Steven Seagal dan Falsafah Hidup dari Seni bela diri Jepang Aikido

Kamis, 30 September 2021, 19:24 WIB
30

Aikido adalah seni beladiri yang mempunyai akar pertumbuhan dan budaya dari Jepang. Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang dengan selimut budaya Jepang tradisional.

Hal ini membuat seni beladiri yang dikembangkan oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1800-an( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei) menjadi sangat diminati berbagai kalangan pada abad modern ini sebagai sebuah gaya hidup. Akar ilmu bela diri aikido terutama berasal dari sebuah tradisi bela diri kuno yang turun temurun hanya dimiliki oleh sebuah keluarga istana,[1] yaitu “Daito Ryu Aiki-Jujutsu (atau ju-jutsu)”.

Gates Of Olympus

Dalam tradisi lama “Jutsu” berarti sebuah “art” atau “seni”, sehingga bentuk lama ini mempunyai pakem-nya sendiri sebagai sebuah tradisi dengan tatanan gerak tertentu. “Daito” adalah sebuah nama yang merujuk kepada nama sebuah istana, yaitu Daito. “Daito” merupakan istana milik putra keturunan Kaisar Seiwa bernama Minamoto Genji Yohimitsu. Yoshimitsu diwarisi ilmu ini oleh putra keenam Kaisar Seiwa yaitu Pangeran Teijun yang sangat menggemari ilmu beladiri.

Morihei Ueshiba yang biasa disebut sebagai O-Sensei mempelajari ilmu “Aiki” ini dari guru pewaris ilmu ini yaitu “Sokaku Takeda”. “Takeda” adalah sebuah nama keluarga yang tidak lain adalah nama lain dari keluarga “Minamoto”. Dengan bakat yang begitu besar, Morihei Ueshiba telah menyebarkan muridnya ke seluruh dunia untuk memperkenalkan keindahan ilmu seni beladiri aikido ini. Saat ini, aikido telah berkembang sekurangnya ke 93 negara di Asia, Eropa, Amerika, Australia dan sebagian Afrika.

Aikido diformulasikan sejak akhir 1920-an sampai dengan 1930-an hingga pada bentuknya yang sekarang oleh Morihei Ueshiba (植芝 盛平 Ueshiba Morihei, 14 Desember 1883-26 April 1969, disebut juga sebagai o-sensei 大先生、翁先生 “guru besar”).Morihei Ueshiba O Sensei - Rare Aikido Demonstration (1957) 合気道植芝 盛平 -  YouTube

Ueshiba memperkaya dan mengembangkan Aikido dengan berbagai koryu (seni beladiri/seni pedang lama) selain “basis”-nya Daito ryu, menjadi suatu seni beladiri yang unik. Morihei Ueshiba sebagai seorang murid merupakan murid yang berbakat dan mengabdi pada gurunya yaitu Sokaku Takeda. Sokaku Takeda memberi lisensi kelengkapan ilmunya kepada Morihei Ueshiba dalam bentuk “Mokuroku”.

Dengan lisensi tersebut Morihei Ueshiba mendirikan sekolah pertamanya dengan nama “Ueshiba Ryu Daito Aiki jutsu” yang kemudian berubah nama menjadi “Aiki Budo” dan akhirnya disempurnakan dengan nama “Aikido”. Dojo pertama Aikido didirikannya di Tokyo dan hingga saat ini masih tetap ada dan bernama Aikikai Hombu Dojo, sebagai pusat pengembangan aikido di seluruh dunia.

Rise of Olympus

Ueshiba menginginkan Aikido tidak hanya sebagai sebuah seni beladiri, tetapi juga ekspresi falsafah pribadinya yang bersifat damai dan universal. Seumur hidupnya, Ueshiba dan murid-muridnya telah menyebarkan Aikido dengan cara mendidik dan menciptakan praktisi beladiri ini di seluruh dunia. Ueshiba meninggal pada tanggal 26 April 1969 karena penyakit kanker, namun Aikido tetap berkembang pesat setelah kematiannya.

