Mengikuti Jejak Kaum Illuminati di Asia

Jumat, 31 Desember 2021, 19:35 WIB
54

Edisi Bonanza88, Jakarta – Illuminati (jamak dari bahasa Latin Illuminati, yang makna harfiahnya: “tercerahkan”) adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata maupun fiktif. Secara historis, nama ini mengacu pada Illuminati Bavaria, sebuah masyarakat rahasia di era Pencerahan (Enlightenment) yang didirikan pada tanggal 1 Mei 1776.

Tujuan masyarakat rahasia ini pada awalnya adalah menentang takhayul, obskurantisme (ketidakjelasan), akibat pengaruh agama (Kristen Katholik) atas kehidupan publik dan penyalahgunaan kekuasaan Negara oleh Raja dan Gereja. “The order of the day”, tulis mereka dalam undang-undang umum mereka, “adalah untuk mengakhiri intrik pemasok ketidakadilan, untuk mengendalikan   mereka    tanpa   mendominasi    mereka.”

Kaum Illuminati–bersama      dengan Freemasonry dan masyarakat rahasia lainnya — dilarang melalui Edict, oleh Charles Theodore penguasa Bavaria, dengan dorongan dari Gereja Katolik Roma, pada tahun 1784, 1785, 1787 dan 1790. Dalam beberapa tahun berikutnya, kelompok itu dituduh oleh kaum konservatif dan kritikus religious yang menuduh mereka melanjutkan gerakan bawah tanah dan bertanggung jawab atas Revolusi Perancis.

Latar Belakng Sejarah

Menjawab Tudingan Masjid Al Safar Berunsur Illuminati | Republika Online

Dalam penggunaan selanjutnya, “Illuminati” mengacu pada berbagai organisasi yang mengklaim atau diakui memiliki hubungan dengan Illuminati yang asli Bavarian atau masyarakat rahasia yang sama, meskipun hubungan tersebut tidak berdasar.

Mereka sering diduga bersekongkol untuk mengendalikan urusan dunia, dengan mendalangi peristiwa dan penanaman agen dalam pemerintahan dan perusahaan, dalam rangka untuk mendapatkan kekuasaan politik dan pengaruh  dan  untuk  membentuk  ―New  World  Order. Yang  paling utama dari beberapa teori konspirasi yang paling banyak dikenal dan rumit, Illuminati telah digambarkan sebagai gerakan yang mengintai dalam kegelapan dan menarik tali dan tuas kekuasaan negara, dalam puluhan novel, film, acara televisi, komik, video game dan video musik.

Adam Weishaupt (1748-1830) adalah seorang profesor Hukum Canonic dan filsafat praktis di Universitas Ingolstadt. Dia adalah satu-satunya profesor non-pendeta di sebuah institusi yang dijalankan oleh para pendeta Jesuit, yang tatanannya telah dibubarkan pada tahun 1773. Para Pendeta Jesuit Ingolstadt, bagaimanapun masih mempertahankan pengaruhnya dan beberapa kekuasaannya di Universitas, yang terus mereka anggap sebagai milik mereka.

Upaya terus-menerus dilakukan untuk menggagalkan dan mendiskreditkan para staf non-pendeta, terutama ketika terkait kandungan materi kursus apa saja yang mereka anggap sebagai liberal atau Protestan. Weishaupt menjadi sangat anti-para pendeta gereja, dan memutuskan untuk menyebarkan cita-cita Pencerahan (Aufklarung) melalui semacam perkumpulan rahasia seperti hati individu.

Karena ia menemukan Freemasonry terlalu mahal biayanya, dan tidak terbuka untuk ide-idenya, maka ia mendirikan organisasi masyarakatnya sendiri yang memiliki sistem bertingkat berdasarkan Freemasonry, tapi punya agenda tersendiri.

Nama aslinya untuk orde baru tersebut adalah Bund der Perfektibilisten, atau ―Perjanjian Kesempurnaan,  tapi  dengan  cepat  berubah  karena  kedengarannya terlalu aneh.Pada tanggal 1 Mei 1776 Weishaupt dan empat mahasiswa membentuk Illuminatenorden, atau Order of Illuminati, yang mengambil Owl Minerva (Burung Hantu Minerva) sebagai simbol mereka.

Para anggotanya menggunakan nama alias (samaran) dalam masyarakat. Weishaupt menjadi Spartacus. Para Mahasiswa hukum Massenhausen, Bauhof, Merz dan Sutor masing- masing menjadi Ajax, Agathon, Tiberius dan Erasmus Roterodamus. Weishaupt kemudian diusir Sutor karena kemalasan.

