Terapi Panti Pijat, dari Metode Penyembuhan Tradisional hingga Jadi Sarang Prostitusi

Rabu, 29 September 2021, 15:22 WIB
16

Anda mungkin berpikir bahwa terapi pijat adalah tren modern yang didorong oleh praktisi penyembuhan alami. Itu sebagian benar. Manfaat medis dari terapi pijat memang dipuji-puji akhir-akhir ini, tetapi ini bukan hal baru. Terapi pijat adalah bagian dari sistem holistik tradisional metode penyembuhan yang dimulai sekitar 5.000 tahun yang lalu.

“Sudah lebih dari  5.000 tahun pijat diyakini sebagai media alternatif non medis untuk relaksasi dan penghilang rasa sakit bagi sebagian besar umat manusia”

Gates Of Olympus

Asal terapi pijat dan metode kuno – Sejarah terapi pijat tanggal kembali ke 3000 SM (atau sebelumnya) di India, di mana ia dianggap sebagai sistem suci penyembuhan alami. Digunakan oleh umat Hindu dalam pengobatan “kesehatan jiwa” Ayurveda, terapi pijat adalah praktik yang diturunkan dari generasi ke generasi untuk menyembuhkan cedera, menghilangkan rasa sakit, dan mencegah serta menyembuhkan penyakit.

Promotor Ayurveda percaya bahwa penyakit dan penyakit disebabkan ketika orang tidak selaras dengan lingkungan. Pijat dipercaya mengembalikan keseimbangan alami dan fisik tubuh sehingga bisa sembuh secara alami.

Terapi Pijat dari India – Seiring perkembangan budaya dan sejarah, metode penyembuhan pijatan menyebar ke Cina dan Asia Tenggara sekitar 2700 SM. Metode pijat Cina dikembangkan sebagai kombinasi keterampilan dan praktik pengobatan Tiongkok tradisional, seni bela diri dan pelatihan yoga spiritual umat Buddha dan Tao.

Metode mereka sangat mirip dengan orang India, berdasarkan kepercayaan bahwa penyakit disebabkan oleh ketidakseimbangan atau kekurangan energi dari berbagai jalur. Orang Cina kuno mengembangkan teks yang disebut Buku Pengobatan Internal Kaisar Kuning yang saat ini dianggap sebagai pokok pengobatan alternatif terapi pijat (akupunktur, akupresur dan obat herbal).

Pijat, 'Seni' Penyembuh Tertua untuk Stres dan Lelah

Rise of Olympus

Pada 2500 SM, terapi pijat telah sampai ke Mesir, di mana ia digambarkan dalam lukisan makam. Orang Mesir menambahkan teknik kerja tubuh mereka sendiri dan dikreditkan dengan mengembangkan refleksiologi, yang melibatkan menerapkan tekanan pada titik atau zona tertentu pada kaki dan tangan untuk melakukan penyembuhan.

Kemudian, para bhikkhu yang mempelajari agama Buddha di Cina membawa terapi pijat ke Jepang pada 1000 SM dan memelintirnya sendiri, menyebutnya “anma,” yang kemudian dikenal sebagai Shiatsu. Teknik ini dirancang untuk mengatur dan memperkuat organ dengan menyeimbangkan kembali tingkat energi melalui stimulasi titik-titik tekanan dengan harapan membawa resistensi alami terhadap penyakit.

Terapi pijat di Yunani Kuno dan Kekaisaran Romawi – Orang-orang Mesir mempengaruhi orang-orang Yunani dan Romawi yang menggunakan terapi pijat dengan cara yang berbeda. Di Yunani, antara 800 dan 700 SM, atlet menggunakan pijatan untuk mengkondisikan tubuh mereka sebelum kompetisi, dan dokter sering mengoleskan herbal dan minyak dalam kombinasi dengan pijatan untuk mengobati berbagai kondisi medis.

Hippocrates, “bapak kedokteran”, merawat luka fisik pada abad ke-5 SM dengan gesekan, teknik memijat, dan merupakan orang pertama yang meresepkan kombinasi pijat, diet yang tepat, olahraga, udara segar dan musik untuk memulihkan ketidakseimbangan kesehatan – a obat yang kita dengar bahkan hari ini.

