Membuka Kenangan Tiger Cup 2000, Final Pertama Timnas Indonesia yang Berujung Kekalahan

Kamis, 02 Desember 2021, 00:58 WIB
96

Piala AFF 2020 sebentar lagi akan dimulai dengan Singapura menjadi tuan rumah kompetisi bergengsi antar-negara Asia Tenggara itu. Kompetisi akan dimulai pada tanggal 05 Desember 2021 hingga 01 Januari 2022 mendatang. Yang berarti, tinggal hitungan hari saja, Timnas Indonesia akan berlaga di kompetisi tersebut, yang dulu sempat bernama Tiger Cup.

Berbicara Tiger Cup, ada baiknya kita mengenang Piala AFF masih memakai nama kompetisi itu. Kita kilas balik ke tahun 2000, edisi ketiga digelarnya kompetisi antar-negara Asia Tenggara. Setelah pertama kali digelar di tahun 1996 dengan dua tahun sekali digelar.

Pada tanggal 5 sampai 18 November 2000 digelar di Thailand, turnamen ini meninggalkan kisah yang campur-aduk untuk Timnas Indonesia. Sebanyak sembilan negara berpartisipasi dengan penyelenggaraan di dua kota di Thailand, tiga stadium, yakni Stadion Rajamangala, 700th Anniversary Stadium dan Tinsulanon Stadium.

Pelatih Skuat Garuda saat itu dilatih oleh Nandar Iskandar, yang membawa sebanyak 30 pemain ke Thailand dengan target gelar juara Piala Tiger/Piala AFF untuk Timnas Indonesia.

Komposisi skuat Timnas Indonesia juga cukup mentereng saat itu dibanding negara-negara tetangga lainnya. Di posisi kiper, ada Hendro Kartiko dan Sahari Gultom, dua penjaga gawang yang kini menyandang status legenda. Sementara di barisan pertahanan, ada Eko Puedjianto, Nur’alim, Bejo Sugiantoro dan Aji Santoso. Lini tengah kita dipimpin oleh Seto Nurdiantoro, Imran Nahumarury, Bima Sakti. Lini depan kita juga tidak kalah garang, dengan dihuni oleh Gendut Doni Christiawan, Kurniawan Dwi Yulianto, Bambang Pamungkas dan Rochy Putiray.

Dengan komposisi skuat seperti itu, memiliki bintang di masing-masing area permainan, wajar jika Timnas Indonesia mengusung target juara Piala Tiger 2000 saat itu. Lantas seperti apa kisah campur-aduk yang kami sebutkan di atas? Berikut ulasan Piala Tiger 2000?

 

Kilas Balik Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000

Kita memulai di Grup A Piala Tiger 2000 bersama dengan tuan rumah Thailand, Myanmar dan Filipina. Di Grup tersebut, secara komposisi skuat, hanya Thailand yang diperkirakan menjadi batu sandungan terbesar untuk tim Merah Putih. Pasalnya, Filipina dan Myanmar saat itu belum punya bintang yang menonjol untuk menjadi penantang serius Skuat Garuda.

Pada pertandingan pembuka Grup A Piala Tiger 2000 contohnya, Timnas Indonesia langsung membuktikan kualitas mereka saat menghadapi Filipina yang digelar di Stadion 700th Anniversary of Chiang Mai. Skuat asuhan Nandar Iskandar menang tiga gol tanpa balas dengan gol-gol dicetak oleh Aji Santoso, Kurniawan Dwi Yulianto dan Eko Purdjianto.

Kesulitan berarti langsung dirasakan oleh Timnas Indonesia yang bertemu dengan tuan rumah Thailand. Kita dipaksa menerima kenyataan pahit dengan pembantaian 1-4 oleh tuan rumah. Dengan kekalahan di laga kedua, partai terakhir kontra Myanmar menjadi penentu apakah kita lolos ke semifinal Piala Tiger 2000 atau tidak.

Namun seperti yang sudah kami jelaskan tadi, Myanmar saat itu bukanlah penantang serius untuk Timnas Indonesia. Benar saja, Nandar Iskandar melihat anak-anak asuhannya menguasai pertandingan dan menutupnya dengan kemenangan telak 5-0. Kemenangan tersebut berkat dua gol yang masing-masing dicetak oleh Gendut Doni dan Kurniawan Dwi Yulianto, serta satu gol tambahan dari Uston Nawawi. Kita lolos ke semifinal Piala Tiger 2000 dengan mengakhiri fase grup di posisi runner-up, mengantongi enam poin. Thailand menjadi juara grup dengan mengantongi sembilan poin, alias menyapu semua laga grup dengan kemenangan.

Di babak semifinal Piala Tiger 2000, Timnas Indonesia menghadapi Vietnam, lawan yang ternyata mampu memberikan perlawanan kuat untuk kita. Terbukti dari jalannya pertandingan yang berlangsung seru nan sengit, bahkan 90 menit waktu normal, laga berakhir dengan skor imbang 2-2. Yang berarti pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu 2 kali 15 menit.

