Yuk Nostalgia Bus Tingkat yang Pernah Ada di Indonesia

Jumat, 31 Desember 2021, 20:19 WIB
51

Edisi Bonanza88, Jakarta – Bus uap, Amédée Bollee ‘s L’Obéissante (1875) Layanan bus antar kota reguler dengan bus bertenaga uap dipelopori di Inggris pada tahun 1830-an oleh Walter Hancock.

Dan oleh rekan-rekan Sir Goldsworthy Gurney , antara lain, menjalankan layanan yang dapat diandalkan atas kondisi jalan yang terlalu berbahaya untuk transportasi yang ditarik kuda. Omnibus yang didorong secara mekanis pertama kali muncul di jalan-jalan London pada 22 April 1833.

Gerbong uap jauh lebih kecil kemungkinannya untuk terbalik, mereka melaju lebih cepat daripada gerbong yang ditarik kuda, mereka jauh lebih murah untuk dijalankan, dan menyebabkan kerusakan yang jauh lebih kecil pada permukaan jalan karena ban lebar mereka.

Namun, jalan tol yang diberlakukan oleh perusahaan perputaran roda mendorong kendaraan jalan uap dan meninggalkan jalan yang jelas bagi perusahaan-perusahaan bus kuda>

Dan sejak 1861 dan seterusnya, undang-undang yang keras secara virtual menghapuskan kendaraan yang didorong secara mekanis dari jalan Britania Raya selama 30 tahun. Lokomotif Undang – undang tahun itu memberlakukan batas kecepatan terbatas pada “lokomotif jalan” dari 5 mph di kota-kota besar dan kecil, dan 10 mph di negara ini.

Bus tingkat merupakan bus yang memiliki dua lantai sehingga jumlah penumpang yang dapat diangkut bisa lebih banyak dari bus solo/bus lantai tunggal. Bus tingkat pernah populer pada tahun 1980an digunakan dibeberapa kota di Indonesia seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, dan Makassar tetapi hanya sebatas sebagai bus kota bukan bus antarkota seperti sekarang ini.

Bus tingkat pada awalnya dikembangkan di kota London di Inggris, kemudian banyak dipakai di Hongkong, Singapura, Sri Langka, Kanada, Jerman dan belakangan ini banyak digunakan untuk bus pariwisata dan ada pula yang tidak diberi atap pada lantai kedua sehingga wisatawan mempunyai pandangan yang lebih bebas di lantai duanya.

Sebelum Bus Tingkat Muncul

Bus Dodge Penguasa Jalanan Jakarta - Historia

Dodge, bus kota mancung yang pernah menjadi penguasa jalanan di kota-kota besar Indonesia sepanjang dekadw 1970-an. Secara umum, bus Dodge datang kali pertama pada 1969 melalui program kredit United States Agency for International Development (USAID), lembaga bantuan milik pemerintah AS. Sekira ada 264 unit armada bus Dodge yang dihadirkan di Jakarta pada gelombang pertama itu.

Bus ini berkapasitas 40 orang sekali angkut, sedangkan batas rit–bolak balik dari tempat asal ke tujuan–maksimal untuk bus Dodge adalah 10 rit saban hari. Jika ada 264 armada bus, maka diperkirakan mereka akan mengangkut 96.000 penumpang per hari. Hingga tahun 1974, USAID telah menyalurkan 4.000 unit bus Dodge.

Mereka pun berencana mendatangkan lebih banyak lagi. Tapi banyak dari bus tersebut rusak sebelum waktunya. Bahkan setahun setelah kedatangannya, bus ini justru menimbulkan masalah baru bagi warga Jakarta, terkait perilaku sopir yang ugal-ugalan.

Generasi awal bus tingkat di Jakarta

Menengok Bus Tingkat Jakarta Tempo Doeloe - News Liputan6.com

Pada tahun 1980-an dan 1990-an, sebagian dari Anda mungkin masih ingat dengan bus tingkat berwarna biru abu-abu yang dioperasikan oleh  PPD (Perusahaan Pengangkutan Djakarta). Nah, sekadar kilas balik, inilah  bus tingkat  merek  Leyland Atlantean, generasi kedua bus tingkat yang beroperasi di Jakarta  setelah Leyland Titan.

Menilik sejarahnya, bus tingkat Leyland Atlantean masuk ke Indonesia pada tahun 1983. Asal usulnya berasal dari program hibah Pemerintah Inggris. Dan ada yang menyebutkan kalau  hibah armada bus tingkat Leyland Atlantean terkait dengan  pengadaan pesawat jet latih tempur HS Hawk  untuk TNI-AU yang dibeli dari Inggris pada tahun 1980.

Leyland Atlantean yang masuk ke Indonesia berjumlah 108 unit dan kemudian dibagikan  ke  kota Surabaya dan Semarang. Pengoperasian  bus dilakukan  oleh Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) untuk  Jakarta dan Perum DAMRI (Djawatan Angkutan Motor RI) untuk Semarang dan Surabaya. Leyland Atlantean datang secara bertahap dari Inggris maupun  Singapura (bus seken alias bus bekas pakai).

