Melihat Kelezatan Croffle, Makanan Viral 2021 yang Sejarahnya Masih Sangat Abu-abu

Jumat, 31 Desember 2021, 18:54 WIB
38

Edisi Bonanza88, Jakarta – Menikmati hidangan kuliner jadi sebuah kegiatan manusia yang tak akan pernah terhalang oleh situasi apapun. Orang-orang yang menderita kelaparan serta dilanda kemiskinan saja, tujuan utamanya pasti berusaha keras mencari cara agar bisa mendapatkan makanan dan minuman untuk disantap. Maka sungguh tak heran kalau sektor kuliner terus mendapat atensi besar dari publik, meski dunia dua tahun terakhir sedang kacau akibat pandemi virus corona.

Bukti nyata dapat kita lihat langsung dari munculnya beberapa tren perihal sajian kuliner. Tahun 2020 lalu, khalayak dihebohkan oleh jenis minuman viral bernama es kopi dalgona yang popularitasnya melejit di media sosial. Warga Indonesia mendadak ramai mengonsumsi minuman ini. Bahkan sampai ada kalangan yang bereksperimen membuat es kopi dalgona sendiri, kemudian dijual dan dijadikan bisnis.

Memasuki tahun 2021, muncul tren baru yakni croffle, sebuah makanan ringan makanan alias kudapan yang mendadak heboh diperbincangkan netizen. Polanya kurang lebih sama seperti es kopi dalgona; viral di media sosial, baru selanjutnya banyak dikonsumsi warga Indonesia. Sejumlah restoran pun akhirnya berbondong-bondong menjajakan croffle demi mengikuti tren, mencari untung, sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.

Apa faktor yang memicu pamor croffle melejit secara tiba-tiba? Media sosial tentu memberikan dampak besar. Namun itu mungkin tidak akan terjadi tanpa peran seorang publik figur asal Korea Selatan, Kang Min-kyung. Wanita yang kariernya mayoritas di bidang tarik suara dan akting tersebut, menampilkan hidangan croffle dalam konten video kanal Youtube pribadinya. Setelah video tadi rilis, warganet langsung terfokus kepada kelezatan croffle yang disebut Kang Min-kyung sebagai makanan favoritnya.

Sorotan akan croffle yang dipopulerkan Kang Min-kyung awalnya hanya sebatas lingkup netizen lokal Korea Selatan. Cakupannya juga cuma menyentuh masyarakat usia muda, khususnya remaja. Tapi kehebatan teknologi media sosial perlahan mampu mengantarkan tren croffle tereskpor ke luar Negeri Ginseng, sampai didengar oleh warganet Indonesia kalangan pecinta K-pop.

Persebaran tren croffle di Indonesia lantas makin masif lantaran yang tertarik menjajalnya bukan cuma penggemar K-pop saja. Seperti yang sudah kami sebutkan, mulai ramai publik Tanah Air yang kemudian coba memasak croffle sendiri. Kondisinya juga kian diperkuat oleh geliat sejumlah konten kreator Indonesia. Baik Youtuber, Selebgram, atau Artis Tik Tok, silih berganti mengunggah video tentang pendapat mereka saat mencicipi croffle.

Belum berhenti sampai di situ, warganet yang tidak punya keahlian cakap dalam memasak, penasaran mencari penjual croffle dengan cita rasa terbaik. Efeknya, banyak pelaku bisnis kuliner yang lantas berlomba meracik resep croffle supaya laku di pasaran. Bagi beberapa restoran yang kelezatan croffle buatan mereka benar-benar enak, pasti bisnis mereka dipadati antrean pembeli.

Proses Memasak yang Tak Boleh Sembarangan

Resep Croffle alias Croissant Waffle Halaman all - Kompas.com

Croffle memanglah menjadi kuliner yang tren di tahun 2021. Tapi soal cara memasaknya, tak semua orang bisa melakukannya dengan benar. Ada saja yang hasil masakannya menemui kegagalan dan menimbulkan cita rasa kurang sedap. Seperti yang dialami oleh personil grup musik Korea Selatan EXO, Baekhyun.

Suatu ketika, Baekhyun coba mengikuti tren dengan mencicipi hidangan croffle. Momen ini diabadikan sekaligus dibagikan Baekhyun lewat video yang diunggahnya ke media sosial. Sungguh disayangkan, croffle yang disantap Baekhyun cita rasanya kurang sempurna. Teksturnya sama sekali tidak lembut, bahkan terkesan keras hingga membuat Baekhyun berhenti memakannya.

Sepintas, proses memasak croffle tampak terlihat amat sederhana. Seseorang hanya perlu meracik adonan croissant untuk dipanaskan ke dalam wajan yang ada cetakan waffle. Walau terlihat simpel, ternyata tahap supaya seseorang bisa menghasilkan adonan croissant terbaik memerlukan ketelatenan khusus. Fakta demikian diungkapkan langsung oleh juru masak papan atas berskala internasional, Dominique Ansel.

Menurut Dominique Ansel, meracik adonan croissant merupakan hal yang tricky. Khusus di level juru masak profesional, tidak semua chef langsung bisa memasak croffle dengan cita rasa terbaik dalam percobaan pertama. Lebih jauh, Dominique Ansel menekankan kalau dirinya sudah melewati pengalaman gagal berulang kali, hingga akhirnya benar-benar sukses memasak croffle super lezat.

“Membuat croissant adalah pekerjaan yang memerlukan cinta dan dedikasi, pengalaman panjang dari membuat adonan roti,” kata chef yang juga pemilik Dominique Ansel Bakery ini dalam artikel Master Class.

