Ronaldo Kwateh, Wonderkid yang Siap Jadi Emas Bagi Masa Depan Timnas Indonesia

Kamis, 02 Desember 2021, 00:53 WIB
93

Timnas Indonesia U-18 baru-baru ini melakoni laga uji coba di Turki menghadapi salah satu klub yang cukup popular, yakni Antalyaspor. Ada banyak pemain Garuda Muda unjuk kebolehan dalam laga uji coba tersebut, salah satunya adalah Ronaldo Kwateh. Bahkan dirinya kini disebut-sebut wonderkid terbaru di Timnas Indonesia yang siap taklukkan Piala AFF 2020 mendatang.

Bernama lengkap Ronaldo Jaybera Kwateh, pemain yang baru berusia 17 tahun pada 19 Oktober kemarin ini mencuri perhatian selama ikut pelatihan Timnas Indonesia U-18 di Turki. Dia bahkan berkontribusi besar atas kemenangan 3-1 skuat asuhan Shin Tae-yong atas Antalyaspor U-18, Minggu (21/11) kemarin.

Skuat Garuda Muda menang berkat dua gol yang dicetak oleh Ronaldo Kwateh dan satu gol tambahan dari pemain Persija, Alfriyanto Nico Saputro. Optimisme tinggi terlihat dari pernyataan terbaru Shin Tae-yong soal kemampuan penyerang yang kini membela klub Liga 1 2021, Madura United itu.

“Jujur saja, saya sudah mengantongi beberapa nama pemain yang sangat penting untuk Timnas Indonesia U-18. Namun saya ogah menyebutkan, karena nanti para pemain lainnya jadi tidak termotivasi,” kata Shin Tae-yong, yang dirumorkan salah satunya mengarah kepada pemain berdarah Afrika-Indonesia itu.

Ronaldo Kwateh pertama kali menjadi kejutan dengan pemanggilan Shin Tae-yong ke skuat Indonesia U-23 pada Oktober 2021 lalu. Saat itu, skuat akan bertolak ke Tajikistan untuk melakoni laga lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-23 2022.

“Saya sempat kaget dan tidak percaya dipanggil Shin Tae-yong ke Timnas U-23. Saya harus berusaha keras dan berjuang demi mendapatkan tempat di tim nanti,” ucap Ronaldo soal pemanggilan pertamanya ke skuat tim nasional pada 17 Oktober 2021 kemarin.

 

Profil Ronaldo Kwateh, Blasteran Afrika dan Indonesia

Nama Ronaldo Kwateh menjadi salah satu yang asing saat Madura United merilis skuat yang hendak mempersiapkan pra-musim kompetisi 2021 pada awal tahun ini. Melihat nama belakangnya, ternyata dirinya adalah putra dari Roberto Kwateh, striker asing asal Liberia yang sempat lama menjajaki karir sepak bola di Liga Indonesia beberapa dekade silam.

Berbekal dengan keyakinan pada bakat besar yang dimiliki sang pemain, Madura United pun berhasil menjadi klub pertama dalam karir professional Ronaldo di Tanah Air. Jika dilihat secara keseluruhan, ternyata saat itu, Ronaldo sendiri masih berusia 16 tahun, namun itu tidak menyurutkan optimisme sang agen, Julius Kwateh, yang juga paman kandungnya.

“Manajemen sudah oke, tidak ada masalah. Saya senang dia gabung ke klub seperti Madura United. Dia masih muda, baru 16 tahun. Tapi saya yakin dia mampu bersaing di posisinya,” ucap Julis kepada awak wartawan pada Februari 2021 kemarin.

Mundur jauh ke belakang, ternyata penyerang Madura United itu merupakan salah satu jebolan akademik Persib Cimahi yang berkompetisi di Liga TopSkor. Pada awal tahun 2021, Madura United memang sudah mencium bakat besarnya di atas lapangan hijau.

Barulah pada Liga 1 2021/22 dimulai, langsung di pekan pertama pada awal September kemarin, Rahmad Darmawan yang masih menjadi pelatih Laskar Sapeh Kerrab, menurunkan Ronaldo Kwateh. Pertandingan tersebut menjadi debut untuk Ronaldo di Liga 1 2021/22 yang menjadikan dirinya mengukir rekor terbaru sebagai pemain paling muda yang tampil di sepanjang sejarah kompetisi professional sepak bola Indonesia.

Pada saat dimainkan di laga Madura United vs Tira Persikabo pada pekan pertama Liga 1, dirinya masih berusia 16 tahun 10 bulan 15 hari. Namun sang pemain tampaknya mewarisi mental professional dari sang ayah, terlihat dari ucapannya setelah memainkan debutnya.

“Saya bersyukur diberikan kesempatan bermain oleh pelatih di kompetisi professional. Saya akan terus berjuang dan belajar,” ucapnya usai laga kepada awak wartawan.

Membicarakan latar belakang, dari perawakannya yang terlihat jelas, bahwa dia memang memiliki darah campuran. Sang ayah, seperti yang sudah dijelaskan ialah Roberto Kwateh, pesepakbola asal Afrika, tepatnya Liberia yang malang melintang membela beberapa klub di Indonesia.

