Uniknya Masyarakat Chiapas dan Gerakan Zapatista, Wilayah Merdeka Tanpa Negara

Rabu, 28 Juli 2021, 14:56 WIB
38

Chiapas adalah sebuah wilayah yang berada di pegunungan tempat bercokolnya bangsa Maya di selatan Meksiko. Meskipun dianggap sebagai bagian dari negara Meksiko, penduduk Chiapas merasa mereka adalah komunal merdeka tanpa kontrol dari pemerintahan mana pun.

Bahkan tanpa menerapkan sistem kenegaraan dalam kehidupan mereka. Semua dilangsungkan dengan demokrasi langsung dari rakyat, tanpa perwakilan seperti DPR di Indonesia.

Gates Of Olympus

Wilayah ini memiliki kelompok pasukan yaitu Tentara Pembebasan Nasional Zapatista. Mereka adalah kelompok revolusioner bersenjata

Zapatista sendiri juga dapat disebut sebagai sebuah organisasi non-pemerintahan yang merupakan representasi dari masyarakat pribumi dari daerah Chiapas itu sendiri.

Basis anggota mereka sebagian besar adalah masyarakat adat, tetapi mereka juga mempunyai pendukung dari wilayah perkotaan seperti halnya dukungan jaringan internasional.

Nama gerakan Zapatista sendiri terinspirasi dari nama Emiliano Zapata, seorang tokoh revolusioner dan pejuang pembaruan agraria Meksiko yang hidup pada abad ke 20.

Zapata merupakan tokoh penting yang memperjuangkan hak-hak penduduk Indian Meksiko dalam meredistribusi tanah.

Rise of Olympus

Zapata kemudian dianggap sebagai pahlawan rakyat Meksiko karena perlawanan-perlawanan yang dilakukannya terhadap kelompok konservatif dan Perancis atas praktek hacienda yang lazim diterapkan pada saat itu, dan kebijakan tersebut dianggap diskriminatif terhadap penduduk Indian di Morelos.

Zapatista menuai perhatian dunia dengan daya inspirasi yang mereka sebar sejak awal. Zapatista mengangkat senjata bukan untuk merebut kekuasaan, tetapi untuk menciptakan sebuah ruang demokratis dimana pertentangan antar pandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan.

Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa cara lain untuk berpolitik itu sungguh ada, yang salah satunya bisa dilihat dari praktik kehidupan swadaya masyarakat adat.

Chiapas « IndoPROGRESS

Pada medio 1995-1997, Zapatista mengalami masa sulit. Masa sulit ini diakibatkan hadirnya militer AS di Chiapas untuk membangun kamp dan melatih tentara khusus Meksiko. Kelompok militer ini membawa kembali alkohol kepada masyarakat Zapatista, yang mana alkohol ini membawa kerusakan yang telah berhasil direduksi terutama kekerasan.

Pada masa inilah banyak LSM yang bersimpati datang ke wilayah Zapatista untuk memberi bantuan.

Pada tahun 2001, lahirlah Proyek Mesoamericano. Proyek ini serupa dengan NAFTA, namun mencakup Amerika Selatan. Pada tahun ini, Zapatista berhenti melakukan negosiasi dengan pemerintah.

Masyarakat Zapatista mulai membenahi diri, dan memperkuat struktur militer mereka. Kekuatan sebenarnya dari masyarakat Zapatista lahir pada masa-masa sulit ini.

Pada 2003, lahirlah “Good Government’. Pemerintahan Baik ini dipandang sebagai “oposisi” pemerintahan Meksiko. Karakter pemerintahan ini otonom dari negara apa pun, 50 persen anggotanya adalah perempuan, dan dari segi umur, 50 persen staf yang menjabat adalah anak muda. Pemerintahan Baik melahirkan kata-kata “Di sini rakyat memimpin dan pemerintahan mematuhi”.

Sistem Sosial

Zapatista Mungkin Akan Bertemu Paus Fransiskus Di Chiapas – Berdikari Online

Di dalam masyarakat Zapatista, terbentuk 3 sistem masyarakat: Munisipal, Caracoles, dan Komunitas.

Munisipal (Municipios Autónomos Rebeldes Zapatistas, MAREZ atau MARZ) memiliki peran seperti pemerintahan federasi. MARZ berperan dalam pengorganisasian administratif yang mengakomodir berbagai komunitas berbeda. Dalam MARZ setidaknya ada satu sekolah dan satu klinik.

Caracoles (kata Spanyol untuk siput) berperan seperti negara. Caracoles dapat pula memiliki sekolah dan klinik. Caracoles juga berhak menentukan apakah di dalamnya ada perwakilan dari Pemerintahan Baik.

Komunitas berisikan masyarakat dengan berbagai kultur dan budaya. Di dalam Komunitas terdapat petugas kesehatan dan kadang juga sekolah. Ada perwakilan lokal dari pemerintahan baik di dalam setiap Komunitas.

