Muncul Lagi Aplikasi HalloApp, Berikut 3 Fakta Menariknya

Jumat, 23 Juli 2021, 18:27 WIB
66

Mantan karyawan WhatsApp menciptakan platform media sosial baru bernama HalloApp. Aplikasi ini mengunggulkan privasi pengguna dan tidak menampilkan iklan.

HalloApp diciptakan oleh Neeraj Arora dan Michael Donohue. Keduanya pernah bekerja di WhatsApp sebelum dan setelah dibeli oleh Facebook dengan mahar USD 22 miliar.

Gates Of Olympus

Arora dulunya merupakan Chief Business Officer WhatsApp hingga tahun 2018 dan merupakan figur utama dalam negosiasi dengan Facebook. Sedangkan Donohue pernah menjabat sebagai Engineering Director WhatsApp selama sembilan tahun sebelum mundur pada tahun 2019.

Mirip dengan Path

Prinsip HalloApp adalah membuat jejaring sosial yang lebih pribadi dibanding media sosial yang ada sekarang ini, kurang lebih sama seperti yang diusung Path. Bedanya, HalloApp memiliki fitur chat yang terinspirasi dari WhatsApp.

Seperti WhatsApp, chat di HalloApp juga terlindungi oleh sistem keamanan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption). Sehingga, secara teori pesan yang dikirim dan diterima tidak bisa diintip pihak ketiga termasuk internal HalloApp.

Rise of Olympus

Menggunakan nomor telepon untuk mendaftar

HalloApp menggunakan nomor telepon untuk menghubungkan penggunanya. Asumsinya, kontak yang tersimpan di perangkat kemungkinan adalah orang dekat pengguna di dunia nyata.

Dengan demikian, tidak akan ada orang lain yang tidak dikenal di dunia nyata, tiba-tiba muncul sebagai “teman” di HalloApp. Selain itu, HalloApp juga mengklaim tidak akan menghimpun dan menyimpan data lain dari pengguna.

Gratis dan bebas iklan

Sejauh ini, HalloApp dijanjikan gratis dan bebas iklan. Tawaran itu cukup menarik karena sangat berbeda dari platform media sosial yang ada saat ini, di mana pengguna justru semakin banyak dijejali iklan.

Menurut Arora, media sosial saat ini lebih banyak dikendalikan oleh algoritma yang disesuaikan dengan pengguna. Sementara HalloApp justru akan menawarkan platform berbagi konten dengan percakapan yang lebih bermakna.

“Tidak ada iklan. Tidak ada bot. Tidak ada like. Tidak ada pengikut. Tidak ada algoritma. Tidak ada influencer. Tidak ada filter foto. Tidak ada ‘pusing karena feed’. Tidak ada misinformasi yang merajalela bagai kebakaran,” kata Arora.

BERITA TERKAIT