Yuk Jalan-jalan Malam, Menjajal Mandi Kucing Untuk Melepas Stres

Rabu, 29 September 2021, 00:13 WIB
114

Ratusan spa, panti pihat, dan pijat refleksi yang bertebaran di beragam sudut jalan, dan bahkan kini sudah menjamur di beragam pusat perbelanjaan, menandakan kebutuhan warga Jakarta hendak tempat relaksasi makin meningkat.

Ini mungkin disebabkan tekanan pekerjaan dan kepenatan hidup di Jakarta tidak dapat hanya ditamatkan dengan mendengarkan musik, menonton film, atau kongko di kafe-kafe. Tempat persinggahan ini tentunya yang tidak hanya dapat menyegarkan kepala dan menghilangkan stres saja, tetapi juga dapat membikin tubuh bugar dan segar kembali.

Gates Of Olympus

Pilihan spa dan panti pijatlah akhir-akhirnya menjadi tempat persinggahan sementara 1-2 jam untuk menghilangkan kepenatan dan stres. Dari ratusan bahkan ribuan tempat panti pijat yang bertebaran di sudut-sudut jalan, dan pusat perbelanjaan, tentu tersedia beragam acara untuk menarik konsumen.

Di mal-mal, banyak terdapat tawaran paket pijat refleksi, shiatsu, atau pijat biasa dengan harga Rp35.000 – Rp70.000 per jam. Tipsnya pun paling kita memberikan Rp10.000-Rp20.000.

Sebut saja refkesi Oriental di Mal Ambasador, Whellnes di Plaza Semanggi dan Senayan City, Kenko di Senayan City dan Blok M Plaza yaitu tempat persinggahan untuk menghilangkan kepenatan dan stres.

Namun dari sedikit tempat itu ternyata banyak panti pijat yang dalam kenyataannya memberikan pelayanan spesial. Tentu harganya kira-kira sedikit mahal dan tips yang diberikan kepada terapisnya tergantung dari layanan yang akbarnya mencapai ratusan ribu rupiah.

Menelusuri Hiburan Syahwat "Mandi Kucing" Halaman 1 - Kompasiana.com

Rise of Olympus

Ketatnya persaingan panti pijat plus ini membikin mereka berlomba-lomba menawarkan beragam layanan untuk menarik pelanggan. Tidak heran jikalau panti pijat ini selain mempersiapkan terapis yang sedang muda, cantik dan seksi. Aci juga panti pijat yang menawarkan paket spesial dan ‘mandi kucing’.

Dua spa pijat yang kini sedang bersaing ketat yaitu Del dan For. Dua lokasi spa yang berdiri megah di Jl Gatot Subroto dan Karet Sudirman ini tiap sore sampai malam menjelang selalu ramai dihadiri para eksekutif yang butuh relaksasi plus. Bukan hanya badan yang butuh bugar, tetapi juga batinnya .

Dua lokasi spa dan pijat ini selain menyediakan fasilitas prasarana sauna dan ruang istirahat yang mewah dengan dilengkapi TV plasma akbar dan beragam hidangan makanan dan minuman lezat, juga aci GRO (guest relation officer) yang cantik-cantik untuk menyertai ngobrol, sehingga tamu menjadi betah berlama-lama di tempat itu.

Para GRO ini selain berfungsi menyertai ngobrol juga memberikan informasi mengenai para terapis.

“Aci yang baru, Pak. Sedang 18 tahun, cantik putih, imut, dia nomor 89. Servis juga luar biasa, dapat mandi kucing,” kata Santi, seorang GRO di For Jl Karet Sudirman, Jakarta Pusat. Dia membisikan informasi itu saat pengunjung datang ke sana. Penasaran dengan informasi dari GRO itu, aku pun langsung menentukan No 89.

“Kamarnya mau yang deluxe atau suite. Jikalau suite seperti kamar hotel aci di lantai dua, Pak,” kata Santi. Pengunjung pun menentukan kamar suite di lantai dua dengan harga Rp350.000 untuk paket pijat selama satu setengah jam. Kamar suite di Spa For ini memang fasilitas prasarana seperti binatang empat. Selain dilengkapi fasilitas prasarana AC, TV, juga Aci bath tub.

Tidak lama menunggu, kamar, kamar pengunjung pun terdengar aci yang mengetuk. Begitu pintu dibuka, ucapan ramah ‘selamat sore’ langsung meluncur dari bibir mungil terapis bernomor 89 itu. Pakaian seragam kaos hitam dengan rok mini hitam ketat itu menambah seksi gadis berkulit putih berusia 18 ini.

“Bapak silakan lepas baju dan celananya semua,” tutur gadis yang mengaku bernama Erika ini. Setelah selama satu jam seluruh badan aku dipijat, Erika yang bersal dari Sumedang ini langsung membisikkan kata, “Mau massage spesial pak”?

“Maksudnya massage spesial,” tanyanya. “Jikalau spesial dengan tangan atau hand job,” timpalnya sambil menambahkan mau mandi kucing atau ML.