Terapi Pijat di Yunani – Tabib Romawi Galen, pada abad ke-1 SM, menggunakan terapi pijat pada kaisar, menggemakan ide-ide Hippocrates untuk mengobati cedera dan penyakit. Orang Romawi yang kaya akan memiliki pijatan di rumah mereka, tetapi masyarakat umum akan berbondong-bondong ke pemandian Romawi untuk perawatan “spa” dan pijat seluruh tubuh, untuk merangsang sirkulasi dan melonggarkan sendi mereka.

Panti Pijat di Indonesia

Berita Pijat Tradisional Terbaru Hari Ini - Nova

Di Indonesia, pijat telah ada berabad-abad lalu. Hal tersebut dapat dibuktikan dalam relief batu Borobudur, abad ke-8 sampai abad ke-9 Candi Budha di Jawa Tengah, di mana terdapat ukiran yang menggambarkan mengenai pijat. Pijat telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya Indonesia selama berabad-abad, memberikan manfaat kesehatan dan kecantikan baik luar maupun dalam.

Pijat Tradisional Indonesia sangat dipengaruhi oleh seni penyembuhan dan pengobatan dari India dan Cina. Agama Hindu tiba di Indonesia sekitar 400 tahun sebelum masehi dengan pendeta hindu yang memperkenalkan obat India, menggunakan minyak wangi untuk pijat serta obat-obatan yang terbuat dari tanaman. Kemudian, perjalanan biksu Buddha membawa pengetahuan tentang pengobatan Cina.

Selama Kerajaan Majapahit di Jawa Tengah, Raja Hayam Wuruk menikahi seorang wanita cantik dari Cina. Melalui pengaruhnya, seni penyembuhan akupuntur dan refleksiologi diperkenalknan. Teknik pijat juga datang dari pengaruh pedagang Arab, Cina, dan India yang berlayar di seluruh pulau untuk perdagangan rempah-rempah. Meskipun sebagian besar pulau-pulau yang lebih besar memiliki gaya pijat yang berbeda-beda.

Pengetahuan yang paling maju dari teknik penyembuhan dan pijat ditemukan di daerah Jawa dan Bali, di mana kedua tempat tersebut berevolusi dari tradisi kerajaan majapahit. Selama era Majapahit banyak perawatan kecantikan yang dikembangkan oleh ratu dan putri keraton (Kerajaan), selama periode ini pijat berevolusi demi relaksasi dan kecantikan juga untuk penyembuhan.

ANGGA MASSAGE JASA PIJAT PANGGILAN MAKASSAR: Sejarah Pijat

Kerajaan Majapahit hancur sekitar 1450 masehi setelah kedatangan Islam, menyebabkan banyak yang berpindah ke Bali, membawa pengetahuan penyembuhan mereka. Inilah mengapa ada begitu banyak kesamaan antara Jawa dan Bali dalam pijat dan teknik penyembuhan pijat.

Teknik Pijat di Indonesia bila diamati tampak berbeda dari India dan Cina. Hal tersebut disebabkan karena adanya pengembangan dalam gaya dan adanya penyesuaian dari generasi ke generasi. Unsur titik tekan pijat, akupresor, dan refleksiologi dapat dengan jelas dirasakan sebagian besar pijat di Indonesia. Saat Ini, pijat yang berasal dari luar negeri dibawa ke Indonesia dan adapula menggabungkan dengan gaya pijat tradisional mereka.

Dengan pijat, membantu mengatasi penyakit dan mendapatkan kembali keseimbangan tubuh. Ada dua jenis pijat tradisional di Indonesia, yaitu pijat dan urut. Pijat adalah jenis pijat tradisional yang paling umum, digunakan untuk relaksasi dan meringankan rasa tubuh dengan melemaskan otot-otot yang kaku dengan gerakan meremas-remas.

Sedangkan urut digunakan untuk mengobati cidera yang lebih serius dan patah tulang. Urut tidak hanya pada otot namun juga jalur saraf. Tujuannya adalah mendorong sirkulasi darah yang lebih baik.