Sang ayah juga tidak jauh berbeda, datang ke Liga Indonesia saat usianya masih 19 tahun, alias masih sangat muda. Selama 13 tahun berkarir di Indonesia, dia menjadi WNI pada tahun 2016 dan menikah bersama wanita asli Indonesia.

Ronaldo sendiri lahir pada tahun 2004 dan sempat mencicipi Pendidikan sepak bola di akademi Persib dan juga SSB Persiba. Terlihat di unggahan foto akun sosial media pribadinya, dia memiliki beberapa foto dengan mengangkat trofi, menandakan dirinya sudah berprestasi sejak usia dini.

Bahkan Bima Sakti terpikat dengan penampilannya bersama Persib U-18 di Elite Pro Academy dan memanggilnya ke Timnas Indonesia U-16 pada tahun 2019 lalu.

 

Cukup Beradaptasi di Skuat Senior Madura United

Ternyata nama Ronaldo Kwateh bukan hanya sekadar memenuhi kuota pemain muda dalam satu kompetisi oleh Madura United. Tim kebanggaan masyarakat Madura itu benar-benar memaksimalkan bakat dan memberikan waktu bermain yang cukup untuk bocah tersebut.

Sebelum pemecatan Rahmad Darmawan, Ronaldo sudah cukup diandalkan dengan tampil tujuh kali dari total 13 pertandingan Liga 1 2021/22 yang sudah dimainkan sejauh musim ini.

Bahkan dirinya tidak bermain hanya karena sedang ikut pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia U-23 dan U-18.

Dari total tujuh pertandingan dimainkan, tiga di antaranya dimainkan sebagai starter dan sisanya sebagai pemain pengganti. Dia memang belum mencetak gol karena sering dimainkan RD di posisi penyerang sayap alias winger, mengingat kecepatan yang dia miliki.

Mendapatkan total 251 menit sejauh musim ini dan tidak tampil buruk menjadi penyebab dirinya mencuri perhatian Shin Tae-yong, yang sedang menggodok komposisi skuat Timnas Indonesia di beberapa level usia.

 

Mencuri Perhatian Shin Tae-yong, Tatap Piala Dunia U-20 2023

Pada 11 Oktober lalu, dirinya mendapat pemanggilan Timnas Indonesia U-23 setelah sebelumnya ikut pelatihan di Timnas U-18. Dirinya tergabung dalam 33 pemain yang dipanggil untuk mengikuti lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-23 di Tajikistan.

Lagi-lagi, tidak hanya jadi pemanis, dirinya juga kembali memainkan penampilan debut untuk Timnas Indonesia U-23. Dirinya tampil debut di laga menghadapi Australia pada lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-23 Grup G, sayang Timnas Indonesia U-23 harus kalah 2-3. Kita kebobolan berkat tiga gol dari Marc Tokich, Patrick Wood dan Jacob Italiano.

Sementara dua gol balasan Garuda Muda dicetak oleh Witan Sulaeman menit ke-64 dan Taufiq Hidayat menit ke-84. Meski kalah, tentu saja laga ini spesial bagi Ronaldo Kwateh, yang memainkan debut meski hanya masuk di menit-menit akhir pertandingan.

Namun Shin Tae-yong kembali menunjukkan ketertarikannya kepada pemain yang baru berusia 17 tahun itu lewat pemanggilan ke skuat Timnas U-18 yang berangkat ke Turki. Hal itu pun dijawab secara instan oleh sang wonderkid Tanah Air itu, dengan torehan dua gol saat menang atas Antalyaspor.

Kini, sinarnya masih dinantikan oleh para pendukung sepak bola Indonesia. Sementara itu, bakatnya ternyata juga sudah tercium sampai luar negeri, hal ini disampaikan oleh sang ayah, Roberto Kwateh.

“Ada beberapa tawaran dari luar negeri, tapi biarkan Ronaldo fokus di Madura United dan juga Timnas Indonesia,” ucapnya dinukil dari laman berita bernama wunderkid.

Dengan sederet statistik bersama Madura United dan terus mendapatkan pemanggilan dari Shin Tae-yong, jelas sekali bahwa Ronaldo Kwateh diproyeksikan menjadi salah satu pilar untuk masa depan Timnas Indonesia.

Tim nasional Indonesia sendiri khususnya level U-18 memang sedang terus mempersiapkan para pemain agar siap tampil di kompetisi prestisius, yakni Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Level usia U-18 adalah yang paling cocok karena di tahun 2023, para pemain yang dipersiapkan sejak saat ini, masih memenuhi syarat batas usia, dan salah satunya yang diharapkan adalah Ronaldo Kwateh.

“Saya akan bela Timnas Indonesia, Indonesia negara saya,” kata Ronaldo ketika ditanyai soal kewarganegaraannya.

Sebuah pernyataan yang memberikan angin segar kepada para fans sepak bola Indonesia. Yang berharap tidak hanya jadi tuan rumah yang baik, tapi juga mampu berbicara banyak di Piala Dunia U-20 2023 mendatang, dengan Ronaldo Kwateh sebagai salah satu tonggak perjuangan.