Sebuah Paradoks Eksistensi Pesepak Bola Wanita di Lembah Pornografi

Jumat, 02 Juli 2021, 18:29 WIB
37

Ada yang menganggapnya benar, ada pula yang bersikap menentang. Sebuah paradoks terjadi dalam eksistensi pesepak bola wanita di lembah pornografi.

Madelene Wright, namanya memang tak setenar bintang Amerika Serikat, Alex Morgan yang berprestasi mentereng sebagai pesepak bola wanita. Namun kalau urusan sensualitas, Madelene Wright layak dikatakan mengungguli Alex Morgan.

Gates Of Olympus

Benar, Madelene Wright menekuni profesi pesepak bola kalangan wanita. Peruntungan Madelene Wright di sektor ini rasanya tak terlalu mujur.

Sebelum tahun 2020, dia menghabiskan karier sepak bolanya bersama klub kecil Liga Inggris, Millwall. Itu pun mayoritas hanya bertugas menjadi pemain cadangan saja, mungkin karena bakat olah bolanya yang pas-pasan.

Memasuki tahun 2020, tepatnya bulan Desember, Madelene Wright yang sudah meninggalkan Millwall, memilih gabung Charlton Athletic. Sekedar catatan, Charlton kala itu sedang berjuang di kompetisi FA Women’s Championship musim 2020/21 (kasta kedua Liga Inggris sepak bola wanita).

Perekrutan Madelene Wright merupakan bagian kebijakan Charlton yang hendak memperbaiki komposisi skuat memanfaatkan bursa transfer musim dingin. Charlton yakin kalau kualitas Madelene Wright dapat membantu meningkatkan performa klub untuk paruh kedua musim 2020/21.

Madelene Wright harusnya berbangga hati bisa dipercaya oleh Charlton. Maklum, Madelene Wright diboyong dari Millwall yang cuma mentas di kasta keenam Liga Inggris sepak bola wanita.

Rise of Olympus

Artinya, Madelene Wright mengalami peningkatan karier siginifikan. Harapan kalau kariernya bakal terus melejit setelah gabung Charlton, tentu menghinggapi hati Madelene Wright.

Sejak berseragam Charlton, Madelene Wright coba membuktikan kualitas dirinya. Tapi kesempatan main belum jua didapatkannya, ia hanya berperan sebagai pemain cadangan saja.

Baru beberapa hari memperkuat Charlton, atau masih di bulan Desember 2020, Madelene Wright malah berulah. Madelene Wright kedapatan menghadiri sebuah pesta bersama teman-temannya, yang mana itu jelas melanggar protokol kesehatan pencegahan virus Covid-19.

Ulah Madelene Wright diketahui karena ia merekam sendiri momen pesta dan mengunggahnya ke media sosial. Parahnya, Madelene Wright selama pesta juga melakukan tiup balon bergantian dengan teman-temannya, aksi yang mengandung risiko penyebaran virus corona.

Tak cukup hanya ulah rekaman video menggelar pesta. Madelene Wright turut berulah merekam momen dirinya mengendarai mobil mewah Range Rover sambil membawa sekaligus menikmati minuman keras.

Aksi Madelene Wright yang kedua melanggar aturan secara double. Madelene Wright tak mematuhi larangan berkendara dalam kondisi pengaruh alkohol yang ditetapkan klub maupun pemerintah Inggris.

Video-video aksi nakal Madelene Wright lantas viral diperbincangkan warganet. Pihak manajemen Charlton yang mengetahuinya, langsung mengambil tindakan tegas kepada Madelene Wright.

Tanpa banyak basa-basi, Charlton memberikan surat pemecatan, alias mendepak Madelene Wright. Charlton menganggap hal yang dilakukan Madelene Wright sudah kelewatan batas dan merupakan kesalahan fatal.

“Klub diberitahu tentang video tersebut dan dengan cepat menyelidiki insiden tersebut. Sebagai klub kami kecewa dengan perilaku yang tidak mewakili standar yang dijunjung tim” bunyi pernyataan Charlton seperti dilansir Edisi Bonanza88 dari The Sun.

Dipecat Charlton, Pesepak Bola Wanita Madelene Wright Buka Akun OnlyFans |  Voi.id | LINE TODAY

Kalau menengok ke belakang, sejatinya bukan sekali ini saja Madelene Wright berulah yang melanggar aturan. Ia pernah pula berbuat onar kala masih memperkuat Millwall.

Sekitar bulan Oktober 2020, Madelene Wright mengebohkan publik karena merekam adegan berkendara bersama anjing peliharaannya. Tampak biasa, tapi kehebohan tercipta lantaran Madelene Wright membiarkan anjingnya yang memegang setir mobil.