Pada awalnya Massenhausen-lah yang paling aktif dalam memperluas organisasi masyarakat rahasia ini. Secara signifikan, sambil belajar di Munich tak lama setelah pembentukan orde, dia merekrut Xavier von Zwack, mantan murid Weishaupt pada awal karir administrasinya yang signifikan. (Pada saat itu, ia bertanggung jawab atas National Lottery Bavaria).

Antusiasme Massenhausen segera menjadi perhatian utama dalam pandangan Weishaupt, karena ia sering berusaha merekrut kandidat yang tidak cocok. Kemudian, karena tidak menentu cinta-hidupnya membuatnya lalai, dan karena Weishaupt melewatkan kontrol kelompok Munich kepada Zwack, jelaslah bahwa Massenhausen telah menyalahgunakan pendaftaran dan mencegat korespondensi antara Weishaupt dan Zwack. Pada 1778, Massenhausen lulus luliah dan mengambil pos di luar Bavaria, tidak lagi menaruh kepentingan lebih lanjut dalam orde. Pada saat ini, Orde ini beranggotakan sejumlah dua belas orang

Selama periode awal ini, Orde Illuminati ini memiliki tiga kelas: Novice, Minerval, dan Illuminated Minerval, di mana hanya kelas Minerval yang terlibat dalam sebuah upacara yang rumit. Dalam hal ini para calon diberi tanda rahasia dan password.

Sebuah sistem untuk saling memantau (spionase) terus menjaga Weishaupt mendapatkan informasi tentang kegiatan dan karakter semua anggotanya. Anggota favoritnya menjadi anggota dewan yang berkuasa, atau Areopagus. Beberapa siswa (anggota) diizinkan untuk merekrut, menjadi Insinuants. Orang Kristen dengan karakter yang baik diharapkan masuk, dengan orang-orang Yahudi dan kaum pagan (penyembah berhala) yang khusus dikecualikan, bersama dengan perempuan, para biarawan, dan anggota perkumpulan rahasia lainnya. Calon Favorit adalah yang kaya, jinak, mau belajar, dan berusia 18-30.

Organisasi Masyarakat Rahasia Cina Menantang Illuminati

6 Dugaan Freemason dan Illuminati di Kota Bandung, Salah Satunya  Peninggalan di Jalan Wastukencana - Mapay Bandung

Seorang tokoh mantan Jurnalis majalah Forbes, Benyamin Fulford mengaku bahwa ia adalah anggota dan juru bicara Organisasi Masyarakat Rahasia China yang ditunjuk untuk menghentikan penerapan ―Rencana Pemusnahan Massal‖ (genocide) penduduk yang akan dilakukan oleh elite rahasia penguasa dunia dan khususnya di benua Asia.

Fulford mengatakan bahwa Organisasi Masyarakat Rahasia Asia secara khusus menargetkan kaum Elite Amerika, para keturunan dari para Barons Perampok di tahun 1800-an, yang tidak menghilang melainkan bersembunyi di bawah tanah setelah mereka membangun kontrol atas keuangan dan ekononomi Amerika di bagian awal era 1900-an.

Benyamin Fulford adalah penulis lebih dari 20 buku dalam bahasa Jepang dan dia adalah mantan Kepala Biro Asia untuk majalah Forbes. Dia membuat pengakuan yang mengejutkan bahwa sebuah masyarakat rahasia Asia telah secara rahasia memantau keluarga penguasa bangsa Amerika dan Eropa yang menkonsolidasi kekuasaannya atas umat manusia. Organisasi masyarakat rahasia

Asia ini telah mengawasi kaun elite rahasia yang telah mengembangkan dan menjalankan rencana untuk menjatuhkan semua umat manusia ke dalam perbudakan masyarakat secara canggih. Fulford mengatakan bahwa hal ini telah memancing organsisi masyarakat rahasia Asia yang terdiri dari 1,8 juta ganster dan seratus ribu pembunuh bayaran untuk beraksi terhadap penerapan suatu rencana kaum elite dunia, Global 2000, untuk mengurangi populasi penduduk Asia sebanyak 80% melalui penggunaan senjata-senjata biologis dan senjata pemusnah massal lainnya.

Organisasi Masyarakat Rahasia Asia ini percaya bahwa Virus SARS telah diperkenalkan ke Asia dan merupakan virus yang secara genetis telah direkayasa pembuatannya untuk membunuh secara sangat ekslusif orang-orang Asia dan keturunannya. Gambar dari orang mati karena Virus SARS di Canada kelihatannya membenarkan hal ini, kata Jeff Rense.

