Menariknya Game Warcraft III : Reign of Chaos

Jumat, 31 Desember 2021, 21:36 WIB
55

Edisi Bonanza88, Jakarta – Warcraft III: Reign of Chaos (War3 atau WC3) adalah sebuah permainan video komputer RTS yang dirilis oleh Blizzard Entertainment pada bulan Juli 2002. Permainan yang merupakan sekuel kedua dari Warcraft: Orcs & Humans ini merupakan permainan video yang paling ditunggu-tunggu dengan total pemesanan awal sebanyak 4,5 juta unit, dan lebih satu juta unit lainnya terjual dalam waktu satu bulan setelah game ini dirilis.

Blizzard Entertainment merilis game ini dalam 2 versi: versi regular dan Collector’s Edition yang dibuat terbatas. Satu paket dalam versi Collector’s Edition adalah DVD sinematik Warcraft III, termasuk fitur di-balik-layar; sebuah CD soundtrack; sebuah instruksi manual; Buku The Art of Warcraft; dan Lithographic Prints. Warcraft III memenangkan banyak penghargaan termasuk “Game of the Year” dari lebih dari enam media publikasi. Pak ekspansi untuk game ini, The Frozen Throne, dirilis tahun 2003.

Cara main game Warcraft III

Jual DotA Warcraft III Reign of Chaos & The Frozen Throne | Game PC -  Jakarta Timur - OPG Store #04 | Game PC | Tokopedia

Metode permainan pada Warcraft III: Reign of Chaos pada dasarnya tidak berbeda dengan permainan-permainan video RTS lainnya. Pemain mengontrol sebuah markas yang terdiri dari beraneka bangunan. Beberapa dari bangunan ini kemudian bisa digunakan untuk memproduksi unit pekerja dan prajurit. Bangunan yang dimiliki oleh setiap ras memiliki nama dan penampilan yang berbeda-beda, tetapi fungsi tiap bangunan itu pada dasarnya sama walaupun beberapa memiliki fungsi unik yang tidak dimiliki bangunan dari ras lain. Pemain juga bisa membangun sebuah bangunan mirip menara pertahanan untuk membantu melindungi markasnya.

Ada 2 sumber tambang utama dalam permainan Warcraft III: Reign of Chaos: emas dan kayu. Emas diperlukan untuk membuat bangunan dan unit, sementara kayu diperlukan untuk membuat bangunan dan unit tingkat lanjut. Emas diperoleh dengan menambang pada suatu bangunan mirip gundukan yang disebut “Gold Mine” memakai unit pekerja. Kayu sendiri diperoleh dengan menebang pepohonan yang terdapat di hampir setiap sudut peta permainan.

Emas dalam jumlah kecil juga bisa diperoleh dengan membunuh unit musuh atau menjual barang-barang yang hanya bisa digunakan oleh Hero. Sumber daya lain yang dibutuhkan tapi tidak digolongkan sebagai tambang adalah food (makanan) yang menunjukkan populasi unit pemain. Food diperoleh dengan cara mendirikan bangunan pusat kota ataupun bangunan lain yang fungsinya kurang lebih mirip rumah. Human misalnya, bisa menambah food dengan cara mendirikan bangunan Farm dan/atau Town Hall. Batas maksimal food dalam Warcraft III: Reign of Chaos adalah 90.

Penambahan terbaru pada permainan Warcraft III: Reign of Chaos yang tidak ada pada permainan Warcraft sebelumnya adalah adanya 2 ras baru yang bisa dimainkan: Undead dan Night Elf melengkapi ras Human dan Orc yang sudah ada sebelumnya. Human sesuai namanya adalah ras manusia. Orc merupakan ras raksasa dan monster yang gemar berperang.

