Neymar dan Kisah Rudolf Dassler Merintis Sepatu Puma

Rabu, 29 September 2021, 16:04 WIB
21

Seperti Nike dan Adidas, Puma juga mendominasi dunia sepak bola. Para pemain legendaris dari Pele, Johan Cruyff, hingga Diego Maradona sudah lebih dulu disponsori Puma. Di masa kini, ada Neymar Jr dan Antoine Griezmann yang jadi salah satu bintang Puma.

Uniknya, perusahaan ini memiliki hubungan khusus dengan brand pesaingnya, Adidas. Semuanya berawal dari dua bersaudara Dassler, Rudolf “Rudi” (1898-1974) dan Adolf “Adi” Dassler (1900-1978). Rudi, sang kakaklah yang menjadi pendiri Puma sementara adiknya mendirikan Adidas.

Gates Of Olympus

Lahir dari seorang karyawan di pabrik sepatu, baik Rudi dan Adi kecil sudah akrab dengan sepatu. Pasalnya, Jerman yang saat itu dilanda krisis pasca Perang Dunia I memaksa mereka untuk turut membantu pekerjaan ayahnya di pabrik tersebut.

Seiring waktu, Rudi yang dikenal memiliki jiwa bisnis yang tinggi memutuskan untuk berhenti bekerja di pabrik tersebut untuk mendirikan bisnis sendiri. Sang adik Adi yang dikenal terampil sebagai pengrajin sepatu akhirnya mengikuti jejak sang kakak.

Mereka berdua pun akhirnya memutuskan untuk membuat perusahaan sepatu mereka sendiri bernama Gebruder Dassler Schuhfabrik (GDS) atau dalam bahasa Inggris “Dassler Brothers Shoe Factory.” Mereka menggunakan tempat cuci pakaian milik ibunya untuk dijadikan tempat produksi.

Adolf And Rudolf Dassler Online Hotsell, UP TO 50% OFF

Awalnya, usaha mereka sangat terhambat dengan penjualan yang sedikit. Hingga pada periode 1930-an, usaha mereka akhirnya bisa terdukung berkat kebangkitan Adolf Hitler dan Partainya Nazi pada 1933. Dengan berkoalisi dengan Nazi, bisnis sepatu Rudi dan Adi pun mulai bangkit.

Rise of Olympus

Langkah awal mereka yang paling diingat adalah saat mereka menjadi sponsor perlengkapan olahraga pelari legendaris Jesse Owens pada Olimpiade Musim Panas 1936 di Berlin. Saat itu, Owens memenangi 4 medali emas yang mana turut membuat GDS menjadi popular.

Selain hal tersebut, dukungan penuh yang diberikan Nazi terus dimanfaatkan keduanya. Hanya saja, Rudi terkesan lebih ‘loyal’ pada Nazi dibanding Adi yang lebih banyak memanfaatkan perhatian partai tersebut. Ide memasok produksi sepatu ke klub-klub dengan memanfaatkan gerakan pemuda Hitler untuk memperluas produksi adalah ide dari Adi.

Namun suksesnya GDS terpaksa berakhir saat Perang Dunia II meletus. Nazi yang awalnya partai politik seketika berubah menjadi mesin tempur saat itu. Pabrik GDS saat itupun diizinkan beroperasi namun produksinya dibatasi. Mereka juga harus menjalani wajib militer.

Bedanya, Adi hanya sebentar menjalani wajib militer karena dianggap sudah cukup berjasa. Lain halnya dengan Rudi yang kemudian dipanggil ke garis depan di Front Timur pada 1943. Hal ini menjadi awal keretakan hubungan Rudi dan Adi. Pasalnya, kabarnya Adi lah yang jadi penyebab Rudi dibawa ke garis depan peperangan agar terbunuh.

Selanjutnya, Rudi yang sempat beberapa kali kabur dari tugas militernya sempat ditangkap oleh Gestapo (Polisi Rahasia Jerman saat itu) dan dibawa ke kamp konsentrasi Nazi, meski akhirnya berhasil bebas dan dipindahkan ke penjara Tahanan Perang biasa oleh sekutu.

