Mereka yang Menghilang secara misterius

Minggu, 21 November 2021, 15:36 WIB
122

Amelia Earhart barangkali pernah merasa bahwa ia bisa “mengalahkan” dunia. Ia seorang pilot, sekaligus pilot perempuan pertama yang berhasil melintasi Samudra Atlantik. Sosoknya saat itu adalah cambuk bagi industri penerbangan Amerika untuk terus melangkah maju. Namun, saat ia melakukan perjalanan keliling dunia dengan menggunakan pesawat pada tahun 1937, Erhart tiba-tiba menghilang.

Ia seolah “ditelan dunia”. Hingga kini kisah menghilangnya Earhart masih menjadi salah satu misteri terbesar abad ke-20 yang belum terpecahkan. Pada tahun 2016 lalu, International Group of History Aircraft Recovery [TIGHAR] pernah mengungkap sebuah teori bahwa Earhart meninggal dan menghilang bukan karena kecelakaan pesawat, melainkan karena terdampar di kepulauan terpencil.

“Ada satu bab terakhir dari kehidupan Earhart yang tidak diketahui oleh orang-orang. Dia menghabiskan hari-harinya –mungkin selama berbulan-bulan – dengan gagah berani untuk bertahan hidup dalam keterasingan,” ujar Ric Gillespie, direktur eksekutif TIGHAR (the International Group for Historic Aircraft Recovery),

Teori TIGHAR tersebut kemudian menemui titik terang saat para ilmuan yang menyelidiki hilangnya Earhath menemukan tulang di Pulau Nikumaroro, sebuah pulau terpencil di dekat Samudra Pasifik, pada Maret 2018 lalu. Menurut Richard Janz, seorang antropolog, tulang itu diduga kuat merupakan tulang Earhart. Meski begitu, ternyata masih ada yang meragukan penemuan Janz tersebut. Dr. Kristina Killgorve, seorang ahli antropologi forensik, adalah salah satunya.

Dalam salah satu artikel di The Guardian yang berjudul “Have We Really Found Amelia Earhart’s Bones?”, Dr. Kristina Killgorve mengatakan,

“Memecahkan misteri hilangnya Earhart akan menjadi arkeologi forensik yang sangat fantastis – jika itu memungkinkan. Saya pikir orang-orang tertarik dengannya, ia adalah wanita yang sangat mempesona, dan siapa yang tidak suka dengan sebuah misteri? Namun saya tetap skeptis dengan upaya itu.”

Alasan Kristina memilih skeptis sendiri dapat dimengerti. Pada tahun 1941 lalu, Dr. Hoodless, salah satu ilmuwan yang juga menyelidiki hilangnya Earhart, pernah melaporkan bahwa tulang yang berada di Pulau Nikumaroro adalah tulang laki-laki.

Dan saat kasus menghilangnya Earhart masih terus diselidiki, arwah Earhart barangkali sudah selesai berkeliling dunia. Yang menarik, kasus menghilangnya Earhart bukan satu-satunya kasus menghilangnya orang terkenal yang mendapatkan perhatian dari publik.

Di dunia ini, banyak kasus misterius seperti itu. Beberapa di antaranya memang berhasil dipecahkan, tetapi beberapa kasus lainnya masih misterius seperti apa yang dialami oleh Earhart.

Hilangnya Richey Edwards

Manic Street Preachers adalah band british rock legendaris yang sampai saat ini belum juga menemukan kejelasan atas hilangnya salah satu personel utama mereka, Richey Edwards.

Saat diwawancarai pada peringatan 20 tahun hilangnya Sang Gitaris yang pemikiran radikal itu, Rachel Elias yang merupakan saudara perempuan dari gitaris Manic Street Preachers (MSP) tersebut masih merasa sangat kehilangan namun di lain sisi juga masih berharap bahwa saudaranya tersebut pada suatu saat akan ditemukan.

Richey Edwards dinyatakan hilang pada 1 Febriari tahun 1995.Seharusnya dia bersama James Dean Bradfield, sang frontman, berangkat bersama-sama ke Amerika Serikat untuk melakukan tur promosi album baru mereka. Richey Edwards check out dari hotelnya di London, lalu menghilang.

Dalam dua minggu setelahnya, fans-fansnya mulai mengkhawatirkan keadaan Richey. Kabarnya, seorang supir taksi di Newport menyupiri seorang penumpang dengan penampilan sangat mirip Richey keliling Blackwood, rumah Richey saat dia kecil, untuk kemudian menurunkannya di Severn View service station.

Di hari Valentine, sebuah mobil Vauxhall yang ternyata milik Richey Edwards ditilang oleh polisi, dan tiga hari kemudian, mobil tersebut dilaporkan sebagai ‘ditinggalkan oleh pemiliknya’.

Polisi menemukan bukti-bukti bahwa seseorang sempat tinggal di dalam mobil itu, namun orang yang menghabiskan waktu di mobil itu – siapapun dia – menghilang begitu saja, tanpa sedikitpun jejak. Lokasi mobil tersebut ditinggalkan rupanya tidak jauh dari jembatan Severn, sebuah jembatan yang menjulang dengan ketinggian nyaris 150 meter dan dikenal sebagai tempat bunuh diri. Gosip mulai menyebar.

Di musim panas terakhir sebelum dinyatakan menghilang, Richey memang diketahui memiliki ketergantungan alkohol, anorexia, dan depresi yang mengharuskannya datang pada seorang psikiater di rumah sakit Whitchurch.

