The Mungiki, Mafia Gangster Bersenjatakan Perang Tersadis di Kenya

Senin, 21 Juni 2021, 06:36 WIB
34

Kenya atau Republik Kenya atau Jumhuriye Kenya adalah sebuah negara yang terletak di kawasan Afrika Timur yang berbatasan langsung dengan Ethiopia di sebelah utara, Somalia di sebelah timur dan timur laut, Tanzania di selatan, Uganda di barat, Sudan di barat laut serta dibatasi Samudera Hindia di bagian tenggara.

Pada tahun 2010, Negara ini memiliki populasi penduduk keseluruhan sebanyak 34 juta jiwa. kota terbesarnya adalah Nairobi, yang juga sekaligus sebagai merupakan ibu kotanya.

Orang Afrika utara pindah ke Kenya pada sekitar 2000 SM. Pedagang Arab mulai mengunjungi daerah pesisir Kenya pada awal abad pertama. Karena jarak Kenya yang dekat dengan

Orang Portugal merupakan orang Eropa pertama yang menjelajahi Kenya, Vasco da Gama mengunjungi Mombasa pada 1498.  kota di sepanjang pesisir Afrika Timur.

Kemiskinan yang menimpa Kenya membuat suburnya criminal di sana. Sejumlah organisasi criminal muncul, salah satu yang terbesar adalah Mungiki Saking berpengaruhnya, mereka juga kerap disebut sebagai Mafia Kenya.

Adapun, kelompok ini kali pertama muncul sejak tahun 1990an saat pecahnya kerusuhan antar suku di Kenya. Sebagian besar anggota Mungiki masih berusia muda, hidup miskin dan tak puna pekerjaan alias pengangguran.

Sosiolog Ke Ouko menjelaskan bahwa Mungiki berdiri sejak tahun 80-an. Pada awalnya Mungiki merupakan kelompok gerakan sosial, tapi berkembang menjadi seperti sebuah kelompok mafia dan mendanai kegiatannya dari pemerasan dan penculikan.

Mereka melawan pemerintah dan para elit kaya. Dalam keyakinannya, mereka merupakan kelompok yang mewakili gelombang westernisasi di Kenya sehingga harus dilawan.

Itulah alasannya kenapa kelompok ini seluruh muncul ke permukaan setiap kali ada pergolakan politik di Kenya. Sementara itu, untuk meredam tindakan kriminalitas, Kenya melarang geng pada tahun 2003.

Tapi nyatanya, kelompok geng itu tak pernah mati, mereka ada hanya saja beroperasi secara rahasia. Para anggota bersumpah untuk merahasiakan dan meninggalkan geng hanya dengan satu cara: yakni dengan mati.

Menurut salah satu pendiri Mungiki, kelompok mulai eksis pada akhir 1980-an sebagai milisi lokal di dataran tinggi untuk melindungi petani Kikuyu dalam sengketa tanah dengan Maasai.

Mungiki makin subur karena pengangguran yang meningkat sementara pertumbuhan penduduk di Kenya semakin cepat. Kata Mungiki berarti “banyak” dalam bahasa Kikuyu.

Kelompok ini menolak westernisasi dan segala hal yang mereka yakini sebagai jebakan kolonialisme.

Kelompok ini menganjurkan sunat ke perempuan dan merokok. Mereka juga punya ritual bersumpah dan memakai rambut gimbal, seperti pemberontak Mau Mau yang melawan pemerintah kolonial Inggris sebelum kemerdekaan pada tahun 1963.

Dilansir Edisi Bonanza88 dari Reuters, anggota geng Mungiki bersumpah untuk menjaga kerahasiaan tidak seperti mafia Italia, dan dapat meninggalkan geng hanya dengan satu cara – dengan mati. Pengkhianatan apa pun dapat dihukum mati.