Biografi Dassler Bersaudara, Kisah Persaingan Pendiri Adidas Dan Puma |  Biografiku.com

Berbagai teori menganggap hal ini sebagai rencana Adi untuk mengeluarkan kakaknya dari GDS agar Adi menjadi pemimpin tunggal perusahaan yang mereka rintis bersama tersebut. Belum lagi masalah keluarga mereka yang lainnya seperti perseteruan Rudi dengan Kathe Dassler, istri adi yang dianggapnya acap mencampuri urusan bisnis.s

Puncaknya adalah pada 1948 ketika Rudi dan Adi memutuskan untuk berpisah. Masing-masing mendirikan perusahaannya sendiri, yakni Adi dengan Adidas-nya, dan Rudi dengan Puma. Hingga kini, keduanya menjadi rival dalam produksi perlengkapan olahraga.

Sejak saat itu, Puma aktif menjadi sponsor berbagai atlet dari berbagai bidang olahraga, khususnya sepak bola. Sepatu sepak bola Puma dianggap sebagai yang paling klasik sejak dekade 1950-an. Puma dan Adidas terus bersaing hingga saat ini meskipun Rudi telah meninggal pada 1974, disusul Adi pada 1978.

Meski begitu, persaingan keduanya saat ini lebih sehat dibandingkan saat keduanya masih hidup yang penuh kebencian satu sama lain. Puma akhirnya diteruskan oleh putra Rudi, Armin Dassler dan semakin berkembang hingga seperti saat ini.

Puma kini sudah sangat terkenal dengan menjadi sponsor perlengkapan olahraga dari berbagai tim terkenal seperti Ferrari di F1, Manchester City, AC Milan, Borussia Dortmund, serta Timnas Italia dan Uruguay di sepak bola, dan lain-lain. Belum lagi kerja sama dengan para selebriti seperti Rihanna, Jay-Z, dan Selena Gomez.

Kini, Puma membawahi lebih dari 14 ribu pegawai dengan omzet mencapai sekitar USD 6,66 miliar atau setara Rp 96,4 triliun per tahun. Total aset Puma saat ini memiliki valuasi mencapai sekitar USD 5,29 miliar atau setara Rp 76,6 triliun.

Perseteruan Abadi Adidas vs Puma

Pilih Mana: Sepatu Adidas atau Puma? – Selera.id

Pertengkaran antara keluarga Dassler ini pun tak menghentikan ambisi mereka untuk tetap menciptakan sepatu olahraga. Adolf Dassler tetap memproduksi sepatu dengan merek Adidas, sementara Rudolf Dassler memilih nama Puma sebagai identitas merek.

Pertikaian mereka pun seakan tidak pernah selesai, terlihat dari bagaimana kedua merek ini bersaing. Adidas dan Puma melakukan “Agresi” di dalam dunia olahraga. Dalam beberapa kompetisi olahraga, hanya dua merek sepatu yang dipakai, Adidas dan Puma.

Superstar sepakbola Pele dan Eusebio selalu menyepak bola dengan sepatu Puma. Fritz Walter dan Franz Beckenbauer selalu mengenakan Adidas.

Perang sepatu dalam arena olahraga ini pun dengan segera menjadi sorotan. Fenomena ini pun menjadi tajuk utama pada surat kabar saat itu.

Sebagai gambaran besarnya “pertikaian” ini, perkumpulan olahraga internasional pun sampai harus turun tangan untuk menciptakan perdamaian. Namun sayang, perseteruan menjadi semakin besar.

Adidas dan Puma terlibat dalam sebuah persidangan. Kala itu, Puma tidak setuju dengan hak monopoli penyediaan alat olahraga oleh Adidas untuk perkumpulan sepakbola nasional. Namun Puma kalah dalam persidangan tersebut.

Puma membalas dengan merebut kontrak monopoli perkumpulan bola tangan Jerman.

Prime Video: Adidas Vs. Puma: The Brother's Feud

Walau perseteruan terus berlangsung, namun Adidas seakan selalu berhasil mengungguli keadaan di lapangan. Keberhasilan ini menurut banyak orang tidak terlepas dari peran Horst Dassler, anak dari Adolf Dassler.

Horst membuka cabang di Perancis dan melakukan berbagai pendekatan dengan tokoh-tokoh “politik” olahraga internasional. Horst juga mendirikan Arena, perusahaan yang khusus memproduksi perlengkapan olahraga air.

Kini Adidas merupakan perusahaan dunia dengan 12.000 karyawan di 18 negara. Namun kemajuan itu tidak bisa berhasil andaikata anaknya Horst tidak mengambil langkah yang luar biasa dengan membuka cabang di Perancis.

Adidas dan Arena pun menyediakan pakaian bagi 35.000 pejabat olahraga dan pembantunya selama Olimpiade Moskwa. Perusahaan ini berkembang hingga ke negara-negara Soviet dan Tiongkok.

