Sejarah Beladiri Judo, Seni Melumpuhkan Lawan secara Halus

Senin, 26 Juli 2021, 12:49 WIB
47

Judo adalah salah satu cabang beladiri yang berasal dari Jepang dan telah menjadi olahraga populer di dunia saat ini. Judo diciptakan oleh Prifesssor Jigoro Kano atau Maha Guru Kano pada tahun 1882.

Jujitsu adalah sebagai induk dari judo, sebenarnya salah satu dari Bujutsu atau seni bela diri tradisional Jepang yaitu perkelahian tangan kosong. Sumber ilmu ini berasal dari suatu aduan tenaga pada zaman kuno di Jepang.

Gates Of Olympus

Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro.

Bertahun-tahun beliau membandingkan dengan teori-teori dan mencoba dengan praktek dan berusaha supaya dapat dilakukan sebagai pengembleng rohani dan jasmani serta latihan untuk menentukan menang atau kalah.

Dilansir Edisi Bonanza88 dari sejumlah sumber, pegulat sumo zaman dahulu kala menjatuhkan lawannya tanpa senjata. Hal ini menginspirasikan teknik-teknik bela diri jujutsu. Sumo
Dari jujitsu, Jigoro Kano lalu menambahkan gayanya sendiri pada banyak cabang jujutsu yang ia pelajari pada masa itu (termasuk Tenjinshiyo dan Kito).

Pada tahun 1882 ia mendirikan sebuah dojo di Tokyo yang ia sebut Kodokan Judo. Dojo pertama ini didirikan di kuil Eisho ji, dengan jumlah murid sembilan orang.

Tujuan utama jujutsu adalah penguasaan teknik menyerang dan bertahan. Kano mengadaptasi tujuan ini, tetapi lebih mengutamakan sistem pengajaran dan pembelajaran.

Rise of Olympus

Ia mengembangkan tiga target spesifik untuk judo: latihan fisik, pengembangan mental atau roh, dan kompetisi di pertandingan-pertandingan.

Menjatuhkan Lawan dengan Lembut

Teknik Dasar Judo - Pengertian, Peraturan, Perlengkapan, Sejarah

Terjemahan harafiah dari kata ‘judo’ adalah ‘cara yang halus’. ‘Cara’ atau ‘jalan’ yang dimaksud disini memiliki arti konotasi secara etika dan filosofis.

Kano mengungkapkan konsep filosofinya dengan dua frasa, “Seiryoku Zen’yo” (penggunaan energi secara efisien) dan “Jita Kyoei” (keuntungan bagi diri sendiri dan orang lain).

Meskipun disebut halus, namun sebenarnya judo merupakan kombinasi dari teknik-teknik keras dan lembut, maka dari itu judo dapat pula diartikan sebagai ‘cara yang lentur’.

Kata judo pada mulanya ditulis dengan dua huruf cina atau kanji dibaca judo. Kata judo terdiri dari dua suku kata yaitu Ju dan Do. Ju berati kelembutan atau gentleness atau memberi jalan atau giving way dan Do berarti jalan atau cara. Jadi, judo berarti cara yang lembut atau halus.

Arti kelembutan disini ialah apabila seseorang yang lebih kuat mendorong dengan kekuatannya dan dan seorang pejudo handal akan mundur atau melangkah kesamping sambil menarik orang tersebut searah dengan arah dorongannya sehingga dengan demikian orang tersebut akan kehilangan keseimbangannya.

Populer di Indonesia

Sejarah Judo Di Indonesia

Pada tahun 1911,Jigoro Kano mendirikan Persatuan Olahraga Nasional Jepang dan terpilih menjadi ketua, kemudian dipilih lagi menjadi pengurus IOC.

Beliau sering mengunjungi Eropa dan Amerika dan pada setiap kesempatan ia memperkenalkan Judo diberbagai negara. Murid – murid beliau juga banyak yang berjasa mengembangkan Judo keberbagai negara sehingga tidak ada lagi yang tidak mengenal Judo di dunia.

Pemain judo disebut judoka atau pejudo. Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade.

Di Jepang Judo dipelajari di sekolah-sekolah kemudian menadi mata pelajaran. Judo juga dipelajari di Sekolah Polisi sebagai salah satu pendidikan untuk melatih fisik,mental dan beladiri.

Judo mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1942 ketika tentara Jepang mulai menjajah Indonesia. Pada hari-hari tertentu tentara Jepang berlatih Judo dilingkungan asramanya.

