Wasit yang Bikin Kontroversi di Piala Afrika Ternyata Pernah Tersandung Kasus Korupsi

Kamis, 13 Januari 2022, 21:24 WIB
47

Wasit sepak bola asal Zambia, Janny Sikazwe, namanya baru-baru ini menjadi perbincangan hangat. Sikazwe menciptakan kontroversi kala menjalankan tugas memimpin pertandingan ajang Piala Afrika antara Tunisia vs Mali.

Kontroversi yang dimaksud tercipta lantaran Sikazwe beberapa kali mengambil keputusan aneh. Sikazwe berani meniup peluit panjang tanda akhir laga saat waktu pertandingan masih memasuki menit ke-85.

Menyadari bahwa dirinya salah, Sikazwe kemudian melanjutkan pertandingan yang tersisa lima menit waktu normal. Namun Sikazwe seakan tak belajar dari kesalahan, lantaran lagi-lagi bertindak aneh meniupkan peluit panjang untuk kali kedua pada menit ke-89.

Padahal masih ada satu menit tersisa untuk mencapai waktu normal 90 menit pertandingan. Belum lagi ada masa injury time yang seharunya diberikan.

Edisi Bonanza88 mengutip Dailymail, wasit yang menyebabkan kekacauan di laga Piala Afrika antara Mali dan Tunisia itu adalah wasit yang pernah diskors karena tuduhan korupsi pada 2018.

Empat tahun lalu, CAF pernah menskors Sikazwe atas dugaan korupsi setelah cara dia menangani pertandingan Liga Champions Afrika antara Esperance dan Primiero Agosto.

Esperance mengalahkan Rades 4-2, tetapi Sikazwe menghadiahkan mereka penalti kontroversial untuk gol pembuka mereka, sebelum menganulir gol Agosto karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Esperance.

Keputusan dewan disiplin CAF pada saat itu mengatakan: ‘Ketua Dewan Disiplin Kafe memutuskan bahwa ada alasan yang baik untuk mengadakan dengar pendapat mengenai tuduhan korupsi yang dilakukan terhadap Janny Sikazwe.

“Janny Sikazwe untuk sementara diskors dari semua kegiatan sepak bola yang terkait dengan Caf sambil menunggu sidang di hadapan Dewan Disiplin Caf.”

Meski demikian, wasit itu pernah memimpin dua pertandingan di Piala Dunia 2018, yakni pada laga antara Belgia v Panama dan Jepang vs Polandia.