Menyusuri Naik Turunnya Tren Mainan Mobil Tamiya Mini 4WD di Indonesia

Jumat, 31 Desember 2021, 10:27 WIB
42

Edisi Bonaza88, Jakarta – Tren yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat pasti akan terus mengalami pergantian dan perputaraan (terulang kembali), seiring berjalannya waktu. Premis demikian berlaku untuk segala jenis elemen, mulai dari yang paling umum seperti fashion, budaya, serta, teknologi, hingga yang amat spesifisik, contohnya ranah mainan. Membahas khusus mengenai mainan, masyarakat Indonesia sudah berulang kali dihampiri beragam tren, salah satu yang sempat amat mahsyur yakni Tamiya atau mobil mainan rakitan Mini 4WD.

Tamiya sebenarnya merupakan sebuah brand yang fokus bisnisnya mengembangkan mobil-mobil mainan rakitan. Operasional bisnis Tamiya sudah menyapa masyarakat negara asal mereka, Jepang, sejak tahun 1948 silam. Awal-awal berdiri, Tamiya memproduksi bermacam-macam jenis mobil mainan rakitan. Namun kebijakan bisnis Tamiya pada 1982 yang merilis mobil mainan rakitan Mini 4WD membuat brand mereka akhirnya identik dengan jenis produk tersebut.

Proses globalisasi tentunya membuat produk mobil mainan rakitan Mini 4WD garapan Tamiya dikenal pula oleh orang-orang di luar Jepang. Indonesia juga mulai terpapar Mini 4WD tak lama setelah Tamiya pertama kali memperkenalkan produk itu ke pasaran. Sayangnya, kala masa merintis di Indonesia, Tamiya mendapati bahwa mainan buatan mereka kalah pamor ketimbang mainan gangsing yang lebih dulu disukai masyarakat Tanah Air.

Perubahan kondisi terkait popularitas Tamiya di Indonesia terjadi begitu tahun memasuki periode 1990-an. Makna Tamiya bagi penduduk Indonesia, khususnya kalangan anak-anak hingga remaja pria, bukan lagi sekedar mainan biasa. Mainan mobil Tamiya Mini 4WD sudah merasuk ke elemen budaya. Hampir semua anak laki-laki kala itu pasti dengan asyiknya membicarakan sekaligus memainkan mobil-mobil Tamiya.

Pemicu atas melejitnya popularitas Tamiya dapat disimpulkan melalui beberapa aspek penting. Tapi ada satu sisi yang rasanya layak disebut sebagai penyebab utama dari demam Tamiya di Indonesia pada masa 1990-an. Sisi yang kami maksudkan di sini ialah hadirnya serial anime bertajuk Dash Yankuro di stasiun televisi nasional, TVRI. Serial anime ini sungguh memberikan dampak yang luar biasa dalam meningkatnya pamor Tamiya bagi pasar Indonesia.

Inti cerita serial anime Dash Yankuro mengisahkan perjuangan sekelompok anak-anak yang meniti karier di pentas balapan mobil Mini 4WD profesional. Kesemua karakter yang ditampilkan oleh Dash Yankuro sangat tersirat kalau mereka berkaitan erat dengan brand Tamiya. Bagaimana tidak, semua jenis mobil Mini 4WD yang dipakai setiap karakter Dash Yankuro memang ada di list produk Tamiya. Salah satu jenis mobil Mini 4WD yang jadi favorit anak-anak Indonesia berkat pengaruh serial anime Dash Yankuro adalah Dash-1 Emperor.

Pertama-tama, efek Dash Yankuro cuma sebatas mempengaruhi daya tarik anak-anak Indonesia soal tontonan kartun layar kaca. Makin ke sini, dampak yang dihasilkan Dash Yankuro turut menyentuh sisi larisnya penjualan produk-produk mobil Mini 4WD keluaran Tamiya. Anak-anak Indonesia hampir secara serentak berbondong-bondong memborong mobil Mini 4WD yang dijual di toko-toko resmi dan rutin memainkannya.