Berbeda dengan Titan,  bus tingkat Atlantean menganut desain pintu masuk di depan dan mesin di bagian belakang. Dibandingkan bus reguler, Atlantean dapat membawa 106 orang penumpang sekali jalan. Leyland Atlantean yang masuk ke Indonesia adalah tipe 68/2R dengan karoseri Alexander (produksi 1972-1984).

Bus dengan panjang 10,2 meter ini dilengkapi mesin diesel O68O  6 silinder 150 hp dan transmisi otomatis Voith  serta didukung  power steering sehingga mudah bermanuver. Pada eranya, Leyland Atlantean  tergolong canggih karena  sistem buka tutup pintu bersifat  otomatis dengan sistem pneumatik yang diatur pengemudi. Sayangnya memasuki  tahun 1990-an, Leyland Atlantean dinonaktifkan karena biaya perawatan tinggi dan harga suku cadang mahal.

Leyland Titan hadir dengan bahan fiberglass dan kaca lengkung untuk memperluas pandangan pengemudi dengan mesin berada di bagian depan bus. Postur bus ini sepanjang 9 meter, lebar 2,5 meter, serta bobot yang terbilang berat, yakni 14 ton.

Awalnya bus tingkat ini melayani trayek Blok M-Salemba-Pasar Senen pada periode 1968-1982 yang dioperasikan Perusahaan Pengangkutan Djakarta atau PPD.

Tahun 1983, muncullah generasi kedua bus tingkat di Indonesia yang masih berasal dari pabrikan Lelyland. Tahun itu, pemerintah Indonesia mendapat hibah sejumlah bus tingkat Leyland yang langsung dikirim dari Inggris, yang sebagian lagi bekas dipakai Singapura.

Bus tingkat generasi kedua bernama Leyland Atlantea ini mampu menampung penumpang hingga 106 orang. Panjangnya 10,2 meter dan sudah menggunakan sistem power steering agar manuver bus lebih apik ketimbang “kakaknya”, Leyland Titan.

Pada bus tingkat generasi kedua ini, pintu pada bus sudah otomatis dengan membuka dan menutup sendiri. Persebaran Leyland Atlantea tidak hanya di Ibu Kota, karena juga beroperasi di kota-kota besar di Indonesia seperti Surabaya dan Semarang.

Jika di Jakarta pengoperasiannya tetap dipegang PPD, di luar Jakarta, tepatnya di Semarang dan Surabaya dipegang Perum Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).

Selain Leyland, pada dekade awal 1990-an armada bus tingkat di Jakarta juga dipasok merek asal Swedia, yakni Volvo seri B55. Bus tingkat ini punya panjang 11, 83 meter, lebih panjang dan punya kapasitas penumpang lebih banyak dibanding bus tingkat Leyland Atlantea.

Total ada 180 unit bus yang dipesan oleh Kementerian Perhubungan (dulu Departemen Perhubungan) dengan harga Rp 80 juta per unit. Bus Volvo B55 ini didatangkan secara completely knock down (CKD) dari Inggris, kemudian dirakit di Indonesia oleh PT Ismac selaku importir Volvo pada masa itu. CKD merupakan kendaraan bermotor jenis mobil dan motor yang didatangkan ke Indonesia atau diimpor dalam keadaan terpisah dengan komponen yang lengkap untuk kemudian dirakit di dalam negeri.

Bus tingkat Volvo yang masuk ke Indonesia adalah Volvo B55 Ailsa generasi ketiga berkapasitas penumpang 108 penumpang. Bus ini diproduksi oleh Volvo Inggris dan dikaroseri oleh Ailsa dengan model Alexander.

Indonesia juga mendapat satu unit bus Volvo B55s triple axle, yang panjangnya mencapai 11,8 meter dan bisa menampung 200 penumpang. Namun, dari rencana pembelian 200 unit, ternyata hanya satu yang dibeli. Bus tingkat Volvo Triple Axle ini kemudian lebih dikenal dengan nama bus jumbo.

Jangan bayangkan bus tingkat Leyland maupun Volvo ini senyaman bus tingkat wisata yang kini beroperasi. Bus ini tanpa penyejuk udara atau kursi yang empuk. Penumpang harus siap kepanasan atau menduduki kursi berdebu lantaran pintu kaca harus selalu terbuka agar udara bisa masuk dan tak membuat pengap.

Kisah Bus Tingkat di Indonesia Dimulai dengan Leyland Titan pada 1968...  Halaman all - Kompas.com

Selain itu, bagi mereka yang buru-buru atau sedang mengejar waktu, bus ini harus dijauhi. Sebab, laju bus tingkat tak bisa secepat bus biasa. Dengan bobot serta panjang yang berlebih, tak mudah bagi bus ini untuk memacu kecepatan atau bermanuver.

Namun, di eranya bus tingkat cukup menjadi idola para penumpang. Dengan laju kecepatan yang terbatas, bus ini sering digunakan untuk bepergian oleh mereka yang berkeluarga. Apalagi, kebanyakan penumpang yang membawa anak-anak sangat suka naik di tingkat atas bus agar bebas memandang ke luar kaca.

