Terbaik! 3 Film Lawas Indonesia Bertema Ibu, Bikin Penonton Banjir Air Mata

Kamis, 30 Desember 2021, 15:17 WIB
57

Edisi Bonanza88, Jakarta – Pada tanggal 22 Desember kemarin masyarakat Indonesia memperingati Hari Ibu. Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional.

Pada 22 Desember 1965, Presiden Soekarno dalam peringatan Hari Ibu menegaskan bahwa perempuan adalah tiang negara. Oleh karena itu, perempuan diharapkan bersatu agar negara Indonesia tetap kuat.

Tradisi memperingati Hari Ibu pun masih mengalir hingga saat ini. Dari dunia perfilman, untuk memperingati Hari Ibu, sineas-sineas Tanah Air berlomba-lomba membuat film bertema tentang ibu.

Dari sekian banyaknya film bertema ibu, Edisi Bonanza88 telah merangkum 3 film lawas Indonesia bertema ibu yang membuat penonton banjir air mata.

1. Anak-Anak Tak Beribu

Kehidupan Mimi, Memet dan Ayu berubah setelah ayah mereka meninggal dunia dan sang ibu tiri memperlakukan mereka dengan buruk. Mereka pun kabur dari rumah dan mencoba bertahan hidup dengan menjadi pembantu, penyemir sepatu, hingga tukang parkir.

Suatu hari Memet terpisah dari saudara-saudaranya saat sedang berjualan. Setelah sekian lama berpisah, Memet yang telah diadopsi oleh keluarga kaya akhirnya dapat kembali bertemu dengan Mimi dan Ayu. Film produksi tahun 80-an ini dibintangi oleh Lukman Sardi, Santi Sardi, dan Ajeng Triani Sardi.

2. Eliana, Eliana

Eliana, Eliana merupakan film drama yang dirilis pada tahun 2002 ini di-direct oleh Riri Riza. Film ini mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya Best Young Cinema, penghargaan khusus dari juri NETPAC/FIPRESCI, penghargaan Skenario Terbaik Festival Film Indonesia 2004, dan Tata Suara Terbaik Festival Film Indonesia 2004.

Sama seperti kebanyakan film tentang ibu dan anak lainnya, Eliana juga tak akur dengan ibunya. Uniknya, anak dan ibu ini sama-sama memiliki nama Eliana. Kebekuan hubungan mereka terjadi setelah Eliana (anak) kabur di hari pernikahannya sendiri 5 tahun yang lalu.

Selama itu pun Eliana tidak pernah pulang dan bekerja di Jakarta. Namun, karena suatu masalah, Eliana kehilangan pekerjaannya. Saat pulang ke kontrakannya, di sana tiba-tiba saja sudah ada ibunya.

3. Hafalan Shalat Delisa

Mengambil latar belakang pasca-tsunami Aceh, film adaptasi dari novel karya Tere Liye ini menceritakan anak perempuan bernama Delisa (Chantiq Schagerl) yang hanya tinggal berdua dengan ayahnya (Reza Rahardian) setelah tsunami merenggut nyawa ibu (Nirina Zubir) dan tiga kakaknya.

Delisa juga harus kehilangan kaki kirinya akibat terluka parah saat tsunami. Meski tidak mudah, Delisa yang terus merindukan kehadiran ibunya akhirnya dapat bangkit dari kesedihannya dan berjuang untuk melewati hari-hari kehidupan bersama Ayahnya.