Thiago Silva, Si Awet Muda yang Bikin Chelsea Makin Komplit

Kamis, 02 Desember 2021, 03:18 WIB
113

Pertandingan berjalan 28 menit dan Chelsea sebenarnya 99 persen sudah pasti kebobolan di malam mendebarkan di laga Liga Champions kontra Juventus di Stamford Bridge. Namun, Thiago Silva, matanya tertuju pada bola dan menggagalkan laju bola masuk ke gawang timnya.

Pertahanan Chelsea yang begitu kokoh sejauh musim ini sudah takluk. Alvaro Morata mengira dirinya bakal membungkam ejekan-ejekan dari para penggemar tuan rumah di tribun. Dia menerima umpan Manuel Locatelli dengan Edouard Mendy sudah bergerak mencapainya. Mendy tidak berdaya, gawangnya kosong saat penyerang Juventus itu mencongkel bola.

Seperti ribuan penonton yang hadir di Stamford Bridge kala itu, Morata terkejut saat upayanya menaklukkan Mendy digagalkan oleh Thiago Silva, yang menghadirkan tontonan dari seorang atlet yang berusia 37 tahun, namun sapuannya menggagalkan laju bola, benar-benar memamerkan kelenturan dan fisik luat biasanya. Sungguh spektakuler.

Bagi Juventus, momen itu benar-benar memukul psikologis para pemain. Namun untuk Chelsea, itu menjadi momentum yang membuat pertahanan mereka benar-benar tidak tersentuh di sepanjang pertandingan. Bahkan motivasi para pemain The Blues sangat meluap dan berhasil menyegel tiket 16 besar setelah intensitas meningkat signifikan di babak kedua. Kualitas permainan dari otak pelatih bernama Thomas Tuchel memberikan tim asuhan Max Allegri kekalahan terbesar mereka di Liga Champions, kemenangan 4-0 untuk Chelsea. Dicetak oleh Trevoh Chalobah, Reece James, Callum Hudson-Odoi dan Timo Werner.

Hampir tidak ada kelemahan di tim Tuchel. Silva, sangat keren di jantung pertahanan dengan pola tiga bek tengah, bermain keras sepanjang permainan dan hampir pasti akan diberi hadiah akhir tahun berupa kontrak baru, mengingat saat ini dirinya akan habis masa bakti di Stamford Bridge pada akhir musim 2021/2022.

Trevoh Chalobah, yang mencetak gol pembuka, tampil luar biasa sebagai bek tengah sisi kanan. Antonio Rüdiger tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang ke depan dari belakang, pada satu titik memaksa Leonardo Bonucci jatuh-bangun saat melakukan penyelamatan gawang di awal babak pertama.

Chelsea Menyatu dan Thiago Silva sebagai Tauladan

Sorotan memang sedang mengarah kepada barisan pertahanan Chelsea. Ada 16 gol dari pemain bertahan mereka sejauh musim ini. Dan statistik tersebut sangat memuaskan bagi Tuchel untuk menyaksikan timnya mengalahkan Juventus tidak hanya dengan kreativitas menyerang mereka tetapi juga dengan kecerdasan pendekatan mereka secara keseluruhan. Melihat bagaimana setiap pemain tampak bersiap untuk semua kesempatan yang tercipta. Posisi awal setiap pemain dan kemudian mengejutkan lawan mereka dengan bermunculan di area-area yang tak terduga dari lapangan.

Ambil contoh N’Golo Kanté, yang menghabiskan sebagian besar babak pertama dengan berpindah-pindah dari lini tengah untuk mengambil peran lebih menyerang, cenderung seperti winger kanan sebelum ditarik keluar karena cedera pada menit ke-37. Kanté membuat para pemain lini depan seperti Ruben Loftus-Cheek memiliki banyak ruang bebas dan pergerakannya membuat Hakim Ziyech bergerak luwes di pertahanan lawan, yang pengaruhnya tumbuh seiring berjalannya pertandingan, jangkauan umpannya membuat para bek Juventus merasakan kesengsaraan selama 90 menit.

Lalu ada peran bek sayap, Ben Chilwell dan Reece James. Mereka lebih seperti No 10 pada waktu-waktu tertentu, kemampuan mereka untuk bergerak ke dalam (tidak melulu di pinggir lapangan) dan menerobos ke area penalti yang tidak mampu ditangani oleh Juventus.

Chilwell seharusnya mencetak gol di menit pertama dan tidak mengejutkan ketika James mencetak gol, meledak di menit kedua setelah upaya sundulan Matthijs de Ligt jatuh ke tangannya di sebelah kanan gawang Szczesny. Itu adalah gol menakjubkan dari James, yang tampil luar biasa musim ini, dan Tuchel tidak mampu menahan dirinya saat bola masuk ke gawang.

Manajer Chelsea berada di lapangan, mengepalkan tinjunya, dan dia melakukannya lagi tiga menit kemudian, merayakan dengan penuh semangat ketika Callum Hudson-Odoi yang mengesankan menyelesaikan permainan bola yang berakhir di kakinya.

