Patut Ditiru, Berikut 5 Pemuda Indonesia yang Sukses di Bisnis Era Digital

Jumat, 23 Juli 2021, 09:00 WIB
51

Pemuda dan era digital era kaitannya. Revolusi industri 4.0 tentunya tak dapat dipisahkan dengan kemajuan teknologi.

Dalam bidang ekonomi, peran pemuda tidak sebatas sebagai pekerja di kantoran atau industri. Di era digital dan di era industri 4.0 saat ini bidang usaha menjadi sangat banyak.

Gates Of Olympus

Pemuda sendiri bisa menjadi sentral perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan dengan berwirausaha dan memanfaatkan teknologi informasi yang ada.

Reynaldo Wiyaya — Iwan Kurniawan

Bisa dibilang, bisnis yang dibangun oleh dua pemuda ini dari nol. Keduanya sukses membangun platform pinjaman modal bagi pengusaha kecil, menengah, maupun mikro.

Bahkan para investor juga bisa menginvestasikan sebagian investasi mereka. Nama platform tersebut adalah Modalku. Setelah sukses, mereka berhasil berjajar di Forbes pada kategori Finance and Venture Capital.

Rise of Olympus

M. Alfatih Timur

Tolong menolong dan saling membantu adalah sifat alami dalam diri seseorang. Terlebih bagi masyarakat Indonesia yang terkenal akan keramahannya. Termasuk dalam penggalangan dana untuk program dan kegiatan sosial contohnya. Untuk itulah, guna memudahkan masyarakat dalam program tersebut, didirikanlah platform Kitabisa.com.

Platform ini didirikan oleh M. Alfatih Timur pada usia 28 tahun. Tujuannya adalah untuk memudahkan masyarakat dalam berdonasi maupun penggalangan dana. Nantinya, tiap penggalangan dana akan diakurasi dan dipantau menyeluruh. Dengan begitu, akan tersalurkan tepat sasaran.

Muhammad Risyad — Yohanes Suginotonugroho

Fenomena masih banyak petani yang kesulitan mendapatkan informasi mengenai pinjaman modal untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Ini memang menjadi masalah baru dan menjadi keprihatinan dari Muhammad Risyad dan Yohanes Suginotonugroho.

Pada tahun 2016, keduanya mendirikan Crowde. Tujuannya tak lain memudahkan akses bagi para petani mendapatkan pinjaman modal. Manfaatnya pun bisa dirasakan oleh banyak orang, khususnya petani. Keduanya pun mendapatkan tempat di majalah Forbes dalam kategori Social Entrepreneurs.

Jeff Hendrata — Andrew Tanner Setiawan

Meskipun saat ini banyak masyarakat mengiklankan produk atau brand melalui ranah digital, namun masih ada yang beranggapan jika periklanan konvensional tetap menguntungkan. Peluang inilah yang dilihat oleh dua pemuda yakni Jeff Hendrata dan Andrew Tanner Setiawan.

Mereka mendirikan perusahaan periklanan di sepeda motor dengan nama Karta. Di sini, pemilik motor mendapatkan fee atas iklan yang telah dipasangnya. Berkat model bisnisnya ini Karta punya banyak pelanggan.

Khususnya brand-brand besar. Keduanya pun bersanding dengan pemuda Indonesia lainnya yang sukses di majalah Forbes untuk kategori Media, Marketing, and Advertising.

Fransiska Hadiwidjana

Fransiska Hadiwidjana mendirikan Prelo. Yakni sebuah situs yang mengkhususkan diri menjual barang-barang bekas maupun menyewakannya.Fransiskan juga tercatat mendirikan AugMi Labs.

Startup yang didirikannya itu pun keluar sebagai pemenang di SiliconValley untuk kategori bidang biomedical. Bersamaan dengan hal tersebut, dirinya juga masuk kategori Retail and Commerce di majalah Forbes.

BERITA TERKAIT