“Servis Itu sih tergantung bonus yang Bapak kasih,” jelasnya.

Yang dia maksud dengan bonus yaitu, tips yang tamu berikan kepadanya. Jika memberi tips Rp200.000 berfaedah mendapat layanan hand job, Rp300.000 layanan mandi kucing, dan tips Rp500.000 dapat langsung making love.

Mandi Kucing Spa – Kami

Mendengar istlah ‘mandi kucing’, bayangannya awalnya mandi bersama dengan terapis itu. Ternyata istilah mandi kucing yaitu wujud pelayanan seks dengan menggunakan lidah. Seluruh tubuh termasuk ‘adik kecil’ kita hendak dijilat selesai sampai mencapai klimaks.

Berlainan dengan For, ciri khas pelayanan di spa dan pijat Del di Jl Gatot Subroto selain aci massage spesial, tamu juga kita mendapat pelayanan tambahan berupa dimandikan dengan cairan seperti susu atau istilahnya mandi susu.

Dengan harga paket yang nyaris sama berkisar Rp350.000, dua spa dan pijat ini saling bersaing untuk menarik pelanggan yang butuh relaksasi setelah seharian sibuk dengan rutinitas urusan kantor.

Praktek Mandi Kucing di Pulau Dewata

Prostitusi Kalangan Elit Indonesia Disorot Media Asing, Mandi Kucing hingga Seks Kembar Identik - Surya.co.id

Praktek prostitusi terselubung berkedok spa mulai merambah Kota Denpasar.  Spa plus-plus atau spa esek-esek tanpa ijin atau bodong, ini juga menawarkan beragam paket. Mulai paket biasa, paket “mandi kucing”, sampai paket komplit alias paket full service.

Menurut sumber, untuk paket komplet, customer atau pelanggan yang datang harus merogok kocek dari kantong sebesar Rp 700 ribu.”Paket komplit itu yang paling mahal. Customer bayar Rp 700 ribu semua sudah sudah lengkap. Istilahnya paket full service,”terang sumber.

“Dakocan” atau Dagang Kopi Cantik, memang sangat dikenal di Buleleng. Namun tidak semua Dakocan bisa diajak untuk “esek-esek”. Biasanya Dakocan akan terlihat ‘liar’ ketika ada yang mengujungi warungnya. Bahkan eksekusi bisa dilakukan di belakang warung. Namun saat ini, biasanya kalau sudah deal, untuk “eksekusi” langsung dibawa ke penginapan.

“Dulu ya sih, kalau sudah okey bisa langsung di tempat, kalau sekarang takut, warganya galak-galak, nanti dibawa ke kantor desa, karena saya bukan warga dari sini,” ujar Dakocan dari Kawasan Buleleng bagian timur.

Tarif yang dikenakan pada warung Dakocan itu juga sangat bervariasi, termasuk harga makanan dan minuman yang dijual bisa dua kali lipat. Apalagi kalau ditambah dengan layanan plus-plusnya tentu tarif yang dikenakan juga berbeda.

Dalam perkembangan saat ini, Dakocan yang dulunya sebuah warung sederhana, juga mulai berubah hampir mengikuti layaknya seperti sebuah café. Itu terlihat di beberapa lokasi. Bahkan bila ada yang menginginkan perempuan di sana untuk diajak berkencan di luar atau dibawa ke penginapan, harus membayar dulu kepada ‘Sang Mami’ dengan waktu yang telah ditentukan.

“Kalau mau ngajak saya ke hotel harus ijin dulu sama mami, nanti mami yang mengaturnya, terus sebelum keluar juga harus menyerahkan uang dua ratus ribu untuk mami, nanti itu dibagi dua, mami dapat seratus,” cerita AN, salah satu dakocan di sebuah warung di selatan Kota Singaraja.

Prostitusi di Bali Utara [3], Pelacur Jalanan Target ABG Hingga Bule - Beritabali.com

Sebagian besar warung dakocan saat ini justru memperkejakan perempuan-perempuan yang berasal dari luar buleleng. Sangat jarang ditemukan perempuan-perempuan yang asli dari buleleng, bahkan kemasan warung dakocan juga lebih ke bisnis ‘esek-esek’.

Menjelajah dunia malam di Buleleng, ada beberapa café yang dengan cara-cara terselubung masih ‘menjajakan’ layanan plus-plus.

GB bersama KM, dua pemuda yang berasal dari Singaraja mengaku sering menjelejahi berbagai lokasi hiburan malam untuk berburu perempuan-perempuan muda yang bisa diajak kencan. Bahkan sekali kencan saja GB mengakui telah menyiapkan biaya secara khusus.

“Ini dah, namanya mencari kesenangan ya biar sekalian tidak tanggung-tanggung keluar modal lumayanlah, untuk minum dan makan di café dan bermalam di hotel kalau nanti ada yang nyantol,” ujarnya kepada tim investigasi Klik Singaraja (Beritabali Network).