Usai pertandingan tersebut, Tuchel memberikan pujian atas penampilan anak-anak asuhnya yang mempraktikkan segala sesuatu yang sesuai arahannya selama 90 menit penuh.

“Penampilan yang luar biasa dan sangat kuat dari para pemain Chelsea. Kami tahu kapan harus mempercepat tempo permainan. Kami, semua pemain di atas lapangan bertanggung jawab pada ritme dan intensitas selama 90 menit pertandingan. Namun kami tidak boleh terlena, karena masih banyak pertandingan besar di depan kita,” ucap Tuchel seusai pertandingan.

Ini adalah pandangan sekilas tentang Chelsea dalam performa terbaik mereka dan pikiran menakutkan bagi seluruh klub Eropa adalah bahwa masih ada lagi yang akan datang dari klub ini. Romelu Lukaku berada dalam daftar pemain pengganti yang tidak digunakan dalam laga menghadapi Juventus. Kai Havertz juga absen karena cedera hamstring. Mason Mount tidak diperlukan hingga babak kedua dan ada bonus tambahan berupa gol telat Timo Werner, yang mencetak gol dari jarak dekat setelah diturunkan dari bangku cadangan.

Artinya, semua bagian mulai menyatu. Chelsea hanya kebobolan 24 gol dalam 50 pertandingan pertama Tuchel sebagai pelatih. Rasa lapar untuk menjaga clean sheet, yang dicontohkan Silva, membuat mereka semakin berbahaya.

Performa Thiago Silva yang Bikin Tuchel Jatuh Hati

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gawang Chelsea hanya kemasukan 24 gol dari total 50 penampilan di bawah asuhan Thomas Tuchel. Khusus Thiago Silva, dirinya sudah tampil 10 kali, dengan statistik yang memang mengagumkan. Menurut situs Premier League, dia mencatat 14 intersep, 31 clearances – 13 di antaranya sapuan lewat kepala, memenangkan 43 duel dari total 57, mengungguli lawan 22 kali dari total 30 duel udara.

Dari semua statistik yang berpusat pada barisan pertahanan itu, luar biasanya dia baru mendapatkan satu kartu kuning dari hanya dua pelanggaran yang dia lakukan. Sebuah hasil yang sangat disiplin mengingat seberapa penting dirinya dalam formasi tiga bek yang diterapkan oleh Thomas Tuchel di musim 2021/2022 ini.

Performa gemilang tersebut pun membuat banyak orang terkejut dan terkagum-kagum, mengingat usianya yang sebentar lagi menginjak 40 tahun. Namun ternyata Thomas Tuchel tidak terkejut, dirinya paham betul kemampuan dan kualitas seperti apa yang bisa ditawarkan bek senior satu itu.

“Sejak pertama kali melatih dirinya di Paris, dia punya sikap profesionalisme yang luar biasa. Dia memang seorang kapten, pemimpin dan pria yang luar biasa,” kata Tuchel di laman resmi Chelsea.

“Pendekatannya soal pemulihan diri, menjalani hidup sebagai atlet profesional, sungguh luar biasa. Dia memperhatikan setiap makanan, waktu makan, cara latihan,” lanjut sang pelatih.

Tuchel juga mengatakan profesionalisme yang luar biasa itu mampu ditunjukkan Thiago Silva berkat kerja keras di sesi latihan.

“Setiap kali masuk lapangan, dia latihan dengan fokus penuh. Tidak ada sekali pun sesi latihan di mana dirinya setengah-setengah. Dia juga sangat intens dengan latihan fisik, saya tidak pernah melihat usia, yang saya lihat hanyalah performa di atas lapangan. Semoga dia bisa menjaga momentum ini dan bermain bagus untuk waktu yang lama,” harap Tuchel.

Yang namanya pemain punya profesionalisme tinggi, Thiago Silva nyatanya tidak melulu merasa segala sesuatunya berkat dirinya. Dia bahkan memberikan pujian setinggi langit atas kehadiran Tuchel di Stamford Bridge.

“Dia manajer dengan tipe pekerja keras, terutama taktikal, berpikir bagaimana seharusnya kami membangun serangan. Dia selalu berpikir untuk menang, selalu menarik untuk melihatnya mempersiapkan kami untuk pertandingan. Sulit dipercaya atas semua yang sudah dia lakukan semata-mata untuk mempersiapkan para pemain Chelsea dalam kondisi terbaik dan menang dalam pertandingan,” jelas Silva soal pelatih yang pernah bekerja bersamanya ketika berseragam PSG dulu.

Sebelum menutup artikel ini, kami ingin memberikan selamat kepada Thiago Silva yang pada Oktober kemarin mencatatkan penampilan ke-100 bersama Timnas Brasil. Rekor ini tercipta saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL menghadapi Kolombia. Dia mencatat penampilan ke-100 saat masuk dari bangku cadangan menggantikan Eder Militao pada menit ke-72.

“Ini adalah hal yang membuat saya bangga luar biasa sebagai pesepakbola professional. Yang paling penting adalah melayani tim nasional Brasil, sepenuh hati, dengan kebanggaan yang amat besar. Sebuah kehormatan bermain untuk negara ini,” katanya di akhir pertandingan tersebut.