Mengingat Kembali Peran Jack dan Bobby Charlton, Pahlawan Inggris di Piala Dunia 1966

Minggu, 26 September 2021, 20:19 WIB
346

BBC secara teratur memproduksi film dokumenter yang sangat informatif menampilkan Tata Surya lengkap dengan alam semesta di luar angkasa. Angka astronomis yang tinggi adalah benang yang mengikat berbagai komet sedingin es ke sistem planet yang tampaknya mustahil, tetapi membuatnya hampir berlebihan untuk dipahami oleh setiap pemirsa.

Profesor Brian Cox, tokoh khas yang dipilih untuk menjadi pengisi suara program-program BBC seperti ini, sering mengakui bahwa ketika berhadapan dengan tokoh-tokoh seperti itu, ada baiknya untuk mengakui kekalahan dan membatasi kapasitas pemahaman otak Anda.

Gates Of Olympus

Dengan Jack dan saudaranya Bobby, merupakan sebuah misteri alam semesta yang lebih kompleks dipahami daripada yang terlihat pada awalnya. Permainan yang dimainkan dan piala yang dimenangkan membuat mereka yang berpartisipasi langsung dalam pengalaman itu, benar-benar tahu misteri yang terasa dari hadirnya sosok dua sosok bersaudara itu. Keduanya punya jalan karir yang berbeda sejak awal.

Dua bersaudara, satunya menjadi superstar untuk satu negara, yang lainnya jadi pahlawan yang terlupakan. Satu pahlawan untuk Inggris semasa jadi pesepakbola, yang lain untuk Irlandia sebagai seorang pelatih. Yang satu jadi tokoh besar untuk klub Manchester United; yang lain sama, tetapi untuk Leeds United. Jackie Charlton memiliki penampilan terbanyak dalam sejarah Leeds dengan 773 pertandingan, tetapi saudaranya Bobby tampil paling banyak dalam pertandingan derby Manchester yang menentukan satu generasi.

Sir Matt Busby, pelatih legendaris Setan Merah, merancang tim yang flamboyan dan energik bersama Bobby, Dennis Law, George Best dan Don Revie. Sementara Leeds, membangun tim yang sedikit berbeda. Satu pemain dengan nama keluarga Charlton dan Norman Hunter membentuk duet mengerikan di barisan pertahanan Leeds United. Di depannya, lini tengah diperkuat oleh para gelandang berpengalaman yakni Billy Bremner dan Johnny Giles.

Bahu-membahu Membantu Inggris Juara Piala Dunia 1966

Jack Charlton, Legenda yang Acap Bikin Kiper Berang - Historia

Rise of Olympus

Perpaduan sempurna antara fisik Tangguh dan bakat dari kedua belah pihak menghasilkan beberapa pertandingan paling kotor, paling intens, dan paling berkesan yang pernah ada di tanah Inggris. Tapi Jack sendiri bisa dibilang seperti tidak berniat jadi pesepakbola. Tumbuh di timur laut Inggris, dia lebih tertarik pada perangkap ikan dan sesekali mencoba peruntungan jadi penambang ikan. Namun, usai seharian bekerja sebagai penambang ikan, dia menyatakan tidak akan pernah melakukannya lagi.

Sebuah upaya aneh untuk bergabung dengan kepolisian dengan cepat bertemu dengan kesimpulan bahwa menjadi pesepakbola, meskipun pilihan ketiganya sebagai karier, adalah kehidupan yang lebih baik. Sementara Bobby, adik laki-lakinya juga suka menghabiskan waktunya dengan kegiatan outdoor namun tidak memiliki pengalaman di tambang batubara Northumberland yang terkenal saat itu. Akhirnya dia juga meniti karier di lapangan hijau.

Pengaruh untuk terjun ke lapangan hijau datang dari sang kakek, Tanner Milburn. Seorang penjaga gawang non-liga, Tanner tampaknya memiliki kemampuan luar biasa untuk menjadi ayah dari dua keponakannya yang memang punya bakat sepakbola. Empat dari lima anaknya bahkan menjadi pemain profesional; yang kelima adalah ibu dari Jack dan Bobby Charlton. Genetik atau tidak, jalur karir pasangan ini selalu ditakdirkan untuk berakhir di lapangan sepak bola.

Selamat dari tragedi Munchen, Bobby tidak hanya menjadi pemain terbaik di dunia, tetapi juga contoh permainan bersih yang teramat luar biasa. Dia hanya mendapatkan peringatan dua kali sepanjang karirnya, sesuatu yang hanya bisa diimpikan oleh kakaknya.

Bobby mengakui bahwa sisi permainan keras seperti itu memang ada, tapi dia memilih untuk memenangkan pertarungan di atas lapangan dengan memanfaatkan bakat alami yang dia miliki. Meski terdapat gaya bermain yang berbeda, kedua pemain itu terbukti sukses besar untuk negaranya, Inggris. Bobby menciptakan mukjizat pada Piala Dunia 1966 dengan kakak laki-lakinya berdiri di samping Bobby Moore di barisan pertahanan, menciptakan dinding yang tidak dapat ditembus.

Kedua bersaudara itu adalah pasangan bersaudara pertama yang bermain di setiap pertandingan di putaran final Piala Dunia. Mereka juga duet bersaudara pertama yang memenangkan trofi paling prestisius di kancah sepak bola dunia. Namun itu semua hanya ketika membela Timnas Inggris.

