Penyerang Tajam dalam Sejarah Liverpool, Fernando Torres: Antara Larangan Ibu dan Captain Tsubasa

Rabu, 29 September 2021, 21:06 WIB
34

Fernando Torres adalah salah satu penyerang ternama di dunia, yang memiliki perjalanan karier berliku-liku. Sempat memiliki karier fantastis bersama Liverpool dan Timnas Spanyol, Torres justru mengalami penurunan performa.

Tepatnya terjadi ketika Torres memutuskan untuk hijrah ke Chelsea pada jendela transfer pertengahan musim 2010/11 silam. Bersama The Blues, penampilan dirinya ternyata sangat jauh dari harapan.

Gates Of Olympus

Bagaimana tidak, pada musim debutnya, mantan penyerang Atletico Madrid tersebut hanya mampu mencetak satu gol dari 14 pertandingan Liga Primer Inggris. Catatan itu nyatanya bisa dikatakan sangat buruk bagi seorang ujung tombak.

Meski sempat dipertahankan hingga musim 2014/15 lalu, manajemen Chelsea akhirnya memutuskan untuk melepas sang penyerang. Ia lebih dulu dipinjamkan ke AC Milan, sebelum akhirnya dipermanenkan Atletico Madrid.

Lika-liku perjalanan karier Torres sendiri ternyata tidak hanya ia rasakan ketika baru menginjakkan kakinya ke Stamford Bridge. Pasalnya, ia telah merasakannya sejak masih berusia sangat muda.

Sekedar informasi tambahan, Torres memang sudah memiliki minat untuk menjadi pesepakbola profesional. Itu terlihat ketika dirinya memutuskan untuk bergabung dengan tim lokal bernama Parque 84 ketika usianya masih menginjak 5 tahun.

Ketika bergabung bersama tim akademi tersebut, Torres nyatanya bukanlah seorang striker. Akan tetapi, dirinya memilih untuk mengikuti jejak kakak laki-lakinya dalam mempelejari kehalian penjaga gawang.

Rise of Olympus

Tak banyak yang tahu, bahwa salah satu predator di depan gawang lawan ini dulunya adalah seorang kiper. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang membuatnya tak melanjutkan karier sebagai penjaga gawang.

Lalu bagaimana kisah Torres dengan kariernya di bawah mistar gawang, hingga akhirnya mengubah posisinya? Berikut situs Bonanza88 akan mencoba menceritakannya secara sngkat, khusus untuk Anda.

Cerita Larangan Sang Ibu Saat Torres Jadi Kiper

Fernando Torres Childhood Story Plus Untold Biography Facts

Tak banyak yangtahu tentang penampilan Torres ketika mengusung posisi penjaga gawang. Mengingat, karier itu masih sangat muda, dan jauh dari pantauan media massa.

Meski begitu, Torres sendiri mengakui bahwa dirinya memulai karier sepak bola muda sebagai seorang kiper.

Keputusan untuk mengambil posisi itu ternyata tidak terlepas dari peran sang kakak. Akan tetapi, Torres ternyata mendapatkan larangan dari sang ibu untuk melanjutkan kariernya sebagai seorang penjaga gawang.

Larangan itu ternyata bukan tanpa tujuan. Ya, ibu Torres sangat tidak mengizinkan sang buah hati untuk melanjutkan karier sebagai seorang penjaga gawang akibat sebuah insiden kecelakaan.

“Kakak saya adalah seorang penjaga dan saya dulu menikmati bermain dengannya di jalanan. Suatu hari, bola mematahkan gigi depan saya dan ibu saya tidak mengizinkan saya bermain di depan gawang lagi,” katanya, dikutip Bonanza88 dari FourFourTwo.

Fernando Torres: The sad tale of a reluctant superstar | The Independent |  The Independent

Kendati sudah tidak diizinkan untuk menjadi seorang penjaga gawang, Torres mengaku bahwa dirinya masih mencuri-curi kesempatan agar bisa berdiri di bawah mistar gawang.