Berbeda dengan KM yang memiliki modal pas-pasan dan suka dengan perempuan pekerja café, biasanya KM akan nomgkrong di depan sebuah café cewek yang bisa dibooking. Sehingga usai bekerja langsung dibawa ke salah satu penginapan terdekat.

“Nggak banyak modal kok, lagian sudah ada yang beberapa dikenal, gampang saja, ngga perlu masuk ke café tunggu di luar. Habis itu pas pulang kerja tinggal ajak saja ke penginapan atau traktir makan dulu,” ungkap KM.

Berburu seperti KM memang ada untung ruginya. Ruginya bila si cewek telah mendapat bookingan tentunya tidak akan mendapat bagian. Dan untungnya bila tidak ada pengunjung ke café, bisa lebih awal menjemputnya.

“Ya, ada untung dan rugi dong, tapi ndak apa-apa yang namanya usaha,” ujarnya singkat.

Dalam setiap transaksi terhadap perempuan yang dibookingnya, KM maupun GB biasanya melakukan transaksi terlebih dahulu sehingga ada kesepakatan. Biasanya GB maupun KM memberikan uang antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu dalam sekali transaksi. Dan lain lagi uang yang harus dikeluarkan bila untuk menginap.

“Tergantung deal saja, kalau memang mau paling mahal itu 500 ribu saja dan itu sudah pelayanan yang luar biasa diberikan, biasanya mereka itu sudah mematok harga antara 300 sampai 500 ribu untuk short time saja dan kalau bermalam, sampai pagi itu kadang bisa sejuta,” ujar GB.

Perkembangan komunikasi juga memudahkan orang untuk saling berhubung. Hal ini juga digunakan untuk memberikan layanan pijat plus-plus yang saat ini di Buleleng hanya dilakukan secara persorangan. Sehingga konsumen yang memerlukan kebugaran luar dan dalam, tinggal menelpon saja.

“Khusus untuk Bapak-Bapak dan Om-Om Menawarkan layanan kebugaran panggilan yang siap melayani,  sebelum jam 21.00 wita, di mana saja dan kapan saja tinggal call saja dengan harga bervariasi dan layanan memuaskan,” demikian isi promo via SMS WhatsApp.

DW (25), salah satu perempuan yang bisa memberikan layanan pijat plus-plus itu mengaku dengan cara tersebut bisa memenuhi kebutuhannya selama ini dan tidak terikat dengan germo atau mami yang mengasuhnya lantaran kerja sendiri.

“Modalnya juga tidak besar-besar amat, hanya dari pelanggan yang sudah merasakan pijet plus,” ujarnya tanpa malu.

Banyak Jasa Layanan Pijat, yang Plus-plus Berikut Ini Ciri-cirinya - Pos-kupang.com

Menurut DW, sensasi berbeda dirasakan sejumlah konsumennya saat diberikan pelayanan pijet plus-plus itu, bahkan dengan bekal yang didapatkan dari tempatnya bekerja di sebuah Spa di Denpasar, DW mampu memberikan pijatan yang sangat dirasakan pelangannya, termasuk memancing pelanggan dengan pijatan tangan hingga membuat ingin merasakan yang lebih dasyat.

“Ya, memang kalau sudah mulai panas kita harus deal dulu untuk bayarannya, setelah oke dan disanggupi, ya sudah saya berikan pelayanan plus-plusnya yang berbeda dengan pelayanan sebelumnya,” ujar DW sembari menyebutkan dari transaksi yang dilakukan hanya mematok harga 300 ribu rupiah.

Lain lagi cerita KD dan MH yang mengaku tinggal di Kawasan Wisata Lovina, keduanya mengaku memberikan layanan esek-esek dengan pijet plus-plus dari pengalaman yang dilakukan saat melakukan komunikasi melalui seks phone. Hingga kemudian keduanya langsung mempraktekannya.

“Seks phone saja laris, kenapa kita tidak langsung saja dan tinggalkan nomor HP untuk menghubungi kita, lumayan juga pelanggan yang ada, seminggu, biasanya saya dapat pesanan pijet plus dua atau tiga kali,” ungkap KD.

Tekhnik tersendiri juga dijalankan MH dalam melakukan transaksi melalui telephone, biasanya orang yang ingin dipijat menanyakan tarif yang harus dibayar.

“Bila tamu yang menelepon, mereka biasanya akan menanyakan dulu berapa tarif untuk pijat dan saya bilang tarifnya hanya 100 ribu rupiah untuk pijat saja, sehingga transaksi bisa deal, namun transaksi selanjutnya kalau mau pelayanan plus-plus harus dong ada tambahan,” ujar MH.

Biaya yang dipatok bagi KD dan MH juga berkisar 300 ribu rupiah saja dan biasanya dalam praktek pijet plus-plus ini hanya dilakukan di tempat penginapan maupun hotel dan sangat jarang mau dilakukan ke rumah-rumah.