Bahkan isu tentang UFO dan Alien (ET-Extra Terestrial) dari luar angkasa yang jahat, telah dipelihara terus-menerus isunya sebagai sebuah ancaman serius terhadap umat manusia di bumi. Ini semua sekedar untuk menutupi rencana jahat kaum elite dunia Illuminati ini.

Henry Makow PhD menulis sebuah artikel dengan mengutip Benyamin Fulford, 46 tahun, wartawan yang berbasis di Tokyo yang mengungkap tentang sebuah organisasi masyarakat rahasia Cina dengan 6 juta anggotanya, termasuk 1,8 juta gangster Asia dan 100.000 pembunuh profesional, yang telah menargetkan anggota Illuminati, jika mereka (illuminati) melanjutkan rencana depopulasi (pemusnahan massal penduduk) dunia.

Mereka (organisasi masyarakat Rahasia Cina) telah menghubungi Fulford, expatriate Kanada, setelah ia diperingatkan bahwa Illuminati berencana untuk mengurangi (depopulasi) penduduk Asia menjadi hanya 500 juta dengan cara pemusnahan dengan penggunaan senjata biologi terhadap ras tertentu.

“Gerakan The Illuminati, kecuali di Jepang, kebanyakan merupakan sebuah permainan orang kulit putih,” kata Fulford. Fakta yang diceritakan Ben Fulford ini persis seperti isi cerita yang ditulis

A.G. Riddle dalam buku novelnya yang segera akan difilmkan: ―The Atlantis Gene‖, 2013 (Gen Manusia Atlantis, 2015, Penerbit Fantasious, Jakarta), tentang rencana depopulasi (pengurangan penduduk) dunia, khususnya Asia.

Organisasi masyarakat rahasia mengkonfirmasi informasi Fulford ini dan memintanya untuk meminta nasihat.

Dia menyediakan daftar 10.000 orang yang terkait dengan Illuminati, terutama anggota kelompok Bilderberg, CFR dan Skull and Bones. Neo Cons juga target prioritas tinggi.

“Saya telah berjanji bahwa tidak seorang pun akan mati jika mereka melakukan negosiasi dengan itikad baik,” kata Fulford.

Fulford adalah mantan kepala biro Asia Pasifik untuk majalah Forbes. Dia berhenti dengan jijik ketika Forbes menolak untuk menerbitkan cerita merusak tentang salah satu pengiklannya. Sejak itu Fulford telah menulis 15 buku dalam bahasa Jepang. Bukunya yang terbaru adalah ―A Scathing Dissection of the 9-11 Hoax

Fulford mengatakan Jepang telah dikendalikan secara rahasia oleh kaum Illuminati melalui pembunuhan dan penyuapan. Sumber bawah tanahnya telah menceritakan bahwa orang Amerika telah membunuh lebih dari 200 politisi Jepang dan warga negara yang berpengaruh sejak akhir Perang Dunia ke-2.

Di antara para korban adalah mantan Perdana Menteri Tanaka, Takeshita, Ohira dan Obuchi. Mereka semua dibunuh dengan menggunakan obat khusus yang menyebabkan stroke. Illuminati telah diperingatkan bahwa masyarakat rahasia Cina tidak akan mentolerir setiap pembunuhan lagi. Hal ini juga memperluas perlindungan kepada para pencari kebenaran di Barat.

Ketakutan Masyaraka Asia kepada Illuminati

What Is the Illuminati? Does the Illuminati Still Exist Today?

Sejak dulu, beredar rumor di kalangan penganut teori konspirasi bahwa kelompok illuminati memiliki rencana untuk mengurangi populasi dunia dengan cara apapun. Namun kali ini, sebuah perkumpulan rahasia Cina yang memiliki 6 juta anggota dan 100.000 pembunuh profesional mengeluarkan ancaman akan menghabisi iluminati jika mereka terus melanjutkan rencana tersebut.

Kisah ini diceritakan oleh Benjamin Fulford, 46 tahun, mantan kepala biro majalah Forbes wilayah Asia Pasifik. Ia juga sudah menulis lebih 15 buku berbahasa Jepang.

Menurut Fulford, perkumpulan rahasia itu bernama “The Green and the Red Societies”. Mereka menghubungi Fulford ketika ia sedang berceramah mengenai rencana Iluminati untuk mengurangi populasi ras Asia hingga tinggal 500 juta saja dengan senjata biologi.

Namun sepertinya menarik untuk melihat sedikit mengenai The Green and The Red Societies karena perkumpulan ini sesungguhnya memang ada dan merupakan bagian dari sejarah Cina.

Kekuatan apakah yang dimiliki oleh perkumpulan ini sehingga mereka berani mengeluarkan ancaman seperti itu? Sama seperti perkumpulan rahasia lainnya, perkumpulan ini juga memiliki sejarah yang sangat tua.

