Piala Dunia Dua Tahun Sekali Timbulkan Pro dan Kontra

Kamis, 21 Oktober 2021, 21:45 WIB
36

Pertentangan terhadap wacana piala dunia dua tahunan yang didengungkan oleh FIFA semakin menyeruak. Terbaru, Federasi Sepakbola Eropa atau UEFA menegaskan penolakan terhadap hal itu. Piala dunia selama ini berlangsung secara empat tahunan.

Mengutip AFP, dalam sebuah laporan, UEFA mengatakan bahwa pihaknya akan mengalami kerugian hingga 3 miliar euro atau Rp 48 triliun dalam empat tahun bila FIFA tetap berpacu pada rencananya itu. Kerugian ini timbul dari terganggunya piala Eropa yang disebabkan oleh kebijakan piala dunia itu.

Power of Thor Megaways

“Wacana tersebut tidak memperhitungkan kemungkinan kekurangan tambahan untuk setiap kejuaraan nasional,” kata surat kabar Prancis Le Monde dan L’Equipe yang mengungkapkan isi dokumen tersebut.

Sebelumnya, presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan bahwa bila piala tahunan dua tahun sekali itu terjadi maka popularitas piala dunia akan tergerus dan dianggap sebelah mata oleh publik dunia.

“Perubahan itu akan menyebabkan lebih banyak pengacakan, lebih sedikit legitimasi, dan sayangnya akan melemahkan Piala Dunia itu sendiri”.

Di sisi lain, presiden FIFA Gianni Infantino tetap menegaskan bahwa perubahan tersebut akan menguntungkan federasi dan bertekad untuk melanjutkan gagasan itu. Ia berkomitmen bahwa keputusan akhir akan dibuat sebelum Desember.

Chronicles of Olympus X Up

Meski mendapat penolakan dari sejumlah pemain, namun ada juga pesepak bola yang setuju Piala Dunia digelar dua tahun sekali, salah satunya Mason Mount.

Mount setuju jika Piala Dunia dihelat setiap dua tahun, dari yang tadinya empat tahun. “Ya, itu akan sangat bagus (Piala Dunia digelar dua tahun sekali),” ucap gelandang serang berusia 22 tahun itu.

“Piala Dunia adalah turnamen terbesar yang bisa diikuti pemain profesional. Di level klub, ada Liga Champions. Tapi bgi saya, Piala Dunia adalah yang terbesar,” sambungnya.

“Sebagai pemain, kita ingin bermain di banyak kompetisi top dan pertandingan top sebanyak yang kita bisa. Kita ingin terlibat di pertandingan-pertandingan besar itu,” tutur Mount.