Gerakannya hampir sama hanya saja tekanannya yang lebih kuat dan memerlukan keterampilan tambahan. Seorang tukang urut Pijat harus memiliki pengetahuan mengenai anatomi, struktur tulang, jalur saraf, dan titik-titik tekan untuk menyembuhkan secara efektif.

Bisnis Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Terapi Pijat Plus-plus Kian Meresahkan, KPAI Himbau 4 Hal Terkait Anak  Dibawah Umur Jadi Terapis | Depok Tren

Beberapa waktu lalu, Satuan Reserse Kriminal Polres Banjarnegara mengungap kasus prostitusi berkedok panti pijat saraf di Kecamatan Madiraja belum lama ini. Seorang ibu rumah tangga ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kapolres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Polisi Fahmi Arifrianto melalui Kasat Reskrim Inspektur Satu Donna Briadi mengungkapkan, seorang ibu rumah tangga yang diamankan pihaknya berinisial DS, 47 tahun, warga Kecamatan Mandiraja.

Emak-emak tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sebab DS tertangkap tangan menyediakan wanita untuk melayani pria hidung belang di rumah di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja.

“Rumah milik SG digunakan DS sebagai tempat prostitusi berkedok panti pijat saraf,” ujarnya, Kamis 31 Desember 2020.

Di kamar rumah, yang terletak di sebelah ruang tamu DS menyediakan seorang wanita dengan kedok panti pijat. Dari pemeriksaan para saksi, tersangka dan barang bukti yang disita penyidik menyimpulkan perbuatan tersangka memenuhi Pasal 296 KUHP.

“Pasal itu menyebut, barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain dan menjadikannya sebagai pencaharian atau kebiasaan, diancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan. Atau pidana denda paling banyak Rp 15.000,” jelasnya.

Selain Pasal 296 KUHP, DS juga terancam Pasal 506 KUHP. Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian, diancam kurungan pidana maksimal satu tahun.

Saat penangkapan tersangka, lanjut Donna, pihaknya menyita sejumlah alat bukti terkait kasus itu meliputi, dua lembar uang Rp 100.000, satu lembar Rp 50.000, sebuah kondom bekas pakai yang terdapat cairan sperma, serta sebuah bantal dan sprei.

Sementara itu, Petugas Polres Metro Jakarta Utara menyebutkan kasus prostitusi berkedok panti pijat atau terapis dibandrol dengan tarif Rp 300 ribu yang beroperasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB Jakarta.

“Hasil keterangan pengelola untuk jasa terapis sebesar Rp160 ribu per jam. Apabila melakukan kegiatan lain sampai terjadi perbuatan cabul atau prostitusi, pelanggan harus membayar Rp300 ribu,” kata Wakil Kapolres Metro Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Aries Fadillah di Jakarta

Aries menjelaskan modus panti pijat bernama Temesis itu menawarkan pelayanan jasa kepada para mantan pelanggan melalui aplikasi pesan singkat telepon selular disertai foto para terapis wanita.

Sering Pijat di Sini, Mas? Tawaran Terapis Wanita Ini Tidak Langsung,  Pelanggan Ngerti Maksudnya - Tribun-medan.com

Terkait prostitusi itu, penyidik Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga orang tersangka yakni DD (46) sebagai supervisor, dan TI (26), serta AF (27) sebagai kasir.

“Tersangka DD mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis untuk mengundang para pelanggan ini datang ke tempat itu,” jelas Aries.

Penggerebekan tempat itu di Rumah Toko (Ruko) Gading Indah Blok V Nomor 21, Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Senin sekitar pukul 14.05 WIB.

Pengungkapan kasus itu berawal saat polisi mencurigai adanya kegiatan di depan ruko tersebut, selanjutnya petugas menyamar sebagai pelanggan dan mengamankan 21 orang di lokasi kejadian panti pijat itu.

Petugas mengamankan 21 orang terdiri dari sembilan orang sebagai terapis, sembilan orang pembantu operasional, dan tiga orang penanggung jawab terhadap usaha panti pijat itu.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 296 Kitab Udang-undang Hukum Pidana junto Pasal 506 tentang tindak pidana menyediakan fasilitas untuk memudahkan perbuatan cabul dan menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita, dengan ancaman pidana satu tahun empat bulan penjara.