Parfum Chanel No.5, Berawal dari Sosialita 100 Tahun Silam yang Berbadan Tak Sedap

Senin, 05 Juli 2021, 12:19 WIB
43

Chanel No. 5 adalah salah satu parfum paling terkenal di dunia. Wangi-wangian pertama dari rumah mode milik Gabrielle “Coco” Chanel, yang diluncurkan pada Mei 1921.

Dinamakan Chanel No. 5 karena awalnya ada beberapa sampel parfum yang dicampur untuk mendapatkan persetujuan Coco. Mereka diberi label No. 1, No. 2, dst. Ternyata yang disukai Chanel adalah botol ke-5 dan ia menjadi formula pilihan.

Gates Of Olympus

Chanel mendeskripsikan parfum ini seperti buket bunga modern dengan perpaduan wewangian bunga mawar, ylang-ylang dan melati yang menciptakan aroma feminin namun berkarakter.

Chanel No. 5 mendapatkan kepopulerannya sejak ia dipakai oleh mendiang aktris Marilyn Monroe. Saat itu, Monroe mengaku bahwa ia selalu mengenakan parfum tersebut setiap malam dan disemprotkan sebelum tidur.

Di tahun 2009, parfum Chanel No. 5 mendapat gelar The Most Seductive Scent berdasarkan pool internasional. Fenomena ini sungguh menarik mengingat pertama kali dipasarkan pada tahun 1921. Kini, usianya telah mencapai 100 tahun!

Chanel No. 5 turns 100: the story behind the world's most famous perfume

Kehebatan parfum ini sangat erat hubungannya dengan Mademoiselle Coco Chanel, desainer fashion yang mengubah kultur berpakaian para perempuan Prancis di awal abad lalu. Masa lalunya sederhana.

Rise of Olympus

Ia putri seorang pencuci pakaian dan pedagang asongan di pasar. Ketika orang tuanya meninggal dunia, ia dibesarkan oleh para biarawati di Aubazine.

Sebenarnya bagaimana perjalanan parfum legendaris Chanel No.5 itu? Unik. Sebagai fesyen desainer, Coco Chanel perlu mengukur dan mendandani para perempuan sosialita di masa itu. Ternyata, tidak sedikit dari mereka yang mempunyai bau tubuh kurang sedap.

Bagi Chanel, para pemakai desainnya perlu menebarkan wangi sesegar desain mode yang mereka kenakan. Jadilah ia mencari pakar parfum yang dikenal sebagai nose.

Di masa itu, wewangian sitrus, seperti lemon, jeruk dan bergamot sangat digemari, tapi biasanya tidak bertahan lama di kulit. Sesungguhnya, para pakar parfum kala itu telah berhasil memisahkan aldehydes yang telah mampu menghasilkan jenis wangi tersebut.

Di tahun 1920, ketika berlibur di Cote d’Azur, ia bertemu dengan pakar parfum bernama Ernest Beaux. Mereka bekerja sama setelah beberapa bulan mencari wangi yang sesuai.

Setelah sepuluh sampel wewangian diuji coba, Chanel menyukai parfum nomor 5. Ya, sejarah nama populer tersebut ternyata sederhana.

Coco Chanel - Wikipedia

Uniknya lagi, ada gosip bahwa sebenarnya parfum nomor 5 tersebut adalah hasil “kecelakaan” karena asisten Beaux memasukkan terlalu banyak aldehyde. Chanel No.5 mengandung sari melati, mawar, sandalwood dan vanila yang khas cita rasa bunga dengan sedikit sentuhan sabun wangi.

Unsur bersih sangat terasa. Pemakai seakan-akan baru selesai mandi dengan sabun yang bertahan lama di kulit.

Aktivasi merek Chanel No. 5 dilakukan dengan sederhana, tapi. Coco Chanel mengundang Beaux dan para sahabat sosialita ke restoran berkelas di Riviera untuk merayakan peluncuran parfum tersebut.

Dengan menyemprotkan parfum di sekitar meja makan, para undangan dan pengunjung terekspos secara alami. Mereka terkesima dan menanyakan jenis parfum tersebut dan bisa dibeli di mana.