“Pemain itu menyesal dan sekarang telah meninggalkan klub. Klub ingin menjelaskan bahwa meskipun perilakunya tidak dapat diterima, kesejahteraan pemain tetap penting bagi kami dan dia akan tetap memiliki akses ke saluran dukungan klub jika diperlukan,” lanjut pernyataan manajemen Charlton.

Hidup yang dilalui tanpa kontroversi sepertinya amat membosankan untuk Madelene Wright. Beberapa pekan setelah dipecat Charlton, Madelene Wright kembali menciptakan sensasi, bahkan lebih heboh daripada yang sebelum-sebelumnya.

Melalui media sosial, Madelene Wright mengumumkan bahwa dirinya telah terjun sekaligus membuat akun di platform OnlyFans. Tak hanya sekedar mengumumkan, Madelene Wright juga mempromosikan, mengajak warganet menjadi penggemarnya di OnlyFans.

“Periksa bio ..”, tulis MMadelene, yang mengacu pada akun barunya di OnlyFans.

Lantas, di mana letak sisi keterlibatan Madelene Wright terhadap pornografi? Jawabannya ada dalam keputusan Madelene Wright terjun merambah skena platform OnlyFans.

Bagi kamu yang belum tahu, OnlyFans merupakan sebuah platform yang belakangan identik dengan konten-konten dewasa. Platform asal London ini memungkinkan para pemegang akun untuk mengunggah foto atau video syur mereka masing-masing.

Awalnya OnlyFans banyak dijamah oleh konten kreator yang latar belakangnya berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) alias pelacur. Namun lama-kelamaan, banyak wanita dari kalangan lain yang ikutan ‘nyemplung’ ke OnlyFans.

Para wanita yang jadi konten kreator OnlyFans tergiur atas keuntungan yang mungkin mereka dapatkan lewat aktivitas mengunggah foto-foto atau video syur mereka sendiri. Wajar, bagi pengguna OnlyFans yang hendak mengakses video atau syur sang konten kreator, harus membayarkan sejumlah uang.

Tarif uang yang perlu dibayarkan sesuai dengan kebijakan sang konten kreator. Kalau Madelene Wright menetapkan tarif kepada warganet yang mau menikmati konten syurnya seharga 33 pounds, atau sekitar Rp 665 ribu.

Madelene Wright benar-benar bersedia menampilkan kemolekkan tubuhnya supaya menghasilkan untung. Ia tak takut membuat konten bernada pornografi, asalkan uang mengalir ke rekening pribadinya.

Di tengah situasi pandemi virus corona yang mana menyulitkan kondisi finansial banyak orang, OnlyFans ibarat jadi salah satu jalan keluar. OnlyFans bakal memberikan 80 persen dari total uang yang dikumpulkan sang konten kreator untuk konten kreator itu sendiri.

Bayangkan kalau akun OnlyFans Madelene Wright memiliki seribu followers. Berdasarkan tarif Madelene Wright yang satu followes wajib membayar 33 pounds per bulannya, berarti per bulan Madelene Wright bisa mengumpulkan 33.000 pounds atau sekitar Rp 665 juta.

Uang yang diberikan OnlyFans kepada Madelene Wright sebanyak 80 persennya dari 33.000 pounds tadi, yaitu 26.400 pounds atau sekitar Rp 532 juta. Angka yang sungguh fantastis sekali bukan!

Eva Roob, Pemain Cantik Timnas Jerman Kini Jadi Bintang Film Dewasa -  INDOSPORT

Bukan hanya Madelene Wright saja pesepak bola wanita yang ‘nyemplung’ ke lembah pornografi. Eva Roob, eks pesepak bola wanita asal Jerman bahkan mendalami pornografi secara lebih ekstrem.

Karier sepak bola Eva Roob tercium jejaknya kala ia membela Nuremberg pada 2001 silam. Masa-masa itu sejatinya karier Eva Roob lumayan cemerlang, lantaran sempat beberapa kali dipanggil Timnas Jerman.

Namun hati Eva Roob tak benar-benar kerasan menekuni sepak bola. Mungkin dia memang cinta, tapi Eva Roob sadar kalau sepak bola tak bisa memberikannya harta melimpah.

Eva Roob pun mengambil keputusan besar dengan meninggalkan arena lapangan hijau. Demi mendapatkan uang lebih banyak, ia banting setir menjalani profesi sebagai bintang porno.

Eksistensinya di lembah pornografi tak lagi menggunakan nama Eva Roob. Dia memilih memakai nama panggung Samira Summer.

Sama sekali tak ada penyesalan dalam diri Eva Roob melepas status bintang sepak bola untuk menjadi bintang porno. Eva Roob justru tergolong tekun mendalami kemampuannya berakting di video porno dengan mengikuti kontes bintang porno, Miss Venus 2008.

