Menerka Situasi Ajang MotoGP Jika Nanti Valentino Rossi Resmi Pensiun

Kamis, 30 September 2021, 17:58 WIB
24

Para pecinta ajang balap motor paling bergengsi di dunia dibuat terkejut, dengan kabar salah satu pembalap legendarisnya yaitu Valentino Rossi memutuskan untuk pesiun.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Valentino Rossi dalam sesi konferensi pers mendadak sesaat sebelum MotoGP 2021 seri GP Styria digelar. Ia membuat pernyataan dengan berkata akan pesiun akhir MotoGP 2021 ini.

Kendati sudah menyatakan pensiun pada Agustus 2021 lalu, Valentino Rossi tetap harus balapan untuk menyelesaikan pertandingan di sisa musim ini.

Hal tersebut membuat Valentino Rossi menorehkan rekor baru yakni menjadi pembalap berstatus pensiunan, yang tampil di MotoGP.

Setelah menjalani seri MotoGP Styria 2021, Valentino Rossi langsung mengungkapkan perasaannya menunggangi motor balap dengan status siap pensiun musim depan.

“Saya selalu penasaran dengan pikiran saya, memahami apa yang akan terjadi setelah pengumuman pensiun,” ujar Valentino Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.it.

“Tetapi segalanya mudah berubah. Saya tidak perlu memikirkan hal tersebut sehingga saya tidak merasa diganggu” tuturnya.

Kabar pensiunnya Valentino Rossi dari dunia MotoGP tentu membuat banyak pihak patah hati, mulai dari fans hingga jajaran sekolah akademi balap miliknya sendiri bernama Valentino Rossi (VR46).

Salah satu CEO VR46, Alberto Tebaldi malah secara terang-terangan melontarkan nada kecewa.

“Ketika Valentino Rossi memutuskan mengundurkan diri membuat kami patah hati. Padahal kami berharap bisa menyaksikannya lebih lama di MotoGP,” tambah Alberto.

Selain itu Valentino Rossi juga telah membuat para pecinta MotoGP di Indonesia kecewa. Pasalnya, pria asal Italia itu gagal berlaga di Sirkuit Mandalika musim 2022 mendatang.

Padahal Valentino Rossi mempunyai basis fans yang cukup banyak di Tanah Air, sehingga aksinya di Sirkuit Mandalika sangat ditunggu-tunggu banyak orang.

Hal itu juga tidak lepas dari pernyataan Valentino Rossi yang pada September tahun 2020 lalu ingin membalap di Sirkuit Mandalika di MotoGP musim 2021.

Sayang harapan Valentino Rossi itu harus sirna karena venue masih belum rampung, dan baru selesai akhir tahun 2021 ini. Alhasil, pria berusia 42 tahun itu tidak bisa menunaikan janjinya.

“Gairah Indonesia untuk MotoGP selalu sangat luar biasa. Saya tentu sangat senang bisa membalap di sana (Mandalika) karena kami memiliki banyak fans. Saya berharap bisa hadir di sana,” ujar Valentino Rossi pada tahun 2020 lalu dikutip dari laman resmi MotoGP 2020.

 

Bagaimana Persaingan MotoGP?

Setelah 25 tahun mengabdikan hidupnya di atas tunggangan bermotor untuk event MotoGP, kini Valentino Rossi harus mengakhirinya. Banyak pihak yang memikirkan nasib MotoGP selanjutnya setelah ditinggal The Doctor.

Jika ada pepatah yang bilang tidak ada atlet yang namanya lebih besar dari tim, tidak berlaku bagi Valentino Rossi. Sebab bisa dibilang nama sang riderlah yang justru lebih besar ketimbang MotoGP sendiri.

Hal itu dibuktikan dengan nasib persaingan MotoGP jika ditinggal oleh Valentino Rossi. Terancam sebagian fans setia pergi hanya karena tidak ada mantan pembalap tim Yamaha tersebut.

Valentino Rossi bukanlah pembalap biasa. Kepandaiannya dalam mengendalikan si kuda besi, dengan gaya fungky dan ugal-ugalan membuatnya terkenal.

Tidak heran jika Valentino Rossi menjadi inspirasi bagi para pembalap muda di MotoGP. Meskipun performanya sudah menurun sejak beberapa tahun kebelakang.

Meski tak mampu bersaing merebut gelar, namun kehadiran Valentino Rossi masih menjadi magnet tersendiri untuk menarik orang menyaksikan pertandingan MotoGP.

 

Profil Valentino Rossi

Valentino Rossi lahir di Urbino, Italia, pada 16 Februari 1979 lalu dari keluarga yang sederhana. Di tengah kondisi ekonomi yang cukup, tapi Rossi mendapat dukungan luar biasa dari kedua orang tuanya untuk menjadi pembalap.

Sebab ayahnya Graziano Rossi, juga merupakan mantan pembalap aktif di era 1977-1982. Sayang, kedua orang tua kandungnya harus pisah.

Tumbuh dan besar dalam keluarga broken home, tidak membuat semangat Valentino Rossi untuk sukses surut. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah gelar yang mampu diraihnya selama menjadi pembalap.

26 tahun berkarier, Valentino Rossi sudah mencatatkan sejumlah gelar dan rekor mulai dari kelas 125 cc, 250 cc, 500 cc dan MotoGP.