Undead adalah ras yang terdiri dari mayat hidup dan roh-roh jahat, sementara Night Elf terdiri dari peri malam dan makhluk-makhluk ajaib penjaga hutan. Setiap ras memiliki kelebihan dan keunikan yang berbeda dengan ras lainnya sehingga memakai ras tertentu juga memerlukan taktik yang spesifik agar bisa menang. Untuk menjaga keseimbangan antar ras, Blizzard Entertainment selaku pengembang dari Warcraft merilis patch (versi pembaruan untuk permainan video) dalam interval waktu yang tidak tentu dan bisa diunduh di situs resminya.

Warcraft III: Reign of Chaos - WoW Timeline Chapter 4

Penambahan lain dalam permainan ini adalah adanya unit yang disebut Hero. Keunikan Hero dibandingkan unit lainnya adalah ia memiliki kemampuan yang bisa ditingkatkan dengan menaikkan levelnya hingga maksimal level 10. Level bisa ditingkatkan dengan membunuh unit musuh dan setiap mendapat kenaikan level, Hero bisa mendapatkan kemampuan baru sehingga menambah nuansa RPG dalam permainan. Hero bisa dibunuh, tetapi ia bisa dibangkitkan kembali di Altar. Jumlah maksimal Hero yang bisa dibuat adalah 3 di mana setiap kenaikan zaman pada bangunan pusat kota, pemain mendapatkan akses untuk membuat Hero baru.

Warcraft III: Reign of Chaos juga menampilkan monster-monster liar yang disebut “creep”. Monster-monster liar ini beragam dan kekuatannya bervariasi. Ada monster yang bisa dibunuh hanya dengan sejumlah kecil pasukan, tetapi ada juga unit yang sangat kuat dan bahkan kebal terhadap sihir. Mereka terletak di seluruh wilayah pada peta dan biasanya semakin kuat mereka, lokasi yang dijaga semakin penting bagi pemain.

Jika dibunuh, mereka akan menjatuhkan sejumlah kecil emas bagi pemain dan juga poin pengalaman yang dibutuhkan bagi Hero untuk kenaikan level. Beberapa monster liar yang dibunuh juga menjatuhkan barang yang memberikan status tambahan maupun kemampuan khusus yang hanya bisa digunakan oleh Hero dan juga bisa dijual untuk mendapatkan emas.

Alur cerita Warcraft III

Warcraft III: Reforged is Now Live! — Warcraft III: Reforged — Blizzard News

Di akhir perang besar kedua antara aliansi Orc dengan Human yang dimenangkan pasukan Human, Kerajaan Lordaeron milik manusia & sekitarnya terbebas dari ancaman kehancuran & memasuki periode tenang. Di lain pihak, pasukan Orc yang tercerai berai usai kekalahan perang & kegagalan rencana dukun Ner’zhul untuk membalas dendam kini dipimpin oleh seorang Orc muda yang kharismatik bernama Thrall.

Di bawah pimpinan Thrall, pasukan Orc yang semula haus darah & peperangan akibat dikuasai iblis kini mulai membangun sebuah komunitas baru yang damai. Sayang, periode perdamaian tersebut sekali lagi tidak berjalan lama setelah munculnya kekuatan baru dari dunia lain yang misterius.

Munculnya Musuh Baru dari Dunia Lain

WORLD OF WARCRAFT RECEIVES DIRECTX 12 SUPPORT - GAMES - 2021

Di tengah-tengah tidurnya, Thrall – pemimpin dari komunitas Orc Horde – terbangun usai mengalami mimpi buruk di mana dalam mimpi itu, pasukan Orc & Human yang sedang bertempur tiba-tiba terkena hujan api dari langit & muncul seseorang misterius yang memberinya pesan untuk mengungsikan komunitasnya.

Penasaran akan makna mimpi tersebut, Thrall pun mulai melakukan penjelajahan & bertemu sosok misterius dalam mimpinya yang saat itu hanya dikenal dengan nama “The Prophet” (sang Nabi). Merasa bahwa sesuatu yang buruk mungkin akan benar-benar datang, Thrall pun segera mengumpulkan seluruh anggota komunitasnya untuk meninggalkan daratan Lordaeron ke daratan Kalimdor yang maish belum terjamah.