Puma juga mengalami pertumbuhan pesat. Armin Dassler sang penerus takhta, membawa Puma untuk sukses mendirikan pabrik di Jerman, Perancis, Austria, dan Australia. Tidak hanya itu, Armin juga memberikan lisensi merek dagang tersebut di Yugoslavia, Italia, Filipina dan Argentina.

Puma dan Pangsa Pasar

PUMA FUTURE RIDER X CHINATOWN MARKET BLACK YELLOW | Shopee Indonesia

Merek legendaris selayaknya dipakai oleh legend juga. Tampaknya ide ini mendasari PUMA untuk menandatangani kemitraan jangka panjang dengan pemain sepak bola Brasil Neymar Jr., diwakili oleh NR Sports.  Sebagai salah satu atlet paling sukses di generasinya, Neymar akan mengenakan sepatu bot PUMA King yang dikenal sebagai siluet legendaris dari PUMA.

Neymar tidak hanya akan mengenakan PUMA King di lapangan, tetapi juga akan menjadi duta merek di luar lapangan, memakkai semua lini lifestyle, training, serta produk sepatu. dan pakaian yang terinspirasi dari olahraga PUMA.

“Neymar Jr. bergabung dengan Keluarga PUMA kami, luar biasa”, kata Bjørn Gulden, CEO PUMA. “Dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan sangat relevan dengan sepak bola global dan budaya pemuda. Kami sangat senang dan berharap untuk bekerja dengannya baik di dalam maupun di luar lapangan. ”

Dalam pesan kepada para penggemarnya di saluran media sosialnya yang berjudul “The King is Back”, Neymar Jr. berbicara tentang dampak yang ditimbulkan oleh para pemain hebat seperti Pelé dan Maradona dalam hidupnya, dan keputusannya untuk mengikuti jejak mereka dengan bermitra dengan PUMA.

Resmi, Neymar Jr Bermitra dengan Puma untuk Jangka Panjang

“Saya tumbuh dengan menonton video dari legenda sepakbola hebat seperti Pelé, Cruyff, Eusebio dan Maradona,” kata Neymar Jr. “Inilah raja-raja di lapangan, raja-raja olahraga saya. Saya ingin mengembalikan warisan yang diciptakan para atlet itu di lapangan. Mereka masing-masing bermain di PUMA, dan masing-masing dari mereka menciptakan keajaiban mereka di The KING. ”

Dia melanjutkan: “Setiap kali saya mengikatkan sepatu saya, sepatu RAJA saya, saya akan melakukan apa saja untuk mencapai semua impian saya untuk menghormati nama saya dan semua orang hebat yang mengenakan RAJA sebelum saya. Ini akan menjadi sejarah PUMA saya. Raja telah kembali!”

Neymar telah memenangkan beberapa trofi di Brasil, Spanyol dan Prancis, serta Liga Champions dan Copa Libertadores. Dia juga memenangkan Medali Emas Olimpiade bersama Tim Nasional Brasil pada 2016. Dia telah mencetak 61 gol dalam 101 pertandingan untuk Brasil, menjadikannya pencetak gol tertinggi ketiga untuk tim nasionalnya.

Dia saat ini bermain untuk Paris Saint-Germain (PSG) dan telah memenangkan tiga gelar liga Prancis, dua Coupe de France, dan dua Coupe de la Ligue. Dia memainkan peran penting dalam memimpin klub ke Final Liga Champions pertamanya pada tahun 2020.

Puma dan Kedekatan dengan Isu Sosial

Archive Stories: PUMA's long history in Running - PUMA CATch up

PUMA merayakan Bulan Sejarah Kulit Hitam dengan menyoroti karya para pemimpin, mitra, dan organisasi komunitas Kulit Hitam yang terus menginspirasi dan membentuk masa depan untuk generasi yang akan datang.

PUMA mengumumkan kemitraan terbarunya dengan Black Fives Foundation yang akan mencakup berbagai koleksi pakaian dan alas kaki termasuk jalur warna Clyde Mid edisi khusus yang menampilkan slogan merek dagang yayasan “Make History Now.”

Direncanakan untuk diluncurkan akhir tahun ini, Gudang Virtual The Black Fives Foundation, yang dipersembahkan oleh PUMA, akan menjadi portal online bagi pengunjung untuk melihat, belajar, dan terinspirasi oleh sejarah pra-NBA Afrika-Amerika dalam bola basket melalui hampir 1.000 artefak di Arsip Yayasan. Item termasuk peralatan vintage, potongan tiket, perlengkapan permainan, gambar, kartu skor, dan banyak lagi.