Akan tetapi proses terapi Richey di rumah sakit tersebut hanya berjalan sebentar karena Richey bersama band-nya memilih melanjutkan promosi album mereka yang berjudul “Holy Bible”. Aksi panggung terakhir Richey tercatat pada tanggal 21 Desember 1994, tepat sehari sebelum dia merayakan hari ulang tahunnya pada 22 Desember.

Misteri Menghilangnya Fan Bingbing

Dalam film X-Men: Days of Future Past (2014), Fan memerankan Blink, seorang mutan yang punya kekuatan membuat portal yang mampu memindahkan benda maupun orang ke mana saja. Dari situ, adegan-adegan pertarungan yang melibatkan Blink kemudian sangat memanjakan mata – ada daya kejut tersendiri setiap kali Blink membuka portalnya untuk bertarung melawan musuh-musuhnya.

Yang menarik, sekitar empat tahun setelah film tersebut, Fan tiba-tiba menghilang. Ia seperti membuka sebuah portal teleportasi yang tempat tujuannya bisa membuat banyak orang bertanya-tanya. Di Hollywood, Fan Bingbing memang mulai dikenal karena ikut ambil bagian dalam film Iron Man 3.

Namun di Cina, Fan sudah masyhur jauh lebih dulu. Ia adalah superstar. Selain menjadi aktris, ia juga terkenal sebagai ratu iklan untuk produk-produk besar dunia, dari Monblanc, Louis Vuitton, De Beers, hingga Guerlain.

Pada tahun 2016 lalu, melalui film-fimnya yang diperankannya, Fan didaulat Forbes sebagai salah satu artis dengan bayaran paling besar di dunia. Dengan bayaran sebesar 17 juta dolar, ia saat itu berada di peringkat kelima dunia. Fan terakhir kali muncul di depan publik pada 1 Juli 2018 lalu, Saat itu, ia terlihat berada di sebuah rumah sakit untuk menjenguk anak-anak.

Namun hingga tiga bulan setelah kejadian itu, ia tidak lagi menampakkan diri di depan publik. Berbagai macam teori yang menjadi penyebab menghilangnya bintang Cell Phone tersebut kemudian bermunculan. Dilansir dari Times, Fan menghilang karena dituduh menggelapkan pajak. Hal ini bermula saat Cui Yongyuan, pembawa acara berita, membocorkan detail kontrak kerja yang diterima oleh Fan.

Ia mempunyai kontrak kerja ganda, yang biasa disebut dengan “kontrak Yin-Yang” yang merupakan kontrak kerja ilegal. Kontrak pertama Fan bernilai 1,6 juta dolar Amerika dan kontrak kerja keduanya 7,8 juta dolar Amerika. Menurut Cui, dengan adanya dua kontrak kerja tersebut, Fan mempunyai kemungkinan untuk menghindari membayar pajak dengan jumlah yang lebih besar.

Selain itu, ada teori lain yang mengatakan bahwa Fan menghilang karena intrik politik di Cina — menurut The New York Times, hanya sedikit pelaku industri di Cina yang percaya bahwa Fan menghilang karena masalah pajak. Dengan kesuksesannya, ia dianggap telah melangkahi prinsip sosialisme di Cina.

Setidaknya, ada beberapa hal aneh yang bisa membuktikannya. Nama Fan tiba-tiba dihapus dari poster fim Unbreakable Spirit, sebuah film tentang pemboman yang dilakukan Jepang kepada Cina pada masa perang antara 1938 sampai 1943. Sejatinya, Fan akan bermain di film tersebut bersama Bruce Willis, aktor laga kawakan asal Amerika.

Yang menarik, tanggal perilisan film tersebut juga ditunda dengan alasan yang kurang jelas, dari Agustus 2018 berubah menjadi Oktober 2018. Menyoal film, ada kejadian aneh lainnya yang menimpa Fan. Ia terlibat dalam salah satu film animasi yang sebetulnya rilis pada Juni 2018 lalu. Namun, sekali lagi, film itu ditunda tanggal rilisnya, bahkan belum dijadwalkan ulang hingga sekarang.

Menurut Raymond Zhou, seorang kritikus film independen di China, peran Fan dalam film tersebut juga diedit ulang. Kejanggalan-kejanggalan yang menimpa Fan sebenarnya tidak hanya berhenti sampai di situ. Beberapa produk yang dibintanginya ternyata juga menjauh darinya, salah satunya adalah Montblanc.

Sebagian besar dari mereka menjauh dengan satu alasan: Cina adalah pasar yang cukup besar, maka mereka memilih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Teori menghilangnya Fan karena alasan perkara politik ini kemudian diperkuat oleh sebuah laporan yang dibuat oleh China Social Resposibility 100 Forum.

Dalam survei menyoal tanggung jawab sosial di kalangan selebritas yang dilakukan oleh badan tersebut, Fan Bingbing mendapatkan nilai 0. Meski begitu, apa pun yang menjadi penyebab utamanya, kasus menghilangnya Fan masih menjadi misteri sejauh ini.

Selama ia belum membuka portal teleportasi, seperti apa yang ia lakukan saat menjadi Blink dalam X-Men: Days of Future Past, untuk muncul dari “tempat persembunyiannya”, orang-orang akan terus bertanya-tanya: Ke mana gerangan selebritas papan atas Cina itu pergi?