Menyelami Perjuangan Max Verstappen Meraih Gelar Juara Dunia F1 2021

Jumat, 31 Desember 2021, 18:03 WIB
38

Edisi Bonanza88, Jakarta – Formula One (F1) 2021 akhirnya telah merampungkan kompetisi. Keseruan ajang balap mobil ini ditutup dengan seri ke-22 atau seri terakhir GP Abu Dhabi pada hari Minggu (12/12) kemarin. Pembalap asal Belanda andalan tim Red Bull Racing, Max Verstappen, jadi orang yang paling berbahagia dalam balapan tersebut.

Verstappen memulai balapan dari posisi terdepan alias pole position. Ia mampu mempertahankan posisi itu hingga garis finis setelah melewati 58 laps. Podium pertama yang diraih Verstappen makin terasa spesial karena mampu memastikannya menyabet gelar juara dunia.

Ya, Verstappen keluar sebagai raja di tabel klasemen akhir F1 2021. Namanya memuncaki klasemen dengan koleksi 395,5 poin, unggul tipis delapan poin saja dari rival terberatnya, Lewis Hamilton yang menduduki peringkat dua. Kebahagiaan berlipat ganda lantas sungguh dirasa pembalap berusia 24 tahun itu.

Sebenarnya gelar juara dunia F1 2021 diraih Verstappen bukan melalui proses yang mudah. Bahkan kesuksesannya bisa dibilang terjadi secara dramatis. Verstappen benar-benar membuat kejutan, sebab Hamilton yang merupakan rival terberatnya sudah amat berpengalaman.

Tak Gentar Hadapi Nama Besar

F1: Helmut Marko Ungkap Mercedes Pernah Lobi Max Verstappen

Ketimpangan pamor antara Verstappen dan Hamilton sebelum musim 2021 dimulai, dapat digambarkan sederhana. Verstappen menatap F1 2021 sebagai musim ketujuhnya tanpa pernah sekalipun menyabet gelar juara dunia. Sedangkan Hamilton menyambut F1 2021 dengan bekal empat gelar juara dunia beruntun dari tahun 2017 hingga 2020.

Namun Verstappen tampak tak gentar menghadapi nama besar Hamilton. Race perdana F1 2021 di Bahrain, Verstappen yang meraih pole position, memberi perlawanan ketat kepada Hamilton yang akhirnya memenangkan lomba. Verstappen sendiri mengakhiri balapan seri ke-1 dengan menjadi runner-up, finis di belakang Hamilton.

Memasuki seri ke-2, Verstappen mulai menunjukkan tajinya selaku penantang serius Hamilton. Verstappen sukses finis pertama mengguli Hamilton yang memulai balapan dari posisi pole position. Kemenangan perdana Verstappen seakan memberikan sinyal kalau musim 2021 dirinya bakal berbicara banyak.

Race seri ke-3 dan ke-4, Verstappen memang harus mengakui keunggulan Hamilton. Dua balapan beruntun dia harus puas finish sebagai runner-up di belakang sang pembalap Inggris. Tapi race seri ke-5 di Monako, Verstappen dengan tenang mengakhiri lomba finis pertama, sementara Hamilton menemui kesulitan sehingga cuma bisa finis di urutan tujuh.

Rentang seri ke-6 sampai seri ke-10, Verstappen makin menemukan sentuhan emasnya dalam mengemudikan mobil balap. Tiga dari lima balapan itu, berhasil diakhiri Verstappen dengan naik podium pertama. Bagaimana nasib Hamilton? Dia cuma bisa sekali naik podium pertama, yakni di seri ke-10 yang mana dilangsungkan di Inggris, negaranya sendiri.

Kurang lebih, seperti itulah pemandangan garis besar dalam jalannya kompetisi F1 2021. Verstappen dan Hamilton silih berganti memenangkan lomba. Hingga seri ke-21, Verstappen total sembilan kali finis pertama, dan Hamilton delapan kali merasakannya.

Poin di tabel klasemen umum pun menunjukkan angka yang sama antara Verstappen dan Hamilton sebelum seri terakhir dimainkan. Jumlah poin keduanya sama-sama menunjukkan angka 369,5. Tapi Verstappen berhak atas posisi pertama karena dia unggul jumlah kemenangan dari Hamilton. Singkat cerita, penentuan gelar juara dunia bakal dilangsungkan di seri terakhir yang digelar di Abu Dhabi.

Kalau melihat tiga seri sebelum race seri terakhir, Hamilton tampak di atas angin ketimbang Verstappen. Hamilton secara luar biasa menyapu bersih seri ke-19, seri ke-20, dan seri ke-21 dengan raihan podium pertama. Meski segalanya masih bisa terjadi, banyak orang tetap memprediksi kalau Hamilton lebih berpeluang memenangkan seri terakhir ketimbang Verstappen, sekaligus mempertahankan gelar juara dunianya.

Hal yang perlu digarisbawahi, Hamilton telah terbiasa menghadapi momen menegangkan perihal perebutan gelar juara dunia seperti ini. Hamilton sungguh kenyang pengalaman dengan segala macam prestasinya yang segudang. Selain gelar juara dunia beruntun F1 2017, 2018, 2019, dan 2020, Hamilton masih punya tiga gelar lagi yang dulu diraihnya pada 2008, 2014, serta 2015.

Sirkuit Yas Marina yang menjadi venue bagi GP Abu Dhabi, juga memberikan Hamilton catatan manis. Rekor balapan Hamilton yang dilalui di Sirkuit Yas Marina teramat mentereng. Sirkuit ini sudah dipergunakan untuk ajang balap F1 sejak tahun 2009 silam. Sepanjang periode itu, Hamilton adalah pembalap F1 dengan jumlah kemenangan terbanyak di sirkuit ini, menyentuh angka lima kali.