Nilai Filosofi

filosofi | aikido yogya

Aikido menekankan harmonisasi dan keselarasan antara energi ki (気, prana) individu dengan ki alam semesta. Kata “aikido” berasal dari tiga huruf kanji:

合 – ai – bergabung, menyatukan, menyelaraskan

気 – ki – jiwa, energi kehidupan

道 – dō – jalan, cara

Seni beladiri ini juga menekankan pada prinsip kelembutan dan bagaimana untuk mengasihi serta membimbing lawan. Prinsip ini diterapkan pada gerakan-gerakannya yang tidak menangkis serangan lawan atau melawan kekuatan dengan kekuatan tetapi “mengarahkan” serangan lawan untuk kemudian menaklukkan lawan tanpa ada niat untuk mencederai lawan.

Teknik

Makna Filosofi Aikido: Mengalahkan Diri Sendiri - Filosopi Hidup

Berbeda dengan beladiri pada umumnya yang lebih mengutamakan pada latihan kekuatan fisik dan kecepatan, Aikido lebih mendasarkan latihannya pada penguasaan diri dan kesempurnaan teknik. Teknik-teknik yang digunakan dalam Aikido kebanyakan berupa teknik elakan, kuncian, lemparan yang tampak sama dengan bantingan. Di banyak perguruan aikido, teknik-teknik pukulan maupun tendangan dalam praktiknya jarang digunakan atau malah dihilangkan.

Sebenarnya teknik pukulan dan tendangan di dalam aikido tidak dikenal sedemikian sempitnya, sehingga terdapat istilah “atemi”, sebagai suatu cara untuk menggunakan segala kemungkinan seluas-luasnya dalam mendaya gunakan tubuh untuk memukul-menendang dan setaranya (termasuk menggunakan dahi, siku, lutut dan lainnya). Walaupun demikian, dengan berbagai alasan teknik atemi ini cenderung ditinggalkan atau dihilangkan oleh banyak perguruan aikido.

Keunikan aikido adalah geraknya yang hampir tidak pernah mundur dalam mengatasi berbagai jenis serangan. Gerakannya cenderung melingkar dibandingkan lurus-lurus. Di dalam konsep gerak inilah kita akan banyak memahami secara nyata falsafah aikido dalam artian sebenarnya.

Banyak orang tertarik belajar aikido dimulai karena ketertarikannya pada falsafahnya yang cukup tinggi. Tetapi, uniknya justru terletak pada kesinambungan pemahaman antara seorang praktisi dengan seorang filsuf. Sehingga, saran setiap guru aikido kepada mereka yang ingin mengetahui aikido secara cermat adalah dengan “latihan”.

Falsafah yang mendasari Aikido, yaitu kasih dan konsep mengenai ki, membuat Aikido menjadi suatu seni beladiri yang unik. Secara umum Aikido dapat digolongkan sebagai beladiri kuncian dan pergumulan (Inggris: grappling).

Aikido tidak mengenal sistem kompetisi atau pertandingan, seperti beladiri pada umumnya untuk tujuan pemasyarakatannya. Namun cara yang dipergunakan aikido untuk memasyarakatkan dirinya adalah dengan sistem embukai atau sejenis peragaan dalam seni gerak bela diri.

Hingga saat ini Aikido juga memiliki banyak cabang “teknik” (Jepang: waza; Inggris: style) yang juga memperkaya teknik-teknik yang tidak meninggalkan teknik dasarnya. lebih menekankan teknik-tekniknya kepada kecepatan dalam mengatasi serangan lawan (nage).

Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang praktisi Aikido hampir sama dengan yang digunakan oleh seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu (mudansha, tidak memiliki dan) untuk tingkat dasar dan Shodan (yūdansha, memiliki dan = ahli) untuk tingkat mahir.

Praktisi yang berada di tingkat kyu 6 sampai kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih, sementara praktisi yang mencapai tingkatan kyu 3 sampai 1 menggunakan sabuk berwarna cokelat.

Adapula dojo yang menerapkan sabuk kyu 6 sampai 1 tetap berwarna putih. Shodan adalah tingkatan yang selanjutnya; praktisi yang mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta aksesoris tambahan berupa celana panjang bernama hakama. Celana seperti ini biasa dipakai oleh para samurai pada zaman dahulu.

Aikido dan Steven Seagal

Master Aikido dan Superstar Bhiksu - MedanBisnisDaily.com

Seagal lahir di Lansing, Michigan, pada 10 April 1952. Seagal sebenarnya lahir dari sepasang orang tua yang merupakan manusia biasa, bukan lahir dari rahim Alien seperti dugaan beberapa penyembahnya. Ayahnya adalah Samuel Seagal, guru matematika. Ibunya adalah Patricia, seorang pekerja di bidang media. Saat Seagal berumur 5 tahun, keluarga ini pindah ke Fullerton, California.