Geng Mungiki ini kerap kali melakukan aksi pemerasan, menculik orang untuk kemudian minta tebusan, memeras dengan kedok retribusi uang keamanan, dan tak segan membunuh orang menolak permintaan mereka

Pada tahun 2007, seorang pria bernama Michael Omondi menyaksikan dengan ngeri ketika geng itu melewati lingkungannya, dari rumah ke rumah, menuntut untuk melihat kartu identitas .

Mereka saat itu melakukan sweeping, mencari orang-orang non Suku Kikuyu kemudian dibunuh. Mereka terus melakukan intimidasi dan kekerasan. Di sisi lain pemerintah juga tampaknya tak berdaya mengendalikan sepak terjang mereka.

Jumlah anggotanya kian bertambah dari yang awalnya sekitar 100 ribu orang, dan sempat mencapai 1 juta orang. Kelompok ini juga memiliki hubungan dengan politisi, polisi setempat, dan pejabat pemerintah.

Adapun penyebab asli munculnya Mungiki adalah karena kemiskinan. Mereka juga sangat membenci orang-orang dari suku selain Kikuyu.

Mungiki Member

Eksekusi Tanpa Pengadilan

Pemerintah Kenya pada medio 2003 melawan balik kelompok ini dengan melakukan pembantaian.  Gelombang pembunuhan biadab yang dilakukan kelompok Mungiki membuat pemerintah menjadi berang. Para korban terlebih dahulu disiksa sebelum kemudian dipenggal kepalanya.

Pemerintah menyatakan perang terhadap kelompok ini. Tapi tema mengenai Mungiki tiba-tiba dilupakan.

Setelah sejumlah aktifis HAM menuduh Kepolisian Kenya  membunuh ratusan anggota Mungiki. Para pembela Hak Asasi Manusia menginginkan dilakukannya penyelidikan oleh pihak internasional.

Pada musim panas lalu, selama bermingu-minggu banyak dibicarakan mengenai perang melawan teror yang dilaksanakan pihak kepolisian Kenya melawan satu kelompok yang bernama ‘Mungiki’.

Sekarang Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Kenya kembali membuka masalah ini. Ketua komisi Maina Kiai menuduh pihak kepolisian telah mengeksekusi secara rahasia hampir 500 anggota kelompok Mungiki.

Dalam beberapa hari terakhir, koran-koran melaporkan mengenai penemuan mayat-mayat di sekitar Ibu Kota Nairobi. Kebanyakn korban tewas ini adalah pria usia muda, yang ditembak dari jarak dekat di kepalanya.

Komisi HAM menyodorkan hasil otopsi dan pernyataan dari keluarga korban, yang mengungkapkan penangkapan polisi terhadap anggota keluarga mereka, yang setelah itu hilang secara misterius dan kemudian ditemukan telah tewas.

Menteri keamanan Kenya telah mengeluarkan perintah penembakan atas anggota Mungiki. Jika ada seseorang hilang, menteri keamanan menyarankan kepada keluarganya untuk melihat di berita kehilangan di koran-koran. Sementara itu juru bicara kepolisian Eric Kiraithe menyatakan akan terus bertindak sampai ancaman Mungiki habis.

Ketika pihak kepolisian menyangkal keterlibatannya dengan pembunuhan misterius ini, komisi HAM menyerahkan bukti video yang berisi pidato Menteri Keamanan Tuju pada akhir September lalu. Dalam pidatonya, Tuju melaporkan telah terbunuhnya 400 anggota Mungiki.

Pembela HAM Maina Kiai mengatakan, bagaimanapun juga kelompok teror tidak dapat diperangi dengan teror polisi. Tugas kepolisian adalah mengusut dan menangkap pelaku, bukan bertindak sebagai hakim dan algojo.

Komisi HAM akan menyerahkan hasil penyelidikan keterlibatan kepolisian Kenya dalam kasus pembunuhan anggota Mengiki ini kepada Mahkamah Internasional di Deen Haag.