Waspada! Mutasi Baru Varian Delta Mulai Menyebar

Kamis, 21 Oktober 2021, 21:40 WIB
67

Rusia menemukan sebuah mutasi Covid-19 Varian Delta. Mutasi itu dilabeli sebagai Delta Plus atau AY.4.2.

Kantor berita RIA, melaporkan peneliti senior pengawas konsumen negara Kamil Khafizov bahkan menyebut ada kemungkinan varian AY.4.2 akan menyebar luas. Sebelumnya, varian ini juga diyakini lebih menular dibandingkan virus corona varian Delta biasa.

Extra Chilli

Ini juga dikatakan dapat menyebabkan lonjakan kasus infeksi di Rusia, yang saat ini memang sudah mencapai rekor tertinggi. Dia juga mengatakan varian baru ini bisa menggantikan Delta pada akhirnya, meski prosesnya cenderung lambat.

Varian ini sebenarnya telah tercium pertama kali di Inggris. Ini terlihat dari Varian Alpha yang kemudian menyebar secara global sebelum direbut oleh Varian Delta yang lebih menular di India.

“Sublineage delta yang baru ditunjuk sebagai AY.4.2 tercatat berkembang di Inggris,” ujar Badan Keamanan Kesehatan Inggris.

AY.4.2 sedang diidentifikasi dalam peningkatan jumlah kasus Covid di Inggris. Saat ini ilmuwan melihat bahwa varian itu sedang berkembang dan berpotensi untuk penularan lanjutan.

Koi Gate

“Sublineage ini saat ini meningkat frekuensinya,” kata Badan Inggris itu pada pekan lalu.

Andrew Pollard, kepala Grup Vaksin Oxford, yang membantu mengembangkan vaksin Universitas AstraZeneca-Oxford, mengatakan bahwa AY.4.2 tidak akan mengubah gambaran dan pola penyebaran Covid.

“Penemuan varian baru tentu saja penting untuk dipantau, tetapi itu tidak menunjukkan bahwa varian baru akan menjadi yang berikutnya menggantikan delta,” kata Pollard.

Juru bicara resmi Perdana Menteri (PM) Inggris menyerukan ketenangan publik hari Selasa (19/10/2021) dengan mengatakan AY.4.2 belum menunjukkan tanda-tanda berbahaya seperti yang dibayangkan dengan gambaran Varian Delta.

“Tidak ada bukti untuk itu, tetapi seperti yang Anda harapkan, kami memantaunya dengan cermat dan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan jika perlu,” tambahnya.