Lama kelamaan mereka bergaul dan bersahabat dengan orang – orang Indonesia dan mengajak berlatih judo. Karena tempat latihan adanya hanya dilingkungan asrama tentara Jepang, teman yang diajak belajar judo betul-betul selektif, jangan sampai membahayakan mereka.

Pada tahun 1949 berdiri perkumpulan judo peertama di Jakarta bernama “Jigoro Kano Kwai“ yang dipimpin oleh J.D. Schilder (orang Belanda). Perkumpulan tersebut berlatih di Gedung YMCA, Jalan Nusantara, Jakarta.

Anggota perkumpulan judo terdiri dari berbagai lapisan antara lain pelajar, mahasiswa, umum, ABRI, anak–anak, dewasa, pria dan wanita. Selain belajar judo mereka juga belajar jujitsu.

Tahun 1951 berdiri pula perkumpulan judo di kota Medan yang dipimpin oleh orang Jepang bernama Moriwa Wada,tingkatan judo dan 4 dengan nama perkumpulan Jigoro Kano Kwai Medan.

Di Surabaya berdiri pila perkumpulan yang dipimpin oleh Soichi Makino dengan nama Indonesia Umar (Dan V )kemudian dilanjutkan oleh G.W.Pantow.

Pada tanggal 20 Mei 1955 di Bandung ,didirikan perkumpulan judo yang diberi nama Judo Institut Bandung (JIB) oleh Letkol.TNI.Abbas Soeriadinata.

Tahun 1955 tepatnya pada tanggal 25 Desember 1955,dibentuk organisasi judo Indonesia yang diberi nama Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI), sebagai organisasi judo tertinggi di Indonesia yang mengatur atau mengelola kegiatan judo secara Nasional dan Internasional.

Pada tahun itu juga PJSI telah diakui oleh Komite Olympiade Indonesia sebagai Top Organisasi Judo Indonesia.

Tingkatan Judo dan Warna Ikat Pinggang

Apa Arti Warna Sabuk di Olahraga Judo? Bagaimana bisa Menang?

Dimulai dari kelas pemula (shoshinsha) seorang Judoka mulai menggunakan ikat pinggang dan disebut berada di tingkatan kyu kelima.

Dari sana, seorang Judoka naik ke tingkat menjadi kyu keempat, ketiga, kedua, dan akhirnya kyu pertama. Setelah itu sistem penomoran dibalik menjadi dan pertama (shodan), kedua, dan seterusnya hingga dan kesepuluh, yang merupakan tingkatan tertinggi di Judo.

Warna ikat pinggang menunjukkan tingkatan kyu ataupun dan. Pemula, kyu kelima dan keempat menggunakan warna putih; kyu ketiga, kedua, dan pertama menggunakan warna coklat; warna hitam dipakai oleh Judoka yang sudah mencapai tahapan dan, mulai dari shodan, atau dan pertama, hingga dan kelima.

Judoka dengan tingkatan dan keenam hingga dan kesembilan menggunakan ikat pinggang kotak-kotak bewarna putih dan merah, walaupun kadang-kadang juga menggunakan warna hitam.

Pertandingan Judo diselenggarakan diatas karpet atau matras (tatami) berbentuk segi empat (belah ketupat) dengan sisi 14,55 meter atau sepanjang 8 tatami yang dijajarkan. Selain dialasi matras, kebanyakan Dojo Judo sekarang menggunakan pegas di bawah lantai palsu, untuk menahan benturan akibat bantingan.

Di awal pertandingan pertandingan, kedua Judoka berdiri di tengah-tengah tepat dibelakang garis sejajar dengan diawasi oleh juri. Sebelum dimulai, kedua Judoka tersebut menunduk memberi hormat satu sama lain dari belakang garis.

Di sudut atas dan bawah belah ketupat duduk dua orang hakim, dan di belakang masing-masing judoka, diluar arena yang dibatasi matras, duduk Judoka-Judoka dari regu yang sama, dan duduk pula seorang pencatat waktu dan seorang pencatat nilai.

Pertandingan diselenggarakan didalam arena di dalam matras yang di batasi oleh (dan termasuk didalamnya) garis merah (jonai). Luas arena tersebut 9,1 meter persegi dan terdiri dari 50 tatami. Waza atau teknik judo yang dipakai di arena diluar garis merah (jogai) tersebut dianggap tidak sah dan tidak dihitung.