Poin Penting dalam Memilih Bahan Baku

Nikmati 5 Resep Kreasi Croffle Viral yang Super Lezat | Orami

Seorang juru masak profesional seperti Dominique Ansel saja menemui kesulitan berliku ketika memasak croffle. Bukan bermaksud meremehkan kalangan amatiran, tapi prosesnya memanglah tidak mudah. Dominique Ansel pun coba membagikan sejumlah tips agar masyarakat umum bisa belajar memasak croffle yang baik.

Paling pertama, Dominique Ansel sudah menyebutkan mengenai jam terbang. Apabila kalian menemui hasil masakan kamu kurang lezat, janganlah cepat menyerah. Dominique Ansel menganjurkan supaya teruslah mencoba hingga kalian menemui cita rasa enak yang diharapkan.

Selanjutnya, Dominique Ansel menekankan pentingnya pemilihan bahan baku. Sektor bahan baku yang dimaksud Dominique Ansel mengarah kepada adonan dasar. Dominique Ansel menjelaskan bahwa bahan dasar adonan croissant terbaik wajib menggunakan bahan bernama levain. Sangat penting untuk memastikan kualitas bahan levain yang hendak dipakai.

“Levain dalam croissant membantu membuat lemak mentega terasa lebih kaya,” ucapnya.

Bahan baku pembuat croffle yang dianjurkan Dominique Ansel bukan cuma levain. Dia menyarankan pula tahap pemilihan mentega yang jelas amat dibutuhkan dalam adonan. Karakteristik mentega yang bagus versi Dominique Ansel adalah mentega yang masih padat.

“Mentega yang akan dipakai harus memiliki profil padat dan elastis, menyerupai clay meski dimasukkan ke dalam kulkas,” kata dia.

Perihal cara membuat adonan, Dominique Ansel biasa mengandalkan teknik menggulung. Secara khusus, Dominique Ansel menyebut teknik menggulung rolling pin. Jika kalian belum mengetahui penerapan rolling pin seperti apa, kalian bisa terlebih dulu mempelajarinya lewat video-video tips memasak dari Youtube.

“Selama proses ini, tekanan yang diberikan harus lembut sambil meratakan adonan agar lapisan dalam adonan tidak robek. Gunakan sentuhan ringan. Setelah croissant digulung, berhati-hatilah untuk tidak menghancurkan semua lapisan indah yang anda bikin,” terangnya.

Memasak croffle wajib mencermati keteraturan suhu. Adonan croissant akan rusak jika suhu yang ada di sekitarnya terlalu dingin. Maka dari itu, pastikan suhu adonan tetap terjaga tingkat kepanasannya. Menjaga temperatur suhu nantinya berguna supaya memudahkan kalian ketika melakukan proses penggulungan atau rolling pin.

Lantas, bagaimana wujud hasil jadi masakan croffle yang benar-benar lezat? President Assosiasi Culinary Professional Indonesia, Chef Vindex Valentino Tengker coba mengungkapkan kriteria croffle yang ideal versinya. Valentino Tengker menjabarkan bahwacroffle yang dimasak secara tepat pasti mampu menghasilkan tekstur lembut di bagian dalam, sementara muncul tekstur renyah di bagian luar.

“Profilnya yang ideal itu, crispy di luar dan di dalamnya soft. Jadi, jangan terlalu lembek atau keras, makanya teksturnya kalau demikian bisa alot,” ungkapnya.

Sejarah Singkat Croffle

Tidak lengkap bila kita membahas croffel tanpa menyertakan sejarah makanan tersebut. Sebenarnya sejarah orisinil croffel sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Ada versi yang mengatakan bahwa jenis makanan ini berasal dari Prancis. Tapi ada pula yang yakin kalau croffle merupakan hidangan khas masyarakat Belgia.

Versi lain yang paling sering dimunculkan dalam masyarakat modern adalah kiprah juru masak bernama Louise Lennox. Chef asal Irlandia tersebut berinisiatif meracik menu baru untuk restorannya berupa dessert dengan cita rasa unik. Demi mewujudkan keinginannya, Louise Lennox kemudian menggabungkan konsep waffle dengan croissant, hingga jadilah croffle untuk pertama kali pada 2017 lalu.

Penemuan Louise Lennox mendapat sambutan luar biasa dari khalayak. Restoran kenamaan asal Prancis, Cuisine de France, kemudian tertarik mengajak Louise Lennox bekerja sama. Setelah Louise Lennox sepakat bersinergi dengan Cuisine de France, barulah tercipta croffle yang diisi beragam varian rasa.

Louise Lennox sendiri yang turun tangan meracik varian rasa croffle. Varian pertama yang dimasak Louise Lennox menggunakan tambahan bahan seperti alpukat, tomat manis, krim keju feta, dan taburan remah gremolata. Kesemua bahan itu diaduk ke dalam adonan croissant. Saat adonan sudah berbentuk croffle setengah matang, Louise Lennox menambahkan topping kacang hazeltnut, sehingga kelezatan rasanya lebih kuat.

Varian edisi pertama berhasil, kembali melanjutkan eksperimennya. Dia berani mencoba menghadirkan croffle yang punya cita rasa gurih dan pedas menggunakan topping potongan daging ayam serta keju dan mayones. Hingga sekarang, tak terhitung lagi berapa banyak varian rasa croffle yang beredar di pasaran. Kamu pernah mencicipi varian yang mana?

Tags:

BERITA TERKAIT