Pada usia 13 tahun, Seagal membohongi pemilik restoran The Wagon Wheel untuk bisa bekerja di sana. Siapapun tentu tidak akan mengira Seagal berusia 13 tahun dengan wajah seserius itu. Tugas pertama Seagal adalah pencuci piring. Di sana, salah seorang juru masak yang juga ahli karate terkesan melihat gesitnya gerak Seagal. Maka si juru masak tanpa nama itu mengajari Seagal gerakan dasar karate. Ternyata Seagal tertarik dengan bela diri.

Pada 1964 ia berguru pada Harry Kiyoshi Ishisaka, pendiri Orange County Aikido School. Harry adalah orang yang mempopulerkan aikido di California. Saat meninggal pada 1978, majalah Black Belt menuliskan obituari dengan menyebut Harry sebagai, “salah satu praktisi aikido paling penting di Amerika.”

Pada usia 19 tahun, Seagal pergi ke Jepang untuk belajar berbagai bentuk bela diri Jepang lain, termasuk karate. Seagal berguru ke banyak orang, seperti Koichi Tohei, juga Seiseki Abe. Usahanya berbuah manis. Seagal berhasil meraih dan 7 (peringkat tertinggi) dalam aikido dan berhak menyandang gelar Shihan, alias master instruktur. Tak cuma itu, Seagal berhasil meraih sabuk hitam di karate, judo, juga kendo.

Seagal kemudian membuka dojo aikido di Jepang, menjadikannya sebagai orang asing pertama yang membuka dojo aikido di Jepang. Bayangkan, ada orang asing yang mengajar aikido di tanah kelahiran aikido. Itu seperti ada orang Michigan mengajari orang Padang bagaimana cara membuat rendang.

Seagal kembali ke California pada 1974. Di sana ia bertemu dengan Miyako Fujitani, instruktur aikido di Los Angeles. Setahun kemudian, Miyako dan Seagal menikah di Jepang. Miyako yang memang berasal dari keluarga instruktur aikido mewarisi dojo dari sang ayah. Seagal kemudian mengajar di sana. Tak lama, Seagal menjadi kepala di dojo bernama Tenshin Aikido yang terletak di Juso, Osaka.

Di awal 1980-an, ia bertemu dengan Kelly LeBrock, model yang namanya melejit sewaktu membintangi film The Woman in Red (1984). Hubungan ini rumit sebenarnya. Pasalnya, saat itu Seagal masing menjalani pernikahan dengan Adrienne La Russa, sementara Seagal juga belum bercerai dengan Miyako. Tapi Seagal memang seperti babi hutan, ia hanya tahu jalan terus. Apapun halangannya, tabrak saja.

“Kelly adalah takdirku,” ujarnya pada majalah Spy.

Seagal akhirnya menikah juga dengan Kelly setelah menceraikan dua istrinya terlebih dulu. Seagal langsung masuk radar lampu sorot Hollywood karena punya istri aktris sekaligus model yang sedang naik daun. Apalagi dojo Seagal di California punya murid masyhur dari kalangan film, seperti aktor James Mason dan James Coburn, juga pencari bakat Michael Ovitz, yang mendirikan Creative Artists Agency.

Michael yang kemudian mengenalkan Seagal ke petinggi Warner Bros. Di sana, Seagal memperagakan aikido. “Michael bertindak lebih, tidak sekadar menjadi agen Seagal, tapi juga kawan dan murid,” kata Terry Semel, presiden Warner kala itu, pada majalah People. Rekomendasi Michael berhasil dengan gemilang.

Moscow, Russia. 13th Oct, 2018. MOSCOW, RUSSIA - OCTOBER 13, 2018: US actor Steven  Seagal (R) gives an aikido masterclass at Fili Sports Complex; the event is  part of the 1st International

Pada 1988, Seagal membintangi film pertamanya yang dibuat oleh Warner, Above the Law. Posternya menampilkan wajah besar Seagal –yang tentu saja masih tirus– yang menenteng pistol. Tatapan mata yang tajam dan rambut kuncir kuda itu yang kelak jadi ciri khas Seagal hingga berdekade kemudian.