Jadi Hobi yang Mahal

CyBe4RK

Beruntungnya bagi Tamiya, mobil Mini 4WD yang mereka jual punya nilai tambah bagi kegiatan bermain anak-anak. Memainkan Tamiya Mini 4WD ternyata bisa ditekuni serius serta butuh keuletan ekstra dalam menguliknya. Banyak anak laki-laki yang berusaha merancang agar dinamo di mobil Mini 4WD mereka bisa bekerja lebih optimal untuk menghasilkan kecepatan terbaik. Istilah beken pun muncul perihal dinamo Tamiya Mini 4WD yang sudah dipoles sedemikian rupa, yakni dinamo kilikan.

Kecintaan anak-anak Indonesia terhadap Tamiya Mini 4WD akhirnya terwadahi secara tepat. Pada kemudian hari, mulai mengorbit komunitas-komunitas atau toko-toko yang secara khusus memperhatikan perkembangan Tamiya Mini 4WD. Berbagai komunitas ataupun toko membantu anak-anak yang menyukai Tamiya Mini 4WD untuk merakit mobilnya supaya lebih mantap lagi lajunya di lintasan. Ada komunitas atau toko yang menjual jasa memoles dinamo, menjual aksesoris tambahan, hingga menjual jasa mengecat ulang body mobil Tamiya Mini 4WD.

Hobi menggeluti Tamiya Mini 4WD kian terasa seru karena toko-toko dan komunitas-komunitas tertentu ada yang bersedia menyelenggarakan perlombaan. Kompetisi mereka adakan guna menguji kelihian anak-anak dalam merakit mobil Tamiya Mini 4WD. Mobil siapa yang paling cepat dan tahan banting melewati setiap rintangan di lintasan balap, dia yang akan jadi pemenangnya. Mal-mal di kota-kota besar juga rutin mengadakan kompetisi serupa, sehingga demam Tamiya Mini 4WD jadi bertambah masif peredarannya.

Maraknya lomba-lomba balapan lantas memicu para pegiat hobi Tamiya Mini 4WD untuk lebih serius dalam merakit mobil merek masing-masing. Suasana kompetisi balapan bahkan hampir-hampir mirip seperti ajang balap mobil Formula One. Setiap peserta harus memikirkan strategi jitu supaya mobil Tamiya Mini 4WD miliknya dapat memenangkan lomba.

Poin menentukan strategi tentunya wajib dibarengi dengan perawatan mobil Tamiya Mini 4WD yang telaten. Upaya perawatannya ada beragam, contohnya melakukan upgrade ke berbagai bagian mobil Tamiya Mini 4WD, seperti body, baterai, dinamo, roda, hingga gear depan dan belakang. Demi mendapatkan upgrade terbaik merakit mobil Tamiya Mini 4WD, membutuhkan waktu maupun biaya yang banyak. Tak heran jika banyak anak-anak yang terlihat rutin menghabiskan waktunya merakit Tamiya Mini 4WD serta menggunakan hampir semua uang jajannya guna memodifikasi mobil mainannya.

Menekuni hobi mainan mobil Tamiya Mini 4WD memang mahal. Apabila ingin benar-benar serius mengikuti tren dan terlibat dalam berbagai kompetisi yang ada, kocek yang dirogoh sungguhlah dalam. Terlebih, peminatnya mayoritas didominasi kalangan anak-anak atau remaja laki-laki yang belum berpenghasilan. Alhasil, hanya mereka anak-anak yang terlahir dari orang tua berkecukupan-lah, yang mampu merajai pentas Tamiya Mini 4WD di Indonesia.

Beruntungnya, ada brand lain yang mulai bermunculan untuk menyentuh pasar penyuka mobil mainan Mini 4WD dengan budget lebih rendah. Brand-brand ini berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat menengah ke bawah agar tetap bisa mengikuti tren Mini 4WD. Brand-brand asal China yang terkenal mampu memproduksi sesuatu dengan harga lebih murah, turut memanaskan persaingan bisnis produsen Mini 4WD. Salah satu brand yang kemudian cukup bersaing ketat dengan Tamiya ialah Auldey.

Anak-anak yang duit jajannya pas-pasan pun akhirnya tak perlu iri hati lagi. Perbandingan harganya bahkan bisa sangat mencengangkan jumlahnya. Mini 4WD keluaran Tamiya untuk satu unit mobilnya yang orisinil, harganya bisa mencapai angka ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sedangkan brand-brand lain yang menaruh target market menengah ke bawah, harga satu unit mobil Mini 4WD cuma kisaran 15 ribu sampai 20 ribu rupiah saja.