Di istana Kerajaan Lordaeron milik Human, seorang misterius dengan nama samaran “The Prophet” muncul ke hadapan para anggota istana dalam wujud burung gagak untuk menyampaikan pesan yang sama, namun pesan itu ditanggapi dingin oleh raja Lordaeron & anggota istana lainnya yang menolak untuk melaksanakan pesannya.

Di tempat lainnya, Arthas – pangeran & anak dari raja Lordaeron – yang dibantu oleh ksatria senior Uther Lightbringer – memimpin pasukannya untuk mengusir pasukan Orc yang sedang menjarah suatu desa di wilayah Lordaeron & dalam misinya, pasukan Arthas berhasil membunuh pemimpin pasukan kecil Orc saat itu.

Setelah berhasil mengakhiri teror dari kelompok kecil Orc tersebut, sebuah wabah misterius muncul di sejumlah pedesaan di Lordaeron. Usai melakukan penyelidikan beberapa lama, Arthas yang dibantu penyihir muda Jaina Proudmoore akhirnya menemukan bahwa wabah itu disebabkan oleh suatu kelompok misterius bernama Undead yang terdiri dari mayat-mayat hidup & dipimpin oleh Mal’ganis yang ingin memanfaatkan penduduk Lordaeron sebagai tambahan pasukannya.

Merasa marah akan tindakan Mal’ganis, Arthas & pasukannya pun terlibat pertempuran beberapa kali dengan pasukan milik Mal’ganis di mana dalam suatu pertempuran di salah satu desa di Lordaeron, ia sengaja membunuh penduduk di desa tersebut untuk mencegah mereka berubah menjadi Undead. Mal’ganis yang terdesak kemudian melarikan diri ke utara.

Arthas yang bernafsu untuk mengalahkan Mal’ganis kemudian berangkat ke kutub utara & di sana, ia bertemu sepasukan kecil Human yang dipimpin Muradin. Muradin kemudian mengatakan pada Arthas bahwa ia sedang mencari Frostmourne, sebuah pedang misterius yang konon bisa meningkatkan kekuatan pemakainya. Arthas & Muradin kemudian bekerja sama untuk menemukan pedang Frostmourne.

Mereka akhirnya berhasil menemukannya, namun dalam pencarian itu Muradin terbunuh setelah meminta Arthas tidak mengambil pedang yang ternyata sudah dikutuk kekuatan misterius tersebut. Dengan kekuatan & senjata barunya, Arthas akhirnya berhasil mengalahkan Mal’ganis, namun tanpa ia sadari pedang tersebut juga mulai menguasai dirinya. Setelah ia tiba kembali di istana Lordaeron, Arthas yang sudah dikuasai oleh Frostmourne kemudian membunuh ayahnya sendiri sehingga menimbulkan kepanikan massal di seluruh Lordaeron.

Arthas yang sudah membunuh ayahnya kini sudah berubah menjadi ksatria Undead bernama Death Knight. Dalam salah satu perjalannya, ia bertemu dengan iblis Dreadlord lain yang bernama Tichondrius. Tichondrius memberi selamat pada Arthas yang sudah melalui tes pertama dari kelompok Undead dengan mengkudeta ayahnya sendiri.

Tichondrius juga memerintahkan Arthas untuk menyerbu pemukiman milik High Elf & menguasai sumur ajaibnya Sunwell) di mana sumur tersebut akan digunakan untuk menghidupkan kembali Kel’Thuzad. Serangan tersebut berhasil & di tengah-tengah pertempuran, Arthas mengubah Sylvannas Windrunner – salah satu pemimpin pasukan High Elf – menjadi salah satu ksatria Undead seperti dirinya.

Kel’Thuzad yang kini bangkit kembali sebagai Lich – penyihir kegelapan berwujud kerangka hidup – kemudian memberitahu Arthas bahwa wabah misterius yang sempat menimpa Lordaeron adalah bagian dari rencana Burning Legion – ras iblis berkekuatan tinggi yang berada di dimensi lain – untuk masuk ke dunia dengan bantuan Lich King.