Sepanjang bulan, PUMA akan berdiri bersama para atlet, duta besar, dan mitra dengan memperkuat suara dan tindakan mereka di berbagai platform untuk mendukung kesetaraan, keadilan, dan penerimaan universal untuk semua.

Sepanjang keberadaannya, PUMA telah menjangkau atlet kulit hitam di bidang bola basket, lari, dan sepak bola untuk mempromosikan produknya. Untuk Black History Month 2021, raksasa pakaian olahraga Jerman telah bekerja sama dengan organisasi nirlaba, Black Fives Foundation, untuk mengungkap sejarah Afrika-Amerika pra-NBA yang sering diabaikan.

PUMA x Black Fives Foundation Merayakan Bulan Sejarah Kulit Hitam |  Sneakers.co.id

Tokoh kulit hitam telah membantu National Basketball Association mengumpulkan dan mempertahankan penonton global, tetapi mereka belum diizinkan masuk ke Liga sampai tahun 1950 (empat tahun setelah dibentuk).

Sejak 2002, Black Fives Foundation telah meneliti, melestarikan, dan menampilkan sejarah Hitam dalam bola basket sebelum titik tengah abad itu. Kemitraan dengan PUMA akan memberdayakan organisasi dalam menjangkau khalayak yang lebih luas, serta dalam mengembangkan inisiatif terkait.

“Saya bangga dan merasa terhormat dapat bermitra dengan PUMA untuk membuat perbedaan yang bermakna dan bertahan lama,” kata Claude Johnson, Pendiri dan Direktur Eksekutif Black Fives Foundation.

Misi yang sama adalah untuk menyoroti mereka “yang membantu membuka jalan untuk pertandingan hari ini.” Selain acara, penelitian dan museum Virtual Vault online multi guna, koleksi alas kaki dan pakaian termasuk slogan “Buat Sejarah Sekarang” dari Yayasan akan diluncurkan sepanjang bulan.

Terus menghormati atlet kulit hitam di seluruh bola basket, PUMA telah menunjuk organisasi nirlaba The Black Fives Foundation untuk menyoroti sejarah Afrika-Amerika pra-NBA untuk Bulan Sejarah Kulit Hitam.

Orang Afrika-Amerika seringkali diabaikan, terutama selama periode sebelum NBA. Untuk merayakan para tokoh Kulit Hitam ini, kemitraan multi-tahun PUMA dengan The Black Fives Foundation bertujuan untuk memberdayakan NBA dalam menjangkau khalayak yang lebih luas, selain membantu organisasi mengembangkan inisiatif terkait. Kemitraan ini juga akan meningkatkan kesadaran tentang sejarah penting ini dan para pemain perintis, tim, dan kontributornya melalui inisiatif yang membuat perbedaan.

PUMA x Black Fives Foundation Merayakan Bulan Sejarah Kulit Hitam | KASKUS

Kapsul ini terdiri dari siluet PUMA yang populer bersama dengan item pakaian seperti hoodies pullover dan celana olahraga bermerek “Make History Now”. Selain itu, museum online multi guna untuk menampilkan arsip artefak sejarah NBA dan konten dari Era Black Fives akan diluncurkan akhir tahun ini.

Untuk memulai Bulan Sejarah Hitam, PUMA bermitra dengan Black Fives Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang misinya adalah untuk meneliti, melestarikan, memamerkan, mengajar, dan menghormati sejarah Afrika-Amerika pra-NBA dalam bola basket.

PUMA memperkuat kesadaran tentang sejarah penting ini dan para pemain perintis, tim, dan kontributornya melalui inisiatif pembuatan perbedaan serta koleksi pakaian dan alas kaki khusus dengan gaya PUMA populer yang menampilkan grafik dan logo vintage yang dikelola oleh Yayasan, termasuk slogan merek dagangnya, “Make History Now.”

Melalui kemitraan multi-tahun, PUMA akan membantu mendukung upaya pelestarian dan pendidikan Black Fives Foundation dengan inisiatif yang membuat perbedaan seperti The Black Fives Foundation Virtual Vault, yang dipersembahkan oleh PUMA, portal online bagi pengunjung untuk belajar, dan terinspirasi oleh pra Sejarah -NBA Afrika Amerika dalam bola basket melalui hampir 1.000 artefak di arsip sejarah Yayasan. Item termasuk peralatan vintage, potongan tiket, perlengkapan permainan, gambar, kartu skor, dan lainnya. Virtual Vault akan diluncurkan akhir tahun ini.