Pasca Rusuh di London karena Inggris Gagal Juara, Puluhan Suporter Ditangkap

Selasa, 13 Juli 2021, 09:52 WIB
46

Rusuh terjadi di final EURO 2020 yang mempertemukan Italia vs Inggris. Pada laga yang berlangsung di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dinihari, terjadi bentrok antara suporter Inggris dengan pihak kepolisian sebelum kick off berlangsung.

Dikutip Bonanza88, para suporter ini berbuat onar dengan melemparkan botol-botol ke pusat kota London dan mencoba masuk ke dalam Stadion Wembley meski tak memiliki tiket pertandingan.

Menurut laporan media Inggris lainnya, bbc, polisi anti huru hara bergerak ke Leicester Square beberapa jam sebelum kick off pertandingan Italia vs Inggris.

Setelah kick off panjang dibunyikan, suasana semakin tak terkendali. “Botol-botol bir dilemparkan dan polisi tampak masih waspada melihat kondisi tersebut,” tulis laporan media Inggris.

Menurut laporan terakhir, pihak kepolisian telah menangkap 45 supoter yang dianggap sebagai biang kerok kerusuhan laga final EURO 2020. Pihak federasi sepak bola Inggris, FA mengutuk perilaku suporter mereka yang tak terkendali tersebut.

Laporan bbc 5 live menyebut otoritas FA mengutuk para pelaku kerusuhan ini dan menyebut mereka sebagai kelompok penyusup. “Tindakan mereka sangat memalukan timnas Inggris dan semua penggemar sejati yang ingin menikmati salah satu pertandingan terpenting dalam sejarah ini,”

Tidak hanya membuat kerusuhan, setelah kekalahan Inggris di final EURO 2020 lewat babak adu penalti, para suporter ini kembali berulah. Di laman sosial media, tiga pemain Inggis yang gagal mengeksekusi penalti, Marcus Rahsford, Bukayo Saka dan Jadon Sancho dirudung oleh para suporter ini.

Makian rasial dialamatkan pada ketiga pemain dan membuat federasi sepak bola Inggris, FA mengutukan aksi para suporter Inggris tersebut.

Tidak itu saja, nasib malang menimpa seorang pria kulit hitam usia kekalahan timnas Inggris atas timnas Italia lewat babak adu penalti di final EURO 2020. Dari video amatir yang dipublikasikan akun Twitter @Supportblkk, beberapa orang tampak merudung korban.

Para fan Inggris tampak menghardik dan mendong korban hingga terpojok. Dalam keteranganya, akun Twitter itu menyebutkan bahwa para penyerang mengira pria kulit hitama itu adalah pemain timnas Inggris, Bukayo Saka.

Aksi tak terpuji ini pun mendapat kecaman dari banyak pihak. Sebelum final EURO 2020, fan Inggris juga berulah. Suporter Inggris membuat rusuh di Wembley jelang laga final Euro 2020 melawan Italia. Mereka para pembuat onar adalah yang tak mempunyai tiket.