Bagaimana tidak, ia dalam sesi latihan pun kerap mencoba untuk menjadi seorang kiper.
Bahkan, penyerang yang kini mencicipi karier di sepak bola Asia tersebut menjelaskan bahwa dirinya sangat senang menerima segala macam jenis tembakan yang diarahkan kepadanya. Itu membuktikan bahwa dirinya begitu tertarik untuk menjadi seorang penjaga gawang profesional.

“Saya masih menikmati bermain-main dalam latihan dan ketika kami diizinkan untuk memilih posisi kami sendiri yang sering kali saya tuju. Saya suka orang-orang menembaki saya dan mencoba menghentikan sebanyak yang saya bisa,” lanjut Torres.

Sejak usianya menginjak 7 tahun, Torres pun akhirnya memilih untuk melepaskan sarung tangannya untuk mengubah posisinya sebagai seorang penyerang. Itu pertama kali ia lakukan ketika bergabung dengan klub tetangga lainnya, Mario Holland.

Ini pun menjadi awal mula meroketnya karier Torres sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Menurut data yang dihimpun Bonanza88 dari situs thesefootballtimes.co, Torres memiliki pengalaman yang sangat fantastis ketika berseragam Rayo 13.

Bersama klub tersebut, Torres yang usianya masih menginjak 10 tahun, berhasil mengumpulkan 55 gol dalam satu musim. Penampilan fantastis dan produktivitas tingginya membuat nama Torres diincar klub ternama Spanyol, yakni Atletico Madrid, pada usianya 11 tahun.

Setelah berkembang melalui sistem yunior Atletico, Torres menandatangani kontrak profesional pertamanya pada usia 15. Ia pun membuat debut tim pertamanya melawan CD Leganes pada Mei 2001 silam.

Captain Tusbasa Pengaruhi Karier Torres

Fernando Torres Akui Kapten Tsubasa Jadi Inspirasinya

Torres telah mengungkapkan bahwa salah satu alasan dia memilih karier sepak bola adalah karena kartun Jepang populer Captain Tsubasa. Hal ini juga yang membuatnya semakin yakin untuk meninggalkan statusnya sebagai penjaga gawang.

Seperti yang diketahui, Tsubasa Ozora adalah seorang pemain (bukan penjaga gawang) yang gemar menciptakan gol dengan tendangan-tendangan spektakuler. Dirinya merupakan tokoh fiktif yang menjadi panutan bagi tim.

Torres mengungkapkan bahwa di kartun Jepang itulah yang memunculkan benih karier sepak bolanya, meskipun sedikit yang dia ketahui tentang serial tersebut.

Captain Tsubasa sendiri dikenal sebagai Flash Kicker, yang merupakan serial animasi manga dan video game Jepang populer yang sudah lama berjalan. Itu diciptakan dan dibuat oleh Yoichi Takahashi pada tahun 1981 silam.

Ceritanya berfokus pada petualangan tim sepak bola pemuda Jepang dan kapten sepak bola Tsubasa Oozora, yang namanya secara harfiah diterjemahkan menjadi ‘Sayap Langit Besar’. Serial ini dicirikan oleh gerakan sepak bola yang dinamis, seringkali bergaya dan tidak masuk akal.

“Saya ingat ketika saya masih kecil, kami tidak dapat menemukan sinyalnya dengan sangat baik di TV, tetapi semua orang di sekolah berbicara tentang kartun ini tentang sepak bola, dari Jepang,” ujar Torres.

Fernando Torres on Twitter: "Yesterday I had the privilege of meeting in  person @0728takahashi , the creator of #captaintsubasa who inspired so many  children of my generation. It was a pleasure to

“Itu adalah seri yang disebut Oliver y Benji di Spanyol, dan di Jepang itu Captain Tsubasa, dan dua pemain muda ini dimulai sebagai pemain tim muda, masuk ke tim nasional, memenangkan Piala Dunia, dan pindah ke Barcelona dan Bayern Munchen, kemudian pindah ke Eropa, jadi itu seperti mimpi.”

“Saya mulai bermain sepak bola karena ini, dan karena saudara laki-laki saya memaksa saya, dan saya menyukai kartun itu. Saya ingin menjadi Oliver, karena dia bermain di lapangan (sebagai pemain depan) dan Benji adalah penjaga gawang. Itu adalah kontak pertama saya dengan Jepang,” lanjut Torres menceritakan.