Bagi Coco Chanel, ini adalah bukti kedahsyatan parfum Chanel No.5 ini. Dan terbukti ia adalah disruptor parfum sepanjang sejarah fesyen dan industri parfum.

Sejak Chanel No.5 meledak di pasar, parfum-parfum dari rumah-rumah mode lainnya di Paris mendapatkan ilham meluncurkan parfum serupa. Di sinilah milestone penting perkembangan parfum modern internasional.

Selain wanginya yang membentuk sejarah, bentuk botolnya sangat disruptif di masa itu. Dengan tutup diamond cut yang diinspirasi oleh The Place Vendome di Paris, bentuk persegi botolnya masih tetap digunakan hingga hari ini.

Tiga puluh tahun setelah peluncuran di tahun 1921, botol Chanel No.5 menjadi ilham lukisan Andy Warhol yang kontemporer. Lukisan retro berwarna cerah ini menjadi masterpiece.

Heart & Sole : Chanel No.5

Chanel No. 5 juga membentuk sejarah di dunia periklanan Amerika Serikat (AS). Parfum ini merupakan parfum pertama yang pernah diiklankan dalam acara televisi langsung kejuaraan football AS the Super Bowl.

Di tahun 1937, Coco Chanel menjadi bintang iklan Chanel No.5 untuk majalah fesyen Harper’s Bazaar dengan latar belakang The Ritz. Merek Chanel No.5 semakin melegenda dengan endorsement dari para bintang Hollywood dan ikon kultural.

Seperti Marilyn Monroe, Catherine Deneuve, Candice Bergen, Lauren Hutton and later Nicole Kidman, Audrey Tautou, Brad Pitt, dan Gisele Bundchen.

Regulasi Uni Eropa mengenai parfum di tahun 2014 melarang penggunaan atranol, chloroatranol dan oak moss. Padahal, Chanel No.5 menggunakan sumber wangi oak moss, yang dapat menyebabkan reaksi alergi dermatitis.

Namun, wangi oak moss diperbolehkan sepanjang dua jenis molekul atranol dan chloroatranol di substraksi. Substraksi ini membutuhkan proses reaksi kimia yang tepat, agar wangi tetap identik dengan versi yang lama, namun aman bagi para penderita alergi.

Kaitan dengan Keluarga Bangsawan Rusia

Krasnaya Moskva: The Life of a Legend ~ Vintages

Tidak ada parfum yang lebih populer semasa Soviet berkuasa yaitu Red Moscow.

Sebagaimana yang umum terjadi di negara komunis, orang-orang mendekorasi rumah mereka dengan cara yang sama, makan makanan yang sama, dan berpakaian dengan cara yang sama. Begitu pula, perempuan Soviet semuanya memiliki aroma yang sama.

“Aromanya (Red Moscow -red.) memenuhi udara pada tiap acara perayaan di Uni Soviet — di Konservatorium Moskow, di Teater Bolshoi, pada upacara kelulusan, dan pernikahan,” tulis sejarawan Jerman Karl Schlögel dalam bukunya, Aroma Kekaisaran. Chanel No.5 dan Red Moskow (diterjemahkan oleh Jessica Spengler, 2021).

Belakangan, Schlögel juga menemukan aroma ini di Jerman Timur. Akhirnya, dia mengetahui bahwa dahulu ini adalah parfum dengan mereka Moskow Merah.

Sebagai lambang kesetaraan di Soviet, parfum ini adalah yang paling tersebar luas. Beberapa generasi wanita Soviet, jika mereka mampu membeli parfum, hanya menggunakan yang ini.

Pada 1920, Coco Chanel menjalin hubungan asmara dengan seorang pangeran Rusia dari keluarga Romanov, Dmitry Pavlovich, yang selamat dari Revolusi Bolshevik dan meninggalkan negara itu.

Dia seorang pencinta estetika dan hedonis. Dia memperkenalkan Coco kepada ahli parfum Prancis kelahiran Rusia, Ernest Beaux.