Seperti yang kita ketahui, bangsa Manchu berhasil menginvasi Cina pada tahun 1644 dan menggulingkan dinasti Ming yang telah berusia 276 tahun. Lalu bangsa Manchu mendirikan Dinasti Qing. Kita bisa mengenal dinasti ini dari ciri-ciri rambut prianya yang setengah botak dan dijalin (seperti Wong Fei Hung misalnya).

Sebagian pasukan dinasti Ming yang dikalahkan kemudian menyingkir dan membentuk perkumpulan bawah tanah yang bertujuan untuk menggulingkan dinasti Qing dan memulihkan kembali dinasti Ming. Namun sepak terjang perkumpulan ini tidak begitu terdengar hingga akhir abad ke-19.

Pada tahun 1898, Cina kembali bergolak dengan terjadinya pemberontakan Boxer yang terdiri dari kumpulan para ahli kungfu untuk mengusir imperialisme asing dari Cina. Sebagian pasukan dinasti Ming yang dikalahkan kemudian menyingkir dan membentuk perkumpulan bawah tanah yang bertujuan untuk menggulingkan dinasti Qing dan memulihkan kembali dinasti Ming. Namun sepak terjang perkumpulan ini tidak begitu terdengar hingga akhir abad ke- 19.

Pemberontakan ini disebut sebagai salah satu pemberontakan paling berdarah di Cina. Dalam masa tiga tahun terjadinya pemberontakan ini, hampir 20.000 orang asing dan orang kristen Cina dibantai secara brutal. The Green and the Red Societies disebut ikut mendukung para Boxer secara diam-diam.

Pada tahun 1901, pemberontakan ini akhirnya berhasil ditaklukkan oleh pasukan gabungan dari delapan negara. Setelah pemberontakan Boxer berhasil dipadamkan, The Green and the Red Societies kembali memfokuskan pada usaha untuk menggulingkan dinasti Qing. Pada tahun 1911, dengan dukungan dari keluarga kekaisaran Jepang mereka berhasil menggulingkan dinasti Qing dan mengangkat Dr. Sun Yat Sen yang juga anggota perkumpulan ini sebagai presiden pertama Cina.

Selain Dr. Sun Yat Sen, Chiang Kai Shek, pemimpin partai Kuo Min Tang setelah Dr. Sun yang kemudian mendirikan negara Taiwan juga disebut sebagai anggota The Green and the Red Societies. Dalam buku sejarah, Kelompok ini terakhir kali muncul dengan nama “Green Gang” dan “Red Gang” yang dengan berani memerangi komunis di Shanghai pada tahun 1940-an. Tidak ada catatan yang pasti kapan Green Gang dan Red Gang bergabung menjadi The Green and the Red Societies.

Pada tahun 1920-an, Green Gang dan Red Gang telah menjelma menjadi dua organisasi kriminal paling ditakuti di Shanghai dengan bisnis utama berupa perdagangan Opium dan penyelundupan. Salah satu pemimpin Green Gang yang bernama Tu Yueh Sheng yang juga dikenal sebagai Opium King adalah satu dari tiga pemimpin gangster yang dikenal sebagai raja dunia kejahatan di Shanghai.

Karena hubungannya yang erat dengan partai nasionalis Kuo Min Tang, pada tahun 1927, Green Gang di bawah pimpinan Mr.Tu kemudian membantu Chiang Kai Shek menghancurkan partai komunis setempat. Akibat dari tindakannya ini, kelompok ini mendapat perlindungan Langsung dari Chiang Kai Shek dan Kuo Min

Tang yang nasionalis. Sejak itu Mr.Tu dan Green Gang mulai memperluas operasi opiumnya ke seluruh Cina. Pada tahun 1935, Tu Yueh Sheng dengan Green Gang telah menjadi salah satu kekuatan paling berpengaruh di Cina.

Ketika pasukan Komunis dibawah pimpinan Mao Tse Tung berhasil menguasai China, kelompok ini sekali lagi menjadi gerakan bawah tanah. “Sejak tahun 1949, mereka dengan diam-diam meningkatkan pengaruh ke seluruh Cina dan dunia. Mereka juga memiliki pengaruh pada level yang tinggi di pemerintahan Cina.” Kata Fulford.

Menurut Fulford lagi, akibat bantuan yang diberikan oleh keluarga kekaisaran Jepang dalam menggulingkan dinasti Qing, maka perkumpulan ini kemudian memiliki keterkaitan erat dengan Yakuza Jepang. Kebanyakan dari anggota The Green and The Red Societies adalah juga merupakan anggota Yakuza atau Triad Cina.

 

Tags:

BERITA TERKAIT