Sekali lagi, alasan Eva Roob merambah industri pornografi karena ketertarikannya terhadap uang. Kekayaan dan harta melimpah menghampiri Eva Roob berkat keputusannya menekuni profesi bintang porno.

“Sepak bola tidak memberi saya uang, jadi saya mulai bekerja di malam hari. Berkali-kali saya menyelesaikan adegan seksual saya pada pukul lima pagi dan pada pukul 10 saya harus berlatih. Itu terlalu melelahkan,” kata Eva Roob.

Dia yang Berani Melawan Pornografi

Madelene Wright dan Eva Roob adalah dua sosok pesepak bola wanita yang berpihak kepada pornografi. Keduanya dengan sadar dan ikhlas menampilkan kemolekkan tubuhnya untuk dinikmati khalayak luas sebagai pemuas nafsu seksual.

Beda ceritanya dengan yang dialami oleh Leigh Nicol. Pesepak bola wanita yag berkarier bersama Crystal Palace ini justru secara terang-terangan berani melawan pornografi.

Leigh Nicol exclusive interview: How phone hack traumatised Crystal Palace  player and her inspiring recovery | Football News | Sky Sports

Keberanian Leigh Nicol muncul setelah tubuh indahnya sempat tampil dalam sebuah video yang tersebar di situs porno top dunia, Pornhub. Leigh Nicol merasa video syurnya disebar bukan atas kemauannya, sehingga dia memunculkan diri menggugat Pornhub.

Tahun 2019 lalu, video syur pribadi Leigh Nicol yang tersimpan di ponsel genggamnya, diretas oleh oknum hacker. Video syur pribadinya entah bagaimana prosesnya kemudian muncul dan terpublikasikan melalui situs Pornhub.

Video porno Leigh Nicol direkamnya pada 2014, tepatnya saat dia masih berumur 18 tahun. Ia sengaja menyimpannya untuk koleksi pribadi, bukan disebarluaskan.

Begitu video pornonya muncul di Pornhub, kehidupan Leigh Nicol hancur berantakan. Leigh Nicol mengalami depresi parah, dilanda frustasi berlarut-larut.

Bahkan Leigh Nicol sempat muncul niatan ingin nekat melakukan bunuh diri. Ia juga pernah berhenti mengonsumsi makanan dan minuman selama berminggu-minggu, yang membuatnya hampir mengalami kegagalan organ dan kehilangan nyawa.

“Ketika video itu muncul di PornHub, itu menghancurkan hidup saya, membunuh kepribadian saya, itu menghilangkan kebahagiaan saya,” terang Leigh Nicol.

“Selama hampir [dua] tahun, itu membuat saya malu, depresi, kecemasan, pikiran mengerikan, rasa malu di depan umum, dan bekas luka. Saya masih menanggungnya,” lanjut pesepak bola wanita Crystal Palace itu.

Belum lagi tekanan yang didapat Leigh Nicol dari lingkungan sekitarnya. Warganet banyak yang menjadikan Leigh Nicol bahan perundungan.

“Saya harus menerima kenyataan kalau saya menjadi bahan olok-olokan di media sosial selama 18 bulan,” kata Leigh Nicol seperti dikutip dari Sky Sports.

“Hinaan yang datang ke saya lewat media sosial datangnya setiap hari. Bagaimana mungkin saya bisa bangkit dari keterpurukan ini kalau setiap hari ada orang-orang yang mengingatkan saya tentang pengalaman pahit saya?,” lanjut Leigh Nicol.

Beruntungnya Leigh Nicol bisa bangkit dari keterpurukannya. Ia kini malah aktif menggugat Pornhub atas kasus yang dialaminya.

Gugatan Leigh Nicol berfokus kepada tidak adanya izin atau persetujuan darinya atas video syurnya yang ditampilkan Pornhub. Menurut Leigh Nicol, yang utama dari pornografi adalah konsensus antara penyebar video dan orang yang berperan dalam video.

“Ada situasi di mana situs web ini bisa diakses anak-anak di bawah umur, misalnya. Semakin banyak Anda menggali, semakin traumatis karena ada anak-anak berusia 14 tahun di situs web ini dan mereka bahkan tidak mengetahuinya.”

“Fakta bahwa Anda dapat memublikasikan video yang tidak mendapat persetujuan salah satu pihak adalah sesuatu yang pasti harus diubah oleh hukum,” tegas Leigh Nicol.

Leigh Nicol mengajukan gugatannya kepada Pornhub per tanggal 17 Juni 2021 di California, Amerika Serikat. Isi gugatannya turut mencakup 34 pengaduan dari wanita-wanita lain atas kasus yang sama.

 

BERITA TERKAIT