Ungkapan itu ia lontarkan ketika membantu Chelsea untuk menjalani Piala Dunia Antar Klub 2012 lalu. Saat itu, Torres harus berkunjung ke Jepang untuk menghadapi sejumlah klub pemenang Liga Champions dari berbagai zona.

Torres lebih lanjut juga mengatakan bahwa betapa pentingnya turnamen Piala Duna Antar Klub ini, yang dianggap oleh banyak orang sebagai permainan FIFA yang hanya dikhususkan untuk bersenang-senang dan menghasilkan uang.

“Berapa banyak orang yang tidak menganggap serius turnamen ini, atau tidak menganggapnya seperti Piala Dunia yang sebenarnya. Ini untuk klub. Anda bertanya kepada orang-orang Amerika Selatan. David Luiz menunjukkan kepada saya video penggemar Corinthians di bandara, penuh dengan penggemar yang menyemangati tim dan bepergian ke Jepang untuk mendukung, jadi ini penting,” katanya.

“Di Eropa mungkin kami tidak terlalu memperhatikannya, dan bagi beberapa orang mungkin tidak banyak artinya, tapi bagi saya memang begitu, jadi ini bukan liburan atau istirahat, ini Piala Dunia. Senang bisa terlibat, dan mungkin bisa mengatakan Anda adalah juara dunia. Piala Super Eropa sama pentingnya bagi kami dan kami kalah, jadi kami tidak ingin kekecewaan itu,” tutupnya.

Sekedar informasi tambahan saja, Chelsea harus tumbang di tangan Corinthians di pertandingan final Piala Dunia Antar Klub dengan skor tipis 0-1. Sebelumnnya, The Blues mampu menghancurkan wakil Meksiko, Monterrey, dengan skor 3-1.

Torres ikut menyumbang satu gol dari tiga angka yang dicetak Chelsea ke gawang Monterrey.

Captain Tsubasa Jadi Inspirasi Pemain Jepang

Hadiri Proyek Captain Tsubasa di Jepang, Apa Adegan Favorit Iniesta? -  INDOSPORT

Yoichi Takahashi sendiri nyatanya tidak langsung terjun untuk membuat kartun sepak bola. Dirinya dikabarkan lebih dulu mengangkat tema sejumlah olahraga ternama di Jepang, seperti misalnya sumo dan bisbol. Sumo sendiri adalah olahraga nasional Jepang, sementara bisbol tidak diragukan lagi adalah olahraga nasional Negeri Sakura yang paling banyak diikuti masyarakat.

Namun, idenya muncul untuk mengangkat cerita sepak bola ketika Piala Dunia 1978 di Argentina disiarkan di Jepang. Aksi para pemain sepak bola pun memikat Takahashi dan membawa dirinya menjauh dari cabang olahraga tradisional negaranya.

Takahashi sendiri memang lebih nyaman dengan ide bisbol, di mana dia telah bermain-main dengan cerita yang berkaitan dengan olahraga ketika dia pertama kali mulai memproduksi komik. Akan tetapi semakin dia meneliti sepak bola, semakin dia belajar tentang prestise universal dan dia dengan cepat jatuh cinta dengan olahraga itu.

Ini mungkin bukan olahraga favorit Jepang, tetapi menjadi jelas baginya bahwa ini adalah olahraga dunia.

Maka dari itu, Takahashi menciptakan Tsubasa Oozora. Ia pun bertahan dengan ide-ide yang tidak ortodoks, meskipun itu berarti menjelaskan kepada para penggemar yang pada awalnya bingung tentang “Piala Dunia”.

Kini, Tsubasa telah diabadikan dalam 15 serial manga, enam serial anime, empat film panjang, 14 video game multi-konsol, mainan, dan pakaian. Memorabilia, mengesahkan Captain Tsubasa sebagai salah satu serial manga dan anime paling berharga di Jepang.
Dalam seriel film kartun tersebut, Tsubasa sering kali mengucapkan ambisi untuk membawa Timnas Jepang ke Piala Dunia.

Ucapan itu pun seakan menjadi kenyataan, di mana Samurai Biru akhirnya benar-benar menjadi wakil Asia yang rutin tampil di turnamen empat tahunan tersebut.

Berita Harian Captain-Tsubasa Terbaru Hari Ini - Kompas.com

“Kemunculan Tsubasa telah menimbulkan ledakan sepak bola di Jepang, mempercepat perkembangan olahraga. Saya pikir itu bukan pengaruh Captain Tsubasa karena daya tarik sepak bola itu sendiri yang telah menyebabkan penerimaan luas bahwa olahraga dinikmati (sampai) hari ini,” kata Takahashi beberapa tahun lalu.

Namun, terlepas dari diplomasi Takahashi, masih ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa sosok Tsubasa, secara perlahan mulai menjadi kenyataan di kehidupan sesungguhnya. Itu terjadi, terutama dalam kasus gelandang legendaris Jepang Hidetoshi Nakata.

“Di Jepang, 20 atau 30 tahun yang lalu bisbol sangat besar dan sepak bola baru saja dimulai, jadi saya tidak memiliki pahlawan, tim impian,” ujar Nakata saat menjalani sesi wawancara dengan FIFA.

“Tapi ada kartun, bernama Kapten Tsubasa , dan ketika saya membacanya saya sangat menyukai sepak bola. Saya sedang berpikir untuk bermain bisbol atau sepak bola dan saya memilih sepak bola,” ucap mantan pemain AS Roma tersebut.

Sejumlah Pemain Penikmat Captain Tsubasa

Captain Tsubasa Bakal Dibuat Versi Terbarunya - INDOSPORT

Di seluruh negara Mediterania yang gila sepak bola, anime Captain Tsubasa, diredub ulang dalam bahasa negara lain dan kemudian diganti namanya, untuk menghormati moniker baru yang disukai secara geografis oleh protagonisnya. Hal ini yang membuat kartun itu sangat diminati orang.

Selain Torres, banyak juga pemain sepak bola profesional yang mengaku menyukai anime Captain Tsubasa ini. Bintang Inter Milan Alexis Sanchez pun diketahui merupakan pemain yang memiliki koleksi film kartun si kulit bundar asal Jepang itu.

“Ketika Alexis berada di Barcelona, dia memiliki seluruh koleksinya (film Captain Tsubasa), setiap seri. Dan saya pikir Alexis selalu menghubungkan kariernya sendiri dengan dunia fiktif itu. Dia melihat dirinya sebagai karakter kartun, berjalan selamanya di lapangan tanpa akhir, dalam mengejar tujuan akhirnya,” kata penulis biografi Alexis Sanchez, Nicolas Olea.

Selama bertahun-tahun, begitu banyak pesepak bola yang memamerkan kecintaan mereka pada kartun yang menginspirasi ini. Pemenang Piala Dunia Italia, Alessandro Del Piero, juga sempat memperlihatkan ketertarikannya dengan Captain Tsubasa.

Sekedar informasi, kartun itu dikenal dengan nama lain di Italia, yakni Holly dan Benji. Legenda sepak bola Juventus dan Timnas Italia tersebut terlihat memegang sketsa gambar Tsubasa, dan ia bagikan ke media sosialnya.

Selain itu, juara dunia Spanyol, Andrés Iniesta, juga secara rutin mengambil foto mengenakan pakaian yang terinspirasi oleh anime Tsubasa. Beberapa kali dirinya ketahuan menggunakan jersey Nankatsu dan Toho.

Di tahun-tahun berikutnya, pemain hebat sepanjang masa seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, dan Gennaro Gattuso semuanya telah berbicara tentang kecintaan mereka pada anime Captain Tsubasa. Ini merupakan serial kesayangan yang mereka tonton saat masih anak-anak.

Mungkin ada sedikit kejaiban Captain Tsubasa yang diambil oleh ketiga legenda tersebut. bagaimana tidak, Henry, Zidane dan Gattuso sama-sama pernah membawa pulang trofi Piala Dunia di era kejayaannya.