Posisi dari MARZ, Caracoles, dan Komunitas saling beririsan. Di dalam masyarakat Zapatista terdapat 5 Caracoles, 27 Munisipal, 1.000 Komunitas, dan 750.000 warga

Ribuan Aktivis Perempuan Dunia Gelar Pertemuan di Meksiko - Foto Tempo.co

Bagaimana 750.000 orang di Chiapas bisa menjalankan kehidupan yang otonom? Bagaimana mereka memenuhi kebutuhannya untuk bertahan?

Setiap keluarga di Zapatista memiliki 1-2 hektare lahan. Lahan ini dimanfaatkan untuk bertani dan beberapa juga berternak. Dalam tingkatan komunitas, ada lahan kolektif/komunal yang lebih luas untuk dikerjakan bersama.

Setiap komunitas memiliki akses menuju infrastruktur, meskipun infrastruktur tersebut berada di luar komunitas mereka. Minimal ada satu petugas kesehatan di setiap komunitas. Di setiap komunitas juga ada perwakilan dari Good Goverment.

Semua layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah Zapatista diberikan secara gratis, bahkan bagi masyarakat di luar wilayah Zapatista. Zapatista juga memiliki universitas untuk pendidikan tingkat lanjut. Semua sekolah di Zapatista menggunakan bahasa pribumi, sedangkan bahasa Spanyol menjadi bahasa kedua.

Setiap komunitas memiliki fasilitas listrik, mesin, pertanian, komputer, dan dapur umum. Kembali ke lahan kolektif, lahan ini dikerjakan bersama sebagai sumber kehidupan komunitas.

Masyarakat di sebuah komunitas dapat bekerja tiga hari di lahan kolektif dan tiga hari di lahan keluarga. Lahan kolektif biasanya ditanami kopi, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Terdapat pula peternakan di lahan kolektif. Hasil produksi lahan kolektif ini biasanya dijual untuk membeli barang yang tidak dapat mereka produksi, terutama senjata dan buku. Seseorang yang bekerja sebagai petugas kesehatan akan dibebaskan dari pekerjaan lahan kolektif.

Dalam pekerjaan, dilakukan rotasi menyeluruh pada seluruh anggota komunitas. Rotasi ini bertujuan untuk mencegah seseorang memiliki jabatan tertentu untuk waktu lama.

Rotasi ini juga untuk benar-benar mengeliminasi kelas sosial yang terjadi dari spesialisasi kerja. Pekerjaan pemerintahan, pertanian, petugas kesehatan, mekanik, guru, dan lain-lain akan mengalami rotasi ini. Biasanya, rotasi pekerjaan dilakukan setiap 3 tahun.

Untuk keanggotaan pemerintahan baik, semua dipilih oleh masyarakat Komunitas. Tidak ada kampanye atau perebutan jabatan. Semua benar-benar atas keputusan bersama karena memang tidak ada privilese dari jabatan apa pun.

Zapatista saat ini sangat menolak segala bentuk dana donor atau derma. Setiap orang luar yang datang dan hidup bersama masyarakat Zapatista tidak dituntut untuk memberi sumbangan dana, melainkan sumbangan ilmu. Setiap orang luar yang hidup bersama mereka diharapkan bisa membagikan ilmunya untuk kebaikan bersama.

Meanwhile, in Mexico: Thousands of Masked Zapatistas March | Warrior Publications

Salah satu contoh, petugas kesehatan Zapatista dapat melakukan operasi besar setelah salah satu pendatang membagikan ilmu tentang operasi ini.

Para petani datang membagikan teknik pertanian, jurnalis membagikan cara menggunakan kamera, ahli elektro membagikan mengenai kelistrikan, mekanik membagikan ilmu mekanik, dan ahli bangunan membagikan ilmu bangunan. Biasanya pendatang ini tinggal di Zapatista selama 3 bulan sampai 1 tahun.

Masyarakat Zapatista “wajib” memiliki kemampuan seni dan olahraga. Mereka biasa mengadakan pesta dan berbagai pertandingan olahraga. Dan meskipun bukan orang asli Zapatista, anak-anak muda dapat bersekolah di Zapatista.

Banyak keluarga yang mengirim anaknya ke sekolah Zapatista karena gratis, kurikulumnya baik, dan tidak rasis terutama pada penduduk asli. Zapatista membuka pintu pendidikan bagi orang luar untuk memberi contoh langsung bagaimana kehidupan tanpa bernegara bisa berjalan.

Well,  membahas tentang lahirnya gerakan Zapatista Chipas ini juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan rakyat Meksiko melawan Kolonialisme Spanyol sampai ke rezim otoritarian Meksiko. Pada masa kolonialisme, bangsa Spanyol telah menghilangkan kebanggaan dan identitas rakyat Meksiko khususnya kaum Indian.

Kolonialisme juga mengubah wilayah kerajaan, dari bentangan pertanian menjadi jajaran tanah kota-kota pertambangan. Kolonialisme Spanyol juga melahirkan perbudakan yang di legitimasi lewat hukum dan menciptakan masyarakat sebagai manusia yang memiliki sedikit hak serta mendapat perlakuan yang sangat diskriminatif.