Seagal berperan sebagai Sersan Nico Toscani, detektif berdarah Palermo yang bertugas di Departemen Kepolisian Chicago. Seagal bertugas menyelidiki peredaran obat bius dan bahan peledak. Di film ini, Seagal tentu saja menampilkan keahliannya dalam aikido. Dalam buku The Encyclopedia of Martial Art Movies (1995), film Above the Law dianggap film Amerika pertama yang menampilkan bela diri aikido.

Meski dianggap kurang berhasil dari segi artistik –yang kelak menimpa sebagian besar film Seagal– tapi film perdana ini lumayan berhasil secara pendapatan. Dengan modal 7 juta dolar, film ini mengantongi pendapatan sekitar 18 juta dolar.

Selanjutnya pintu Hollywood mulai terbuka lebar bagi Seagal. Memang kebanyakan filmnya tipikal: kelas B, film aksi yang menampilkan aikido, dan tentu saja Seagal sebagai jagoan yang jarang sekali terluka. Seagal kemudian masuk dalam jajaran aktor film aksi terkenal, bareng sekondan yang besar di era 80 dan 90-an, seperti Bruce Willis, Jean Claude Van Damme, Arnold Schwarzenegger, Sylvester Stallone, Dolph Lundgren, dan Michael Dudikoff.

Tapi Seagal memang jadi aktor tipikal. Perannya tak jauh-jauh dari jagoan bela diri. Entah saat dia jadi detektif, tentara khusus, ataupun saat jadi narapidana. Tipikal lain: ia jarang terluka. Seorang Rambo pun bahkan masih harus berdarah-darah. Perihal ini, sudah banyak kritikus film yang memberikan kritik pedas. Karakter Seagal nyaris haram terluka, apalagi luka berat. Ditambah dengan musuh-musuh bodoh, semisal punya pistol tapi tak segera ditembakkan.

Seagal dan kontroversi

MOSCOW, RUSSIA - OCTOBER 12, 2019: American actor and martial artist Steven  Seagal (back) gives an aikido master class during the 2nd International  Budo Festival at the Fili sports complex. Vladimir Gerdo/TASS

Ada beberapa hal yang membuat Seagal sukar untuk dicintai sepenuhnya. Selain mulut besar dan lagaknya, Seagal juga dibenci banyak orang karena perlakuannya terhadap para perempuan.

Ada beberapa kasus pelecehan seksual yang melibatkan Seagal. Pada Mei 1991, dalam pembuatan film Out for Justice, tiga karyawati Warner Bros, Raenne Malone, Nicole Selinger, Christine Keeve menuntut Seagal karena pelecehan seksual. Namun kasus ini diselesaikan dengan cara damai.

Pada 1994, artis Jenny McCarthy mengatakan Seagal memintanya telanjang untuk keperluan audisi Under Siege 2. Pada 1995, Cheryl Shuman menuntut Seagal karena tindak kekerasan, walau akhirnya hakim membatalkan tuntutan ini. Di 2010, Kayden Nguyen, gadis keturunan Vietnam, menuntut Seagal karena pelecehan seksual, dan perdagangan perempuan.

Tapi di luar kasus pelecehan seksual, Seagal adalah pria yang bisa segalanya. Ia ahli bela diri. Aktor. Sutradara. Penulis naskah. Musisi. Pebisnis. Aktivis. Ia adalah mitos. Legenda. Segalanya.

Yang paling menarik adalah waktu Lama Penor Rinpoche, salah satu pemuka agama Buddha Tibet, mengumumkan kalau Seagal adalah tulku, semacam orang suci berilmu dalam agama Buddha Tibet.

Secara spesifik bahkan disebut kalau Seagal adalah reinkarnasi dari Chungdrag Dorje, penemu harta karun Nyingma, sekte tertua di Buddha Tibet. Perkara ini menimbulkan kontroversi, dengan beberapa pemuka agama Buddha meragukan spiritualitas seorang Seagal.

Ada banyak mitos yang mengelilingi Seagal. Selain soal ayah ibunya adalah Alien, ada pula mitos kalau tuksedo yang dipakai Seagal tiap pergi ke pesta, memiliki dua kantong khusus yang dipakai untuk menyimpan pistol. Selain itu, pada 2005, Seagal memasarkan minyak homepathic yang konon dibuat dari minyak ular pilihan. Selain itu ia berbisnis minuman berenergi, Lightning Bolt, yang konon dibuat dari jamur cordyseps yang tumbuh di lereng pegunungan Himalaya.

 

BERITA TERKAIT