Tapi peluang kecil tetap dimiliki Verstappen. Mengingat balapan musim 2020 di Sirkuit Yas Marina, modal Verstappen agaknya lumayan positif. GP Abu Dhabi 2020 memang memunculkan Vertsappen sebagai juaranya. Pada titik inilah secercah harapan muncul agar Verstappen nantinya dapat mematahkan dominasi Hamilton di ajang F1.

Race Penentuan yang Berakhir Dramatis

Max Verstappen Sebut Fernando Alonso Seorang Pejuang Sejati : Okezone Sports

Mulai dari babak kualifikasi GP Abu Dhabi yang digelar 11 Desember 2021 waktu setempat. Verstappen dan Hamilton bersaing ketat memperebutkan pole position. Jalannya kualifikasi lantas dimenangkan Verstappen yang koleksi waktunya lebih baik ketimbang Hamilton.

Merebut pole position, sepintas jadi pertanda baik bagi Verstappen. Namun hal yang tak boleh diremehkan, Hamilton tetap berpeluang mengancam karena dia mengawali lomba dari posisi dua. Hasil kualifikasi menyiratkan akan terciptanya pertarungan yang sungguh menegangkan antara Verstappen dan Hamilton di jalannya balapan.

Balapan yang ditunggu-tunggu akhirnya dimulai pada 12 Desember 2021, atau sehari setelah kualifikasi. Hamilton melakukan start balapan dengan sangat apik karena mampu mencuri posisi pertama dari Verstappen. Berbekal segala jam terbangnya yang mumpuni, Hamilton berusaha keras mempertahankan keunggulannya dari kejaran Verstappen yang terus menempel di posisi dua.

Jarak Hamilton dengan Verstappen sempat menjauh cukup signifikan. Hamilton bahkan sempat menorehkan keunggulan waktu sekitar 17 detik dibanding Verstappen. Kondisi balapan yang demikian makin menguatkan prediksi kalau Hamilton nantinya akan bisa juara dunia lagi.

Publik pendukung Hamilton meninggi rasa optimismenya melihat kondisi yang masih serupa jelang 10 lap terakhir. Andai hingga akhir balapan situasinya sama, Hamilton berhak keluar sebagai juara dunia. Di saat yang bersamaan, Verstappen dan segenap tim serta pendukungnya mulai harap-harap cemas menanti keajaiban.

Lap ke-57, Hamilton juga masih berada di depan Verstappen yang sekarang makin tipis jaraknya. Verstappen dengan gigih memacu laju mobilnya agar terus bisa mendekati Hamilton. Puncak drama rivalitas Verstappen dan Hamilton terjadi pada lap terakhir atau lap ke-58.

Di sebuah tikungan, Verstappen melakukan sodokan manuver cantik yang berhasil menyalip Hamilton. Posisi terdepan balapan selanjutnya diambil alih Verstappen. Hingga garis finis, Hamilton berusaha mengejar Verstappen tapi sia-sia. Verstappen terlanjur memacu cepat mobilnya, meraih podium pertama, dan memastikan dirinya meraih gelar juara dunia.

Hasil balapan sebenarnya coba diprotes tim Mercedes yang menaungi Hamilton. Bagi Mercedes, ada sebuah pelanggaran yang terjadi di momen Verstappen menyalip Hamilton. Setelah diskusi panjang selama tiga jam, otoritas F1 tidak menemukan kesalahan yang dimaksud serta tetap mengesahkan kemenangan Verstappen.

“Kemenangan ini sulit dipercaya. Sepanjang balapan saya terus berjuang, lalu ada kesempatan di lap terakhir. Jujur, sampai sekarang tangan saya masih gemetaran. Ini gila,” kata Verstappen usai balapan.

“Saya tidak tahu harus berkata apa. Tim saya, mereka sangat pantas mendapatkannya. Saya sangat menikmati bekerja dengan mereka sejak 2016, tahun ini luar biasa.”

“Akhirnya, sedikit keberuntungan bagi saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Checo (Perez), dia memberikan saya semangat hari ini, itu adalah kerja tim yang hebat, dia adalah rekan setim yang luar biasa.”

Sementara Hamilton, berbesar hati menerima kenyataan bahwa dirinya gagal meraih gelar juara dunia F1 2021. Hamilton tak lupa mengucapkan selamat atas keberhasilan Verstappen. Namun Hamilton berjanji dirinya akan menebus kegagalannya ini pada pagelaran musim F1 tahun depan.

“Pertama-tama, selamat sebesar-besarnya kepada Max dan timnya,” ujar Lewis Hamilton seperti dikutip situs resmi F1.

“Tapi, saya bangga dengan tim saya dan kami sudah memberikan penampilan semaksimal mungkin. Saya merasa mobil ini sudah lebih hebat dalam beberapa tahun terakhir. Kita lihat saja apa yang terjadi tahun depan,” sambungnya.

Verstappen resmi menjadi peraih gelar juara dunia F1 musim 2021. Prestasi ini ternyata memunculkan beberapa rekor untuk Verstappen. Dia tercatat sebagai pembalap termuda keempat yang bisa meraih gelar juara dunia. Verstappen melakukannya di usia 24 tahun 66 hari.

Lebih manis lagi, Verstappen mampu mengharumkan nama negaranya, Belanda. Dia menjadi pembalap Belanda pertama yang berhasil menyabet gelar juara dunia F1. Tak heran jika tokoh-tokoh besar Negeri Kincir Angin langsung membanjiri Verstappen dengan ucapan selamat. Salah satunya datang dari pesepak bola Belanda yang sekaligus bek tangguh andalan Liverpool, Virgil van Dijk. Selamat Verstappen!