Rekan satu tim yang terikat oleh ikatan darah itu mengalami momen kegembiraan bersama yang fana, hanya peduli tentang apa yang paling mengikat mereka bersama saat itu. Ketika wasit Gottfried Dienst, meniup peluit akhir setelah gol abadi Geoff Hurst mengalahkan mesin Jerman, Jack berlutut dan memeluk adiknya, Bobby. Andai saja semudah itu.

Hubungan di Luar Lapangan, Jack dan Bobby Charlton Sempat Tengkar

Jack and Bobby Charlton were always different on and off pitch | Sport |  The Sunday Times

Perselisihan antara ibu mereka, Cissie, dan istri Bobby, Norma, telah menyebabkan Bobby dan Jack bersitegang dan saudara hanyalah sebatas status saja di luar lapangan. Merupakan tragedi bahwa pemakaman rekan setimnya di Inggris Ray Wilkins pada tahun 2018 adalah pertama kalinya Jack dan Bobby terlihat bersama di depan umum dalam 22 tahun setelah kejayaan Piala Dunia 1966.

Itulah sebabnya, ketika Bobby menerima penghargaan BBC Lifetime Achievement di tahun yang sama, publik dunia memperhatikan. Rekaman video berisi penghormatan Jack ke Bobby menunjukkan kasih dari seorang saudara ke saudara lainnya; ikatan bisa putus tapi ikatan darah akan selalu tersambung.

Air mata Bobby tidak dapat ditahan ketika dia mendengar pidato yang menghangatkan hatinya. Pidato yang berasal bukan lain dari kakaknya, Jackie Chalrton.

“Dia adalah pemain terhebat yang pernah saya lihat. Dan dia adalah saudaraku,” sepenggal kalimat yang diucapkan Jack, sederhana tapi menghadirkan gelombang kejut tak terlihat yang membuat seluruh dunia bersorak. Semua fans sepak bola saat itu terharu melihat dua sosok bersaudara itu kembali rujuk.

Akhir Karir Berbeda untuk Jack dan Bobby Charlton

Sir Bobby Charlton and his brother Jack at Brocton Hall Golf Course in  Staffordshire May 20th 2013 Stock Photo - Alamy

Jack mengakhiri karir profesionalnya bersama Leeds United pada tahun 1973. Tujuh tahun lebih duluan dari adiknya, Bobby Charlton yang tercatat sebagai pemain urutan kedua untuk penampilan terbanyak di sejarah Manchester United.

Namun rekor Bobby Charlton yang sempat jadi terbanyak sebelum kehadiran Ryan Giggs, bukan berarti dia mengakhiri karirnya di Old Trafford. Dia meninggalkan Man United pada tahun 1973, dan pindah ke Preston North End. Hingga akhirnya tahun 1980, setelah periode singkat bersama tim-tim seperti Waterford, Newcastle United, Perth Azzurri dan terakhir Blacktown City.

Selain kejayaan Piala Dunia 1966, kehadiran duo bersaudara ini untuk tim nasional Inggris juga terbilang cukup jadi langganan. Sang kakak, pertama kali debut bersama The Three Lions pada tahun 1965. Hanya berselang lima tahun, setelah 1970 dirinya mulai jarang dipanggil ke tim nasional. Sementara sang adik, Bobby Charlton punya karir lebih mentereng di Timnas Inggris. Periode 12 tahun dari tahun 1958 sampai 1970, dia selalu jadi langganan untuk posisi gelandang serang Timnas Inggris. Dengan mencatat 106 penampilan di semua kompetisi dengan 49 gol.

Pada 11 Juli 2020 kemarin, orang-orang di seluruh dunia terkejut dan sedih dengan berita bahwa legenda Leeds, Jack Charlton telah meninggal. Jack Charlton menutup mata saat berusia 85 tahun. Penduduk Bumi yang menyukai permainan sepak bola sang bek legendaris, merasakan kehilangan, terlebih lagi Bobby sebagai satu kesatuan.

Beberapa bulan setelah kepergian sang kakak untuk selama-lamanya, Sir Bobby Charlton yang sudah berusia 83 tahun, divonis menderita demensia pada November 2020 kemarin. Demensia merupakan penyakit yang membuat penurunan daya ingat dan cara berpikir seseorang. Saat diagnosa penyakit ini diumumkan, sontak publik sepak bola khususnya fans Man United merasa sedih. Bahkan salah satunya adalah Bintang asli jebolan akademik Setan Merah, Marcus Rashford.

“Tetap kuat, kami mencintaimu. Sir Bobby, Anda adalah pahlawan saya dan saya sangat sedih anda mengidap penyakit ini. Saya selalu mendukung dan bersama Sir Bobby, sebagai anak dan juga fans, saya mengagumimu. Saya, Rashford, masih menjadi orang dan pemain yang sama saat terakhir Anda melihat saya,” kata Rashford dikutip dari BBC, (02 November 2020).

Sudah meninggal satunya, dan sang adik juga terus menua disertai penyakit akut seperti demensia, wajar jika publik sepak bola merasa sedih dan khawatir. Untuk bermain begitu banyak, untuk menang, dan untuk menciptakan dampak yang luar biasa pada umat manusia bukanlah sesuatu yang sering terjadi dalam satu generasi.

Memiliki sepasang saudara laki-laki, memenangkan trofi bersama-sama adalah anugerah yang dimiliki sepak bola dan alam semesta. Tanda tak tergantikan yang ditinggalkan Jackie dan Bobby di dunia adalah satu hal yang sulit dijelaskan, namun sangat mudah dipahami ketika melihat kesuksesan Inggris di Piala Dunia 1966 silam.

BERITA TERKAIT