Gendut Doni yang saat itu memang menyandang sebagai status striker jempolan Tanah Air berhasil menjadi pahlawan kemenangan, dengan mencetak gol di menit ke-120, alias detik-detik berakhirnya perpanjangan waktu. Timnas Indonesia pun berhak lolos ke final Piala Tiger 2000 dan apesnya, kita bertemu rekan satu grup, yakni tuan rumah Thailand yang baru saja menumbangkan Malaysia 2-0 di semifinal.

Benar saja, Thailand sangat sulit dikalahkan. Pertandingan final yang diadakan di Stadion Rajamangala, tanggal 18 November 2020, menjadi momen pahit yang membuat semua kepala tertunduk. Timnas Indonesia harus puas menjadi runner-up Piala Tiger 2000 usai kalah telak 1-4.

 

Bintang Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000, Gendut Doni

Gendut Doni Christiawan, nama tersebut memang sangat dikenang dan Piala Tiger 2000 menjadi salah satu kompetisi dimana dirinya tampil brilian. Dia saat itu berusia 21 tahun dan sudah menjadi langganan untuk pelatih skuat senior Timnas Indonesia, Nandar Iskandar.

Torehan lima gol Gendut Doni membuatnya menyamai top skor striker senior Thailand, Worrawoot Srimaka.

Seperti yang sudah dijelaskan dalam perjalanan Timnas Indonesia dari fase grup sampai semifinal, tiga gol Gendut Doni cetak dalam tiga pertandingan Grup A Piala Tiger 2000. Lalu dua gol lagi dicetaknya pada babak semifinal ke gawang Vietnam, salah satunya gol penting menit ke-120. Yang berperan besar membawa Timnas Indonesia ke final Piala Tiger 2000.

Sangat disayangkan, Gendut Doni gagal membuktikan ketajamannya di partai pamungkas Piala Tiger 2000. Pemain yang lahir pada tanggal 7 Desember 1978 itu tidak mampu menjebol gawang Thailand, yang saat itu dijaga oleh Wirat Wangchan. Alhasil, gelar juara Piala Tiger 2000 mendarat di pangkuan negara berjuluk Gajah Perang, untuk kedua kalinya setelah edisi perdana 1996 silam.

 

Timnas Indonesia ke Final Piala Tiger 2000, di Tengah Polemik PSSI

Kita semua sudah tahu dengan membaca ulasan perjalanan Timnas Indonesia di Piala Tiger 2000, berhasil masuk ke final meski kalah dari tuan rumah Thailand. Namun tampaknya, pencapaian itu sudah sangat bagus untuk Skuat Garuda, mengingat, ternyata perjalanan kita di Piala Tiger 2000 diwarnai dengan polemik induk organisasi sepak bola Tanah Air, PSSI.

Timnas Indonesia memang menelan kekalahan dari Thailand di Grup A Piala Tiger 2000, dan ternyata hasil negative itu membuat manajer tim saat itu, Muhammad Zein, mencopot Nandar Iskandar dari jabatan pelatih kepala tim nasional. Keputusan itu sudah mendapat persetujuan dari Ketua Badan Tim Nasional (BTN) yang dijabat oleh Nurdin Halid. Asisten pelatih Timnas Indonesia, Dananjaya dan Rudi Keljes pun langsung menjadi caretaker di sisa perjalanan di Piala Tiger 2000.

Kepulangan Nandar Iskandar dari Thailand ke Indonesia lebih awal tentu saja memengaruhi psikologis para pemain dan membuat gejolak di ruang ganti. Performa tim pun yang sedang berjuang keras memenuhi target juara pun sedikit banyak terganggu.

Ada sederet kabar yang membicarakan soal pencopotan Nandar dari kursi pelatih kepala tim nasional. Ada yang bilang beberapa pemain mengadukan kepada Muhammad Zein bahwa gaya melatih sang pelatih tidak cocok dengan skuat. Sementara Zein juga mengatakan bahwa pencopotan ini berdasarkan permintaan dari Nandar sendiri, yang ingin istirahat, entah apa sebabnya.

Namun sesampainya di Jakarta, menurut Harian Kompas, Nandar langsung buka-bukaan ketika dijumpai awak wartawan. Dia membantah semua kabar tentang dirinya yang dikatakan oleh Muhammad Zein. Bahkan dirinya menuding Zein sudah berbohong soal dirinya meminta istirahat di tengah kompetisi yang sedang berlangsung. Kemungkinan yang paling kuat saat itu hanyalah kekalahan telak 1-4 dari Thailand di laga kedua Grup A Piala Tiger 2000.

Berbicara soal pencopotan pelatih kepala di tengah kompetisi yang berlangsung dan juga kekalahan 1-4 dari Thailand, banyak pengamat sepak bola Tanah Air saat itu buka suara. Banyak yang menuding bahwa memang Skuat Garuda memang masih kalah kelas dari Thailand, tidak peduli apakah Nandar Iskandar ada atau tidak di kursi kepelatihan.

Bisa ditarik kesimpulan, bahwa perjalanan Timnas Indonesia ke final Piala Tiger 2000 meski tidak juara pun, sudah bisa diancungi jempol. Para pemain yang tergabung dalam skuat senior saat itu patut diberikan apresiasi setinggi-tingginya. Di tengah polemik yang terjadi, mereka masih kuat dan berusaha keras mewujudkan target juara, meski akhirnya gagal oleh tuan rumah, Thailand.