Setelah meraih banyak kesuksesan saat masih tinggal di Kekaisaran Rusia, Beaux telah direkrut untuk menciptakan wewangian terkenal untuk istana, seperti Bouquet de Napoleon, yang dibuat pada 1912 untuk memperingati seratus tahun kemenangan Rusia atas Napoleon. Satu lagi, Bouquet de Catherine, dibuat pada 1913 untuk menandai peringatan 300 tahun dinasti Romanov.

Sejarah parfum Red Moscow tidak 100 persen jelas, tetapi beberapa sejarawan percaya bahwa parfum tersebut dibuat berdasarkan Michel’s Bouquet de l’impératrice. Chanel No. 5, bagaimanapun, bisa juga muncul dari Beaux’s Bouquet de Catherine.

Penggemar di Rusia telah mencoba menghubungkan kedua orang Prancis tersebut sejak mereka bekerja bersama di Rallet. Mereka mungkin telah belajar wewangian bersama, dan mungkin menggunakan metode dan komponen yang sama. Bahkan ada legenda urban yang mirip dengan Chanel No. 5 dan Red Moscow.

Terlepas dari apakah pencipta mereka terhubung di masa lalu, dan menggunakan metode serupa, mereka berhasil di Rallet. Meski demikian, parfumnya berbeda.

Meneliti komposisi masing-masing parfum, peneliti penciuman Daria Donina menemukan beberapa komponen yang cocok: bergamot, ylang-ylang, melati, mawar, dan vanili.

“Chanel No. 5 dan Red Moscow berasal dari dunia yang berbeda, tetapi keduanya mewakili keberangkatan dari primadona dan revolusi dalam dunia wewangian – meskipun mereka berdua berhutang ciptaan mereka pada peringatan sebuah dinasti yang ditakdirkan untuk jatuh,” Schlögel menulis.

“Botol Chanel No. 5 mendapat tempat kehormatan di Museum of Modern Art di New York, sedangkan botol Moskow Merah hanya menjadi objek keinginan para kolektor vintage di pasar loak dan toko barang antik di akhir periode Soviet,” Schlögel menambahkan.

Harga Selangit Parfum Chanel No.5

Kisah di Balik Parfum Chanel No. 5, Kenapa Identik dengan Perempuan Kaya dan Berkelas? - Semua Halaman - Stylo

Dilansir Edisi Bonanza88 dari The New Yorker, setiap 1.01 ounces atau 29 ml parfum keluaran brand Prancis ini mengandung 1.000 bunga melati Pégomas dan 12 bunga mawar Pégomas.

Pégomas adalah sebuah daerah di Prancis, tempat Joseph Mul dan keluarganya mengembangbiakkan bunga-bunga khusus untuk brand Chanel.

Tidak main-main, bisnis ini sudah dijalankan sejak tahun 1980-an loh. Bunga mawar yang dikembangbiakkan adalah tipe Rosa centifolia yang juga terkenal dengan kelopaknya yang seperti kubis serta aromanya yang bersih, manis, dan seperti madu.

Apabila dianalogikan sebagai alat musik, flute adalah alat musik yang sesuai dengan mawar ini.

Aroma mawar yang tumbuh di Pégomas disebut-sebut berbeda dengan mawar yang tumbuh di tempat lain. Joseph Mul menyatakan dirinya bisa membedakan mawar mana yang tumbuh di Pégomas dan mana yang tidak.

Saat mawar ini mekar di musim semi, 70 pegawai akan memetiknya dengan tangan secara manual dan satu per satu setiap mawar yang tersebar di perkebunan seluas 20 hektar ini.

Para pegawai harus bergerak cepat karena semua mawar harus bisa dipanen dalam waktu dua minggu saja. Untuk bulan Mei lalu, Joseph Mui berhasil memanen sekitar 37 ton bunga.

Setelah dipetik, bunga-bunga mawar selanjutnya segera dibawa ke pabrik pengekstraksi minyak. Jika terlalu lama dibiarkan, kelopak mawar dikhawatirkan akan membusuk dan tentu saja kualitas parfum pun menjadi rusak.

Proses pengekstraksian ini akan mengubah bunga mawar dari warna pink menjadi cokelat dan akhrinya menjadi cairan yang siap menjadi parfum.