Ketenaran Jilid 2

Toko dan Bar Mini 4WD: Orang Dewasa pun Dapat Menikmatinya - LIVE JAPAN  (Jepang perjalanan dan pariwisata pemandu)

Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, geliat pecinta mobil mainan Mini 4WD agak meredup pamornya. Pengaruh krisis moneter yang menyerang Indonesia pada 1998 amat berpengaruh terhadap menurunnya minat terhadap hobi Mini 4WD. Bagi anak-anak yang orang tuanya masih berkecukupan pasca krisis moneter, mereka tetap bisa meneruskan kegemarannya. Tapi bagi mereka yang kurang beruntung, impian akan punya mobil Mini 4WD keren harus dikubur dalam-dalam.

Merosotnya demam mobil mainan Mini 4WD beruntungnya tidak berlangsung lama. Setidaknya mulai tahun 2003, kehidupan pecinta Mini 4WD kembali tercerahkan berkat munculnya serial anime berjudul Let’s and Go yang tayang setiap hari Minggu di RCTI. Serial anime Let’s and Go menumbuhkan ulang semangat bermain mobil Mini 4WD. Bahkan, muncul pula pecinta Mini 4WD dari generasi baru, yakni anak-anak kelahiran 1990-an.

Media-media besar di Indonesia ikut memperhatikan ketenaran jilid 2 yang menghampiri eksistensi Mini 4WD. Harian Kompas pernah membahas khusus tren Tamiya pada awal tahun 2003. Mereka membedah tuntas segala elemen mobil rakitan Mini 4WD beserta brand Tamiya dan kompetitor bisnisnya. Intinya, serial anime lagi-lagi berpengaruh terhadap melejitnya pamor mobil Mini 4WD dan Tamiya di Indonesia.

Demam Let’s and Go sepintas bisa dibilang melampaui generasi Dash Yankuro. Zaman yang sudah semakin maju, membuat perlombaan Tamiya Mini 4WD jadi lebih marak lagi tersebar di mana-mana. Tak hanya di mal-mal besar, masuk ke gang-gang kecil ada pula toko-toko yang geliatnya mampu mewadahi anak-anak pecinta Tamiya Mini 4WD.

Varian mobil Mini 4WD yang dijual di pasaran tentu makin beragam. Mungkin untuk mobil yang berukuran kecil, tipe dan modelnya tidak banyak mengalami perubahan. Tapi, Tamiya Mini 4WD berani meluncurkan produk yang ukurannya lebih besar dan jelas harganya juga lebih mahal. Anak-anak Indonesia mayoritas mengikuti tren Tamiya Mini 4WD sesuai yang ditampilkan di serial anime Let’s and Go, seperti mobil Magnum, Sonic, dan Black Saber. Tak jarang ada anak-anak yang punya selera khusus sehingga mau mengoleksi dan merakit mobil Mini 4WD anti mainstream.

Kehidupan seperti ini hanya berlangsung selama serial anime Let’s and Go ada di layar kaca. Begitu serial anime tersebut tak lagi ditayangkan, ketenaran Tamiya Mini 4WD perlahan meredup kembali. Ditambah ada tren baru soal mainan yang juga merasuki anak-anak Indonesia, contohnya gangsing Beyblade dan Crush Gear.

Kehidupan Sekarang

Jual Tamiya Modifikasi Indonesia|Shopee Indonesia

Nafas Mini 4WD sangat lama sekali terbenam. Memasuki 2010-an ke atas, masyarakat Indonesia, terutama anak-anak, lebih condong menyukai game-game bertema teknologi. Tamiya Mini 4WD kesulitan menerjang perkembangan arus tren yang demikian.

Mungkin kondisinya sekarang jauh lebih baik. Nafas kehidupan Tamiya Mini 4WD kembali hidup berkat anak-anak generasi 1990-an yang sudah mulai dewasa, yang mulai berpenghasilan sendiri, dan menekuni kembali hobi lamanya. Tapi kini sudah sangat jarang, atau mungkin sama sekali tidak ada anak-anak kecil yang menggeluti Mini 4WD. Anak-anak zaman sekarang lebih suka menekuni permainan di gadget atau PC, seperti Mobile Legend dan PUBG.

Tags:

BERITA TERKAIT