Tampil Mendominasi, 4 Tim Raksasa Ini Justru Gagal Raih Juara Liga

Jumat, 31 Desember 2021, 23:42 WIB
59

Edisi Bonanza88, Jakarta – Salah satu mengapa olahraga sepakbola memiliki daya tarik atau animo yang tinggi dari masyarakat adalah kejutan-kejutan yang hadir di dalamnya. Banyak tim-tim besar yang kerap tersandung ketika berhadapan dengan tim-tim gurem atau tidak diunggulkan.

Dan, hal tersebut berdampak pula dengan dominasi mereka di kancah liga domestik. Kita memahami bahwa format liga domestik tak lebih seperti sebuah marathon. Bila satu di antaranya terjatuh, maka terlambatlah sudah dari para pesaingnya.

Begitu pula dengan sepakbola. Terlalu banyak membuang poin saat melawan sebuah tim gurem, dapat memperpendek jarak dengan rivalnya, meskipun sempat unggul jauh.

Berikut ini Edisi Bonanza88 mengungkap fakta dari beberapa klub yang gagal menjuarai liga domestik, pasca tampil mendominasi hingga lebih dari separuh musim.

1. Liverpool

Salah satu kasus terbaru, klub yang tampil mendominasi di sebuah liga namun gagal menjuarainya adalah Liverpool. Kita tentunya ingat saat The Reds tampil perkasa hingga pekan ke-30 Liga Primer Inggris di musim 2013/14, bukan?

Kala itu, duet maut Luis Suarez dan Daniel Sturridge menjadi ancaman nyata untuk para lini belakang lawan. Namun, semuanya berubah ketika mereka dikalahkan oleh Chelsea 0-2 di Anfield. Kekalahan tersebut pun kian membekas karena disebabkan oleh kapten mereka sendiri, Steven Gerrard, yang terpeleset saat hendak menerima bola.

Hingga pada akhirnya, Liverpool harus menyudahi musim tersebut dengan duduk di posisi dua klasemen akhir Liga Primer Inggris. Dengan perolehan 84 poin, Liverpool tertinggal dua poin dari Manchester City yang berhasil menjuarai liga.

2. Paris Saint-Germain

Pada musim 2011/12, Paris Saint-Germain telah diakuisisi oleh Nasser Ghanim Al-Khelaifi, selaku pemilik dari Qatar Sports Investments. Maka tak heran bila saat itu banyak pemain bertabur bintang membela PSG.

Banyaknya pemain bintang, ditambah dengan pelatih kelas wahid seperti Carlo Ancelotti membuat PSG tampak mendominasi akan jalannya Ligue 1 Prancis di musim tersebut. Namun sayang, yang terjadi justru di luar banyak perkiraan orang.

PSG gagal menjuarai Ligue 1 karena secara mengejutkan, Montpellier keluar sebagai jawaranya. Padahal, Montpellier kala itu hanya diperkuat oleh Olivier Giroud, Younes Belhanda, dan Remy Cabella. PSG pun berada di peringkat dua pada akhir klasemen dengan 79 poin, tertinggal tiga poin dari Montpellier.

3. Manchester United

Pada musim 1997/98, Manchester United tetap tampil menakutkan meskipun ditinggal pensiun oleh Eric Cantona. Kala itu, skuat Sir Alex Ferguson diperkuat oleh Andy Cole, Gary Neville, Peter Schmeichel, Roy Keane, David Beckham, Ryang Giggs, hingga Paul Scholes.

Namun apa daya, meskipun tampil mendominasi Liga Primer Inggris, Setan Merah sempat mengalami inkonsistensi menjelang berakhirnya musim tersebut. Hingga pada akhirnya, Arsenal pun menyalip Manchester United dengan 78 poin, unggul satu poin dari Setan Merah.

4. Barcelona

Barcelona tampil menakutkan dari awal hingga bulan Februari musim 2006/07. La Blaugrana yang kala itu masih dipimpin oleh Frank Rikjkaard, nyaris menjuarai La Liga Spanyol andaikan Samuel Eto’o, Xavi Hernandez, Lilian Thuram, Gianluca Zambrotta, Ronaldinho, Carles Puyol, hingga Lionel Messi tampil konsisten di sisa-sisa pertandingan.

Klub kebanggaan masyarakat Catalonia itu sempat unggul empat poin dari sang rival abadi, Real Madrid, yang kala itu duduk di peringkat empat klasemen. Namun, inkonsistensi dari para pemain Barca membuat Real Madrid berhasil menjuara La Liga dengan poin yang sama, yakni 76 namun unggul berkat selisih gol.