Total, Valentino Rossi berhasil memenangkan sembilan gelar juara dunia. Diantaranya diraih Rossi saat ia membalap di kelas 125 cc pada tahun 1997 di MotoGP Indonesia, di Sirkuit Sentul Bogor, satu lainnya di kelas 250 cc pada 1999.

Sementara tujuh gelar lain didapat saat ia sudah berkarier di level tertinggi yakni MotoGP, pada tahun 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, dan terakhir di 2009.

Prestasi tersebut membuat Valentino Rossi mendapat julukan The Doctor sejak beraksi di kelas 500 cc (saat itu kelas paling tinggi ataU MotoGP) pada periode 2000an. Julukan tersebut diberikan epadanya karena keahlian dia dalam mengendarai motor balap.

Di negara asalnya, seseorang yang memiliki keahlian luar biasa di bidang tertentu biasanya mendapatkan panggilan atau julukan bertajuk ‘The Doctor’.

 

Mencari Pengganti Valentino Rossi

Keputusan Valentino Rossi untuk gantung helm dari dunia MotoGP memang dinilai terlalu cepat karena dibuat dengan mendadak. Apalagi pembalap Marc Marquez sudah kembali ke lintasan pasca menderita cedera panjang akibat kecelakaan.

Hadirnya Marquez bisa menghidupkan kembali rivalitas dengan Rossi, dan kembali memberkan nyawa untuk MotoGP. Sayang, persaingan keduanya tidak akan terlihat lagi mulai musim depan.

Keputusan Rossi pensiun juga sangat mengejutkan Marquez. Ia menduga kalau Rossi akan terus ikut balapan sampai tahun depan. Meski rival, pembalap asal Spanyol ini tetap memuji Rossi sebagai legenda hidup MotoGP yang sangat berjasa bagi MotoGP.

Tak hanya Marquez, sejumlah rival Rossi selama kariernya di lintasan, juga ikut mengomentari keputusan Rossi seperti Max Biaggi, Jorge Lorenzo, dan Casey Stoner.

Nama-nama di atas iktu memberikan penghormatan lewat media sosial mereka kepada Rossi pasca pengumuman pensiun.

Pensiunnya Rossi disebut bisa menjadi ancaman bagi keberlangsungan MotoGP. Pamor balapan motor paling bergengsi di dunia itu akan menurun seperti halnya Formula 1 setelah ditinggal Michael Schumacher.

Untungnya masih banyak pembalap muda yang digadang bisa jadi penerus Rossi. Sebut saja Marc Marquez, Fabio Quartararo, Joan Mir, Maverick Vinales hingga Alex Rins.

Akan tetapi nama Marquez lah yang paling dinilai layak bisa meneruskan tonggak ikon Rossi berkat sikap dan prestasinya di dunia balap MotoGP. Kemunculannya pertama kali pada tahun 2013 sempat menjadi fenomena.

Gaya balapnya yang agresif membuat dirinya menghidupkan persaingan MotoGP, terutama untuk Valentino Rossi. Setiap kali keduanya bertemu di lintasan, tensi tinggi tidak bisa dihindari.

Selain itu, Marquez juga memiliki catatan prestasi yang tak kalah mentereng. Hingga kini, pembalap Repsol Honda itu sudah memiliki delapan gelar juara dunia yang didapat dari semua kelas.

Rinciannya, enam gelar juara dunia MotoGP (2013, 2014, 2016-2019), satu titel Moto2 (2012), dan satu gelar 125cc atau yang sekarang dikenal dengan kelas Moto3 (2010).

Hal tersebut membuat namanya Marc Marquez disebut semakin layak untuk menjadi penerus Valentino Rossi sebagai ikon MotoGP.

Salah satu pihak yang setuju adalah CEO Dorna, Carnelo Ezpeleta. Ia mengungkapkan Marquez memang punya peluang untuk menjadi ikon baru MotoGP.

Hanya saja dirinya mengatakan ada syarat yang harus dipenuhi Marquez. Syarat tersebut adalah ia harus bisa tampil konsisten dan kompetitif di setiap musim.

Seperti diketahui, performa Marquez akhir-akhir ini tengah merosot tajam sejak kembali membalap usai absen panjang karena cedera.

Dengan tampil kompetitif pada setiap musim, The Baby Alien akan mampu menggapai tujuannya dan memecahkan rekor-rekor yang sudah ada.

“Fokus utama Marquez saat ini adalah tampil kompetitif seperti di masa lalu,” kata Ezpeleta, dikutip dari Corsedimoto, Selasa (24/8/2021).

“Saya harap dia berhasil. Jika berhasil, dia bisa mencapai semua yang telah dia tetapkan sebagai tujuan,” ucap dia menambahkan.

Total sejauh ini Valentino Rossi sudah mengantongi 115 kemenangan dari 414 balapan yang telah ia lakoni di semua kelas.

Ia juga jadi satu-satunya pembalap yang bisa meraih juara dunia dengan lima kapasitas mesin yang berbeda mulai dari 125 cc, 250 cc, 500 cc, 800 cc, dan 900 cc.

Banyak sekali peninggalan dan inspirasi yang ditinggalkan Valentino Rossi di Motogp, salah satunya yakni mengenai ‘Leg Dangle’.

Selain itu, tidak hanya dikenal sebagai pembalap jenius, tapi juga Valentino Rossi dikenal sebagai pembalap yang paling banyak beradaptasi se-grid start MotoGP.