Meski demikian, bus tingkat Leyland dan Volvo tak lama menghiasi jalanan Jakarta.

Bus tingkat terakhir di Jakarta adalah P 67 yang melayani rute Senen-Blok M dan P 70 Blok M-Kota. Dua rute itu memang yang paling legendaris dilalui bus tingkat di Jakarta. Rute yang dipilih sengaja lebih banyak jalur lurus untuk memudahkan manuver bus ukuran jumbo itu.

Selain dua rute legendaris itu, sebenarnya ada beberapa rute lain yang dilayani bus tingkat. Beberapa di antaranya adalah P 20 Blok M-Kalideres dan P 30A Harmoni-Pondok Kopi via Rawamangun dan Salemba. Adapula P 55 Pulogadung-Pasar Baru lewat Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka.

Beberapa rute ini tidak diteruskan karena minim penumpang hingga terakhir tinggal tersisa dua rute P 67 dan P 70. Sisa bus tingkat yang ada kemudian juga meminjam nomor bus PPD P1 rute Blok M-Kota yang sebenarnya bus patas biasa.

Operasi bus legendaris P 67 dan P 70 juga akhirnya dihentikan karena kondisi armada yang sudah uzur. Selain itu, suku cadang bus ini dan perawatannya tergolong mahal.

Pada tahun-tahun terakhir itu jalanan Jakarta juga sudah mulai macet, sehingga menyulitkan manuver bus tingkat. Bus dua tingkat ini pun berjalan semakin lambat dan banyak penumpang yang sudah tidak mau menaikinya.

Bus Tingkat di Kota Lain

Jejak Sejarah Bus Tingkat Volvo dan Bus Kota Tata di Medan - awansan.com

Tahun 1970an kota Medan sudah memiliki bus kota tingkat. Bus bus tingkat ini mulai beroperasi di medan pada tahun 1976, sedangkan tipe yang bus yang dipakai adalah Volvo Ailsa Mk 2, FYI bus ini diimpor langsung dari Inggris, istimewanya bus ini sudah menggunakan transmisi otomatis dan retarder. Bus bus tersebut dioperasikan oleh PN Damri Medan, oh ya selain Bus Tingkat PN Damri Medan juga mendapat jatah bus Tata yang berasal dari India.

Selain Medan, tahun 80an bus tingkat pernah beroperasi di Semarang. Dari arsip Perpustakaan Nasional Indonesia, diketahui bahwa ada 10 unit bus tingkat yang beroperasi di Kota Semarang, unit unit tersebut sudah beroperasi sejak 7 November 1981. Bus tingkat yang digunakan adalah Leyland Atlantean yang diimpor secara CBU dari inggris, bus ini melayani rute Pasar Johar – Jrakah, dengan harga karcis 150 rupiah.

Bus Tingkat Generasi Baru

Viral! Pertama Dalam Sejarah, Bus Tingkat Masuk ke Padang | Bus and Truck  Indonesia

Laksana, sebuah perusahaan karoseri lokal yang memproduksi bus juga tak mau ketinggalan meramaikan GIIAS 2018 dengan menampilkan beberapa produk besutannya.Dari beberapa tersebut, yang jadi sorotan utamanya ialah Legacy SR2 Double Decker, yang merupakan bus tingkat.

Diklaim, produk tersebut punya banyak keunggulan yang tak kalah dengan bus tingkat di Eropa sana. Melihat desain interior dan eksteriornya, kesan elegan nan menawan bisa langsung disimpulkan. Ornamen-ornamen krom pada bagian depan Legacy SR2 Double Decker ini makin menebalkan kesan mewah tersebut.

Beralih ke desain interiornya, Legacy SR2 Double Decker ini dibekali teknologi optimized structure design yang membuat titik gravitasi kendaraan menurun, sehingga membuat bus lebih stabil.

Kursi penumpang di bagian bawah maupun deck atas bus juga terbilang nyaman, dengan sentuhan desain jok yang sporty dan tidak kaku, ditambah terdapat sabuk pengaman untuk masing-masing kursi menunjang keselematan penumpangnya.

Selain itu juga terdapat fasilitas meja yang berada di bagian deck bawah bus, di tengah-tengah kursi yang saling berhadapan, toilet, dan tempat meracik minuman mini menambah kesan mewah Legacy SR2 Double Decker.

Stefan Arman, Technical Head Manager Karoseri Laksana berharap bus Legacy SR2 Double Decker ini dapat menjadi moda transportasi yang bisa diandalkan kedepannya.

Melihat desain interior dan eksteriornya, kesan elegan nan menawan bisa langsung disimpulkan. Ornamen-ornamen krom pada bagian depan Legacy SR2 Double Decker ini makin menebalkan kesan mewah tersebut.

Beralih ke desain interiornya, Legacy SR2 Double Decker ini dibekali teknologi optimized structure design yang membuat titik gravitasi kendaraan menurun, sehingga membuat bus lebih stabil.

Tags:

BERITA TERKAIT