Lich King adalah roh dari dukun Orc yang sebelumnya sempat berusaha memanggil kekuatan iblis di perang besar kedua antara Orc melawan Human, namun rencananya gagal sehingga rohnya kini terjebak dalam suatu baju zirah di kutub utara & dipaksa melayani kelompok iblis Burning Legion seumur hidupnya.

Arthas & Kel’Thuzad selanjutnya diperintahkan untuk membuka gerbang antar dimensi dengan cara merebut kitab sihir dari Dalaran, basis terakhir Kerajaan Lordaeron. Kitab tersebut berhasil direbut, namun tidak dengan usaha mudah karena sesudah itu, pasukan Dalaran melakukan serangan balik besar-besaran ketika Kel’thuzad sedang menjalankan ritual untuk membuka gerbang antar dimensi.

Setelah menahan gempuran bertubi-tubi dari pasukan Dalaran, Arthas & Kel’thuzad akhirnya berhasil memanggil Archimonde ke bumi. Archimonde dengan kekuatannya lalu membuat istana pasir sebagai semacam boneka voodoo & setelah ia menghancurkan istana pasir tersebut, seluruh bangunan di Dalaran pun hancur berkeping-keping.

Meskipun Dalaran yang merupakan basis terakhir manusia (Human) hancur, tidak semua komunitas manusia di Lordaeron lenyap. Sebagian dari mereka yang dipimpin oleh penyihir muda Jaina Proudmoore ternyata diam-diam sudah mengungsi ke tanah Kalimdor yang belum terjamah – juga atas wasiat The Prophet.

Bertemunya Musuh Lama Baru di Tanah Baru

Warcraft III: Reign of Chaos - GameHall

Di tempat lain, kapal-kapal kelompok Orc pimpinan Thrall terkena badai di tengah laut sehingga mereka pun terpisah dari rombongan lain kapal Orc yang dipimpin Gromm Hellscream, saudara dari Thrall. Setibanya di Kalimdor, rombongan Thrall bertemu dengan ras tauren yang berwujud manusia banteng. Kedua ras tersebut kemudian menjadi sahabat setelah pasukan Orc milik Thrall membantu Tauren menghalau serangan dari ras Centaur, ras berwujud manusia berbadan kuda.

Dalam perjalanan menjelajah Kalimdor, pasukan Orc akhirnya bertemu dengan pasukan Orc pimpinan Grom Hellscream yang sedang terlibat pertempuran kecil dengan pasukan manusia yang melarikan diri dari Lordaeron. Thrall kemudian mewanti-wanti Grom agar tidak mengganggu kelompok manusia lagi, namun Grom ternyata tidak menggubrisnya.

Maka, setelah pasukan Orc milik Thrall berhasil menghalau kelompok manusia, Thrall menghukum Grom untuk tinggal di markas sambil mengumpulkan kayu, sementara Thrall yang dibantu oleh ras Tauren berusaha mencari tahu asal-muasal komunitas manusia di Kalimdor. Saat jumlah kayu ayng ditebang oleh Grom sudah begitu banyak, Cenarius – makhluk setengah dewa penguasa wilayah Kalimdor – merasa begitu marah kepada Grom. Cenarius lantas menyuruh pasukannya menyerang pemukiman Grom sambil memulihkan pohon-pohon yang sudah ditebang.

Pasukan Grom yang terdesak kemudian mencari suatu sumur ajaib untuk mendapatkan kekuatan tambahan agar bisa mengalahkan pasukan Cenarius – tanpa sadar bahwa sumur tersebut sebelumnya sudah dikutuk oleh jenderal iblis Burning Legion bernama Mannoroth. Pasukan Grom pun berhasil mengalahkan Cenarius usai meminum air sumur tersebut, namun sebagai akibatnya pikiran mereka kembali dikuasai iblis Burning Legion sekaligus memberi jalan bagi Burning Legion untuk masuk ke Kalimdor.

 

BERITA TERKAIT