga selanjutnya, kita malah ditahan imbang 2-2 oleh Vietnam.

Hasil itu membuat Timnas Indonesia harus membantai Filipina kalau mau lolos ke babak selanjutnya. Ternyata secara ajaib, Timnas Indonesia berhasil menunaikan tugas itu dengan luar biasa di mana Filipina berhasil dibantai dengan skor 1-13.

Bambang Pamungkas dan Zaenal Arif tampil kesetanan dalam pertandingan itu dengan masing-masing mencetak 4 gol bagi Timnas Indonesia. Sedangkan sisanya berasal dari Budi Sudarsono, Imran Nahumarury, Bejo Sugiantoro dan bunuh diri dari Filipina.

Tiba di babak semifinal, Timnas Indonesia kemudian dihadang oleh Malaysia dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Gelora Bung Karno. Adalah Bambang Pamungkas yang kemudian berhasil membawa Timnas Indonesia menang dengan skor 1-0.

Memasuki babak final, Timnas Indonesia kembali harus bentrok dengan Thailand. Pertandingan sengit pun terjadi di mana Timnas Indonesia rupanya sempat tertinggal 0-2 dari Thailand di babak pertama.

Tapi perjuangan Timnas Indonesia akhirnya berhasil memaksa pertandingan berlanjut hingga ke babak drama adu penalti. Sayang, Timnas Indonesia pada akhirnya harus tetap menelan kekalahan di drama adu penalti melawan Thailand dan kembali harus menjadi finalis atau runner up.

 

Piala AFF 2004

Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, di Piala AFF 2004, Timnas Indonesia tampil sangat meyakinkan sejak fase grup. Meski dihadang oleh Vietnam, Singapura, Laos dan Kamboja, Timnas Indonesia berhasil lolos ke babak semifinal dengan sangat meyakinkan.

Di mana, Timnas Indonesia tak pernah kalah dan tidak pernah juga kebobolan sepanjang pertandingan fase grup. Bahkan mengerikannya, Timnas Indonesia bisa cetak 17 gol hanya dalam 4 pertandingan yang artinya itu sangat tidak normal.

Dalam setiap per pertandingannya, Timnas Indonesia minimal mampu mencetak 4 gol ke gawang lawan. Memang Timnas Indonesia tampil begitu luar biasa dengan hanya bisa ditahan imbang oleh Singapura saja.

Bahkan tuan rumah Vietnam saja tak kuasa dan harus menanggung malu di hadapan pendukungnya sendiri, karena mereka harus kalah 0-3. Timnas Indonesia pun melaju ke babak semifinal untuk bertemu dengan Malaysia.

Nasib buruk pun menghampiri Timnas Indonesia di mana mereka harus kalah 1-2 di kandangnya sendiri saat harus menjamu Malaysia. Liew Kit Kong saat itu menjadi musuh besar Timnas Indonesia usai mencetak 2 gol di Jakarta.

Situasi sulit pun dialami oleh Timnas Indonesia di leg kedua semifinal karena langsung kebobolan 0-1 dari Malaysia. Tapi perjuangan heroik Timnas Indonesia akhirnya berbuah hasil dengan kemenangan berbalik 4-1 di kandangnya Malaysia.

Sayangnya Timnas Indonesia kembali harus menelan kekalahan di babak final setelah kalah dalam 2 leg dengan Singapura. Sempat kalah 1-3 dari Singapura di leg pertama, Timnas Indonesia rupanya kembali kalah 1-2 begitu main di kandang lawan pada leg kedua.

Pada akhirnya Timnas Indonesia kembali kalah di final yang kali ini berasal dari Singapura. Meski begitu ada satu pemain yang menyita perhatian yaitu Boaz Solossa yang bermain begitu luar biasa meski dirinya masih sangat muda.

 

Piala AFF 2010

Pada Piala AFF 2010, kembali Timnas Indonesia bermain di rumah sendiri dengan harapan bisa menjadi juara pada turnamen tersebut. Timnas Indonesia pun tampil begitu luar biasa dengan selalu menang atas Malaysia, Laos dan Thailand.

Bahkan Malaysia yang merupakan musuh bebuyutan Timnas Indonesia berhasil dibantai dengan skor 1-5. Di sini Timnas Indonesia benar-benar berada di atas angin karena sudah berhasil selalu menang selama fase grup dengan skor meyakinkan semuanya.

Memasuki babak semifinal, Timnas Indonesia rupanya dihadang oleh Filipina yang saat itu menjadi kuda hitam. Soalnya, Filipina saat itu diperkuat banyak sekali pemain naturalisasi dan sempat menang atas Vietnam yang merupakan tim unggulan.

Meski bermain dalam dua leg di Jakarta, Timnas Indonesia benar-benar mengalami kesulitan dalam laga melawan Filipina di babak semifinal. Soalnya Timnas Indonesia memang selalu menang 1-0 atas Filipina dalam 2 leg.

Tapi itu terjadi dengan Timnas Indonesia harus mencetak gol cantik dari Cristian Gonzales. Satu gol dari sundulan yang presisi dari Gonzales, sedangkan satunya lagi berasal dari tendangan jarak jauhnya.

Timnas Indonesia pun melaju ke babak final untuk bertemu dengan Malaysia yang sebelumnya sudah dibantai 1-5 oleh kita. Banyak orang prediksi kalau Timnas Indonesia bisa meraih kemenangan atas Malaysia karena sudah dibantai sebelumnya.

Namun yang terjadi adalah cerita antiklimaks di mana Timnas Indonesia langsung kalah 0-3 dari Malaysia ketika main di Bukit Jalil. Saat bermain di Jakarta, Timnas Indonesia kemudian hanya bisa menang tipis 2-1 sehingga harus kembali menelan pil pahit hanya menjadi runner up saja.

 

Piala AFF 2016

Memasuki Piala AFF 2016, Timnas Indonesia kembali harus mengalami kekecewaan, bahkan kita hampir saja tersingkir di fase grup. Jika gagal mengalahkan Singapura di laga terakhir, Timnas Indonesia bisa saja tersingkir dari fase grup.

Tapi untungnya, Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan atas Singapura sehingga berhak untuk main di semifinal melawan Vietnam. Melawan Vietnam, jelas tidak mudah bagi Timnas Indonesia soalnya mereka hanya bisa menang 2-1 saat di Jakarta.

Sedangkan saat tandang ke Vietnam, Timnas Indonesia mati-matian bisa bertahan hingga akhirnya harus kalah 1-2. Laga berlanjut ke babak tambahan di mana Timnas Indonesia berhasil mencetak satu gol lagi yang kemudian membawa mereka ke babak final.

Melawan Thailand lagi, Timnas Indonesia sempat berada di atas angina dengan unggu;l 2-1 ketika laga dimainkan di Jakarta. Sayang ketika harus main di Thailand, Timnas Indonesia kembali harus kalah 0-2 sehingga lagi-lagi gagal juara Piala AFF karena kalah agregat 2-3.