Perjalanan Panjang Film Porno hingga Menjadi Komoditas Masyarakat Dunia

Kamis, 30 September 2021, 18:18 WIB
33

Pornografi mempunyai sejarah yang panjang. Karya seni yang secara seksual bersifat sugestif dan eksplisit sama tuanya dengan karya seni yang menampilkan gambar-gambar yang lainnya. Foto-foto yang eksplisit muncul tak lama setelah ditemukannya fotografi. Karya-karya film yang paling tuapun sudah menampilkan gambar-gambar telanjang maupun gambaran lainnya yang secara seksual bersifat eksplisit.

Di Pompeii orang pun dapat menjumpai gambaran zakar dan buah zakar yang ditoreh di sisi jalan, menunjukkan jalan ke wilayah pelacuran dan hiburan, untuk menunjukkan jalan kepada para pengunjung (lihat Seni erotik di Pompeii).

Gates Of Olympus

Buku-buku komik porno yang dikenal sebagai kitab suci Tijuana mulai muncul di AS pada tahun 1920-an. Pada paruhan kedua abad ke-20, pornografi di Amerika Serikat berkembang dari apa yang disebut “majalah pria” seperti Playboy dan Modern Man pada 1950-an.

Berawal dari Louis Eugène Pirou

Terimakasih Kakek Louis Eugene Pirou, Penemu Film "Dewasa" Pertama Kali dalam Sejarah | KASKUS

Orang pertama yang membuat film porno di dunia adalah Louis Eugène Pirou asal Prancis. Pria kelahiran 1841 itu merupakan pembuat film erotis yang menjadi cikal bakal industri film porno sampai sekarang.

Pirou membuat film dengan menampilkan seseorang dengan kondisi telanjang pertama kali bersama karyawannya, Kirchner yang dibintangi oleh Louis Willy. Film yang dibuat tahun 1896 itu berjudul Le Coucher de la Mariee (Bedtime for the Bride).

Rise of Olympus

Film berdurasi 7 menit itu ditampilkan tanpa ada suara, yang mengundang perhatian khalayak ramai. Film tersebut hanya menampilkan sosok Louis Willy yang menari telanjang.=

Lantaran kondisi saat itu kondisi roll film telah berumur ratusan tahun, film hanya bisa diputar dua menit, berhenti pada adegan saat Louis membuka baju, tidak sampai menari telanjang. Film itu sampai saat ini masih bisa ditonton di Arsip Film Prancis.

a l'ecu d'or ou la bonne auberge – Dreaming Droids Productions

Versi lainnya awalnya ada film porno menurut buku Patrick Robertson, Film Facts, “film porno yang paling awal, yang dapat diketahui tanggal pembuatannya adalah A L’Ecu d’Or ou la bonne auberge”, yang dibuat di Prancis pada 1908. Jalan ceritanya menggambarkan seorang tentara yang kelelahan yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan pelayan di sebuah penginapan. El Satario dari Argentina mungkin malah lebih tua lagi.

Film ini kemungkinan dibuat antara 1907 dan 1912. Robertson mencatat bahwa “film-film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika. Sebuah film menunjukkan bagaimana konvensi-konvensi porno mula-mula ditetapkan. Film Jerman Am Abend (sekitar 1910) adalah, demikian tulis Robertson, “sebuah film pendek sepuluh menit yang dimulai dengan seorang perempuan yang memuaskan dirinya sendiri di kamarnya dan kemudian beralih dengan menampilkan dirinya sedang berhubungan seks dengan seorang laki-laki, melakukan fellatio dan penetrasi anal.”

Banyak film porno seperti itu yang dibuat dalam dasawarsa-dasawarsa berikutnya, namun karena sifat pembuatannya dan distribusinya yang biasanya sembunyi-sembunyi, keterangan dari film-film seperti itu seringkali sulit diperoleh. Mona (juga dikenal sebagai Mona the Virgin Nymph), sebuah film 59-menit

Mona the Virgin Nymph diakui sebagai film porno pertama yang eksplisit dan mempunyai plot, yang diedarkan di bioskop-bioskop di AS. Film ini dibintangi oleh Bill Osco dan Howard Ziehm, yang kemudian membuat film porno berat (atau ringan, tergantung versi yang diedarkan), dengan anggaran yang relatif tinggi, yaitu film Flesh Gordon.

Film tahun 1971 The Boys in the Sand dapat disebutkan sebagai yang “pertama” dalam sejumlah hal yang menyangkut pornografi. Film ini umumnya dianggap sebagai film pertama yang menggambarkan adegan porno homoseksual. Film ini juga merupakan film porno pertama yang mencantumkan nama-nama pemain dan krunya di layar (meskipun umumnya menggunakan nama samaran).

Ini juga film porno pertama yang membuat parodi terhadap judul film biasa (judul film ini The Boys in the Band). Dan ini adalah film porno kelas X pertama yang dibuat tinjauannya oleh New York Times.

Porn industry extends production halt after possible HIV exposure - Los Angeles Times

Keberhasilan Pirou dengan filmnya, menginspirasi banyak genre film Prancis lain yang turut memasukkan unsur erotis ke dalam film. Sebab para pelaku film pada waktu itu menyadari akan mendapatkan keuntungan lebih besar dengan memasukkan adegan erotis, seperti yang Pirou lakukan.

Sang pemeran, Louise Willy semakin terkenal sebagai seorang artis di Prancis. Louise juga mencatatkan sebagai manusia pertama bertelanjang di depan kamera dan menjadi artis film porno pertama di dunia.

Sejak saat itu produksi film dimulai dengan secara besar-besaran pada tahun 1930. Negara utama pembuat film porno adalah Prancis dan Amerika Serikat. Beberapa film dengan adegan semi seksual diantaranya film “Laughing Sinners” (1931), “The Devil is Driving” (1932) dan “Merrily We Go To Hell” (1932).

Denmark yang Mengawali

Danish Film History: 1970-1979 | Danish Film Institute

Seiring semakin lazimnya unsur pornografi dalam film, Denmark menjadi negara pertama yang menghapuskan penyensoran film di negaranya tahun 1969. Hal itu memicu komersialisasi industri pornografi di Denmark.Film porno sangat mudah didapatkan di toko-toko di setiap sudut kota Denmark.

Melihat pergerakan Denmark, membuat para para penggiat industri film porno di Amerika semakin berani. Muncul sebuah film berjudul Mona the Virgin Nymph dengan suguhan beberapa adegan seks yang hampir 50 persen dari keseluruhan jalannya alur film. Film yang dibuat pada 1970 itu sendiri berdurasi 59 menit.

Selanjutnya, berselang satu tahun atau pada 1971, terdapat film “The Boys in the Sand”. Film itu merupakan film pertama dengan adegan porno homoseksual. Film tersebut juga menjadi film porno pertama yang mencantumkan nama-nama pemain beserta kru di layar. Walaupun nama yang ditampilkan itu merupakan nama samaran.

Linda Lovelace - Death, Movies & Career - Biography

Berkembangnya industri film porno di Amerika, menjadikan pemeran atau bintang porno memunculkan tradisi baru. Ya, mereka banyak menggunakan nama panggung.

Salah satunya diawali oleh Linda Lovelace, yang terkenal karena film berjudul Deep Throat di tahun 1972. Film itu sukses besar dan meraup ratusan juta dolar di seluruh dunia.

Kesuksesan Linda diikuti aktris-aktris lainnya. Seperti Marilyn Chambers dalam film Behind the Green Door, Gloria Leonard (The Opening of Misty Beethoven), Georgina Spelvin (The Devil in Miss Jones) dan Bambi Woods (Debbie Does Dallas).

Pada 1980 sampai 1990’an banyak muncul aktor dan aktris porno. Masa itu juga disebut sebagai istilah The Golden Age of Porn. Nama-nama yang populer adalah John Holmes, Ginger Lynn Allen, Traci Lords, Veronica Hart, Nina Hartley, Seka, dan Amber Lynn.

Mulainya zaman DVD pada 1990-an, muncul nama-nama seperti Jenna Jameson, Juni Ashton, Ashlyn Gere, Asia Carrera, Tera Patrick, Briana Banks, Stacy Valentine, dan Jill Kelly.

Industri pornografi di Amerika sempat tersendat saat dilanda kabar dengan merebaknya HIV yang berujung pada sejumlah kematian aktor dan aktris film porno. Diantaranya John Holmes, Wade Nichols, Marc Stevens, Al Parker, dan Lisa De Leeuw.

Kondisi itu memunculkan pembentukan Adult Industry Medical (AIM) Health Care Foundation. Organisasi non-profit tersebut membantu menciptakan sistem dalam indusri film porno di Amerika, yang menguji para pemain film porno, apakah mereka terinfeksi beberapa penyakit seperti HIV, Klamidia, atau Gonorrhea setiap bulan. Para aktor dan aktris juga diwajibkan memeriksa Hepatitis, Sifilis & HSV setiap tahun.

Sejak dibuatnya protokol pengujian di AIM, tingkat penyakit menular seksual di kalangan para pemain film porno menurun. Regulasi tersebut masih berjalan dan semakin memperbanyak industri pornografi di Amerika.

Namun jangan terlalu sering atau bahkan mencoba menonton film porni, karena dampak menonton video mesum ini sejatinya juga tak jauh berbeda dengan kebiasaan mengonsumsi narkoba.

Selain bisa menciptakan generasi muda yang putus asa di atas kamar tidur, otak mereka juga akan mengarah pada perilaku “kecanduan” dan ketergantungan. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh mereka yang mengadakan